Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Ramadan Tanpa Al-Qur’an: Ibadah Ramai, Tapi Hati Sepi?

Mujaddid by Mujaddid
2026/02/20
in Islam, Keislaman, Nasional, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
Ramadan Tanpa Al-Qur’an: Ibadah Ramai, Tapi Hati Sepi?
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ Nashrul Mu’minin

 

Ramadan selalu datang membawa suasana berbeda. Masjid penuh, suara adzan terasa lebih syahdu, dan malam-malam terasa lebih hidup. Namun di tengah semarak ibadah itu, ada pertanyaan yang jarang kita renungkan: apakah Ramadan kita benar-benar hidup, atau hanya sekadar rutinitas tahunan tanpa ruh? Banyak orang berpuasa, tetapi tidak semua merasakan kedekatan dengan Allah. Di sinilah Al-Qur’an menjadi penentu hidup atau matinya Ramadan seseorang.

Allah sendiri menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ramadan memiliki identitas yang sangat jelas, yaitu bulan turunnya Al-Qur’an. Allah berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَان

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia…” (QS. Al-Baqarah: 185).

Ayat ini menegaskan bahwa ruh Ramadan sebenarnya adalah Al-Qur’an. Tanpa interaksi dengan kitab suci, Ramadan hanya menjadi aktivitas fisik. Puasa berubah menjadi sekadar perubahan jadwal makan, bukan perubahan jiwa.

Puasa memang diwajibkan untuk membentuk ketakwaan. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Namun takwa tidak lahir hanya dari lapar. Takwa lahir dari hati yang diterangi wahyu. Karena itu, puasa tanpa Al-Qur’an ibarat tubuh tanpa ruh—bergerak tetapi tidak hidup.

Fenomena yang sering terjadi setiap Ramadan adalah meningkatnya aktivitas ibadah, tetapi menurunnya kedalaman makna. Banyak yang rajin berburu takjil, namun jarang berburu ayat. Banyak yang kuat begadang scrolling media sosial, tetapi berat membuka mushaf. Padahal Ramadan adalah momentum kembali kepada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

Tradisi tadarus sebenarnya bukan budaya baru. Rasulullah ﷺ mencontohkannya langsung. Dalam hadis riwayat Ibnu Abbas disebutkan bahwa Malaikat Jibril menemui Nabi Muhammad setiap malam Ramadan untuk saling membaca Al-Qur’an.

Rasulullah bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa kemuliaan Ramadan bukan diukur dari banyaknya menu berbuka, tetapi dari kedekatan dengan wahyu Allah.

Ramadan juga menjadi istimewa karena adanya malam agung, Lailatul Qadar, malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Malam ini lebih baik dari seribu bulan dan diisi dengan ibadah serta tilawah Al-Qur’an. Ini membuktikan bahwa pusat spiritual Ramadan selalu kembali kepada kitab suci.

Ironisnya, sebagian orang hanya dekat dengan Al-Qur’an saat Ramadan, lalu menjauhinya setelah Syawal tiba. Seolah Al-Qur’an hanya tamu musiman. Padahal Al-Qur’an diturunkan bukan untuk dibaca sesekali, melainkan menjadi panduan hidup sepanjang waktu.

Tadarus bukan sekadar mengejar khatam. Membaca tanpa memahami juga belum cukup. Al-Qur’an menghendaki perubahan perilaku: dari marah menjadi sabar, dari lalai menjadi sadar, dari egois menjadi peduli. Ramadan adalah sekolah ruhani, dan Al-Qur’an adalah kurikulumnya.

Ketika seseorang membaca Al-Qur’an dengan hati, puasa menjadi ringan. Lapar berubah menjadi dzikir, haus berubah menjadi doa. Inilah mengapa banyak ulama menyebut Ramadan sebagai Syahrul Qur’an — bulan Al-Qur’an—karena di sanalah hubungan manusia dengan Allah diperbarui setiap tahun.

Rasulullah ﷺ juga mengingatkan:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun perisai itu akan kuat jika diisi dengan bacaan Al-Qur’an. Tanpa itu, puasa mudah bocor oleh ghibah, amarah, dan kesia-siaan.

Realitas hari ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar Ramadan bukan lagi rasa lapar, tetapi distraksi dunia digital. Waktu yang seharusnya dipenuhi tilawah justru habis oleh hiburan tanpa arah. Akibatnya Ramadan berlalu cepat tanpa meninggalkan bekas iman.

Padahal Al-Qur’an hadir untuk menghidupkan hati yang lelah oleh dunia. Membacanya menenangkan jiwa, memahami maknanya menuntun langkah, dan mengamalkannya mengubah kehidupan. Ramadan adalah kesempatan emas memperbaiki hubungan itu sebelum waktu berlalu.

Ramadan tanpa Al-Qur’an pada akhirnya hanyalah tradisi tahunan. Tetapi Ramadan bersama Al-Qur’an adalah perjalanan menuju takwa. Di sanalah puasa menemukan maknanya, ibadah menemukan ruhnya, dan manusia menemukan dirinya kembali di hadapan Allah.

Maka pertanyaan terbesar Ramadan ini bukanlah: sudah berapa kali kita berbuka bersama? Tetapi: sudah sejauh mana Al-Qur’an berbicara kepada hati kita?

Sebab ketika Al-Qur’an kembali hidup dalam diri seorang muslim, Ramadan tidak hanya datang setahun sekali—ia akan tinggal di dalam jiwa sepanjang hidup. (*)

Tags: al-Qur'anramadan
Previous Post

“Ojo Piya-Piye, Lakoni Wae” Just Do It dalam Spirit Ramadhan

Next Post

Seminar Pendidikan UMSU dan Ponpes Kwala Madu Angkat Isu Asmara Subuh di Kalangan Remaja

Related Posts

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
203
Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

22 Juli 2026
102
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Next Post
Seminar Pendidikan UMSU dan Ponpes Kwala Madu Angkat Isu Asmara Subuh di Kalangan Remaja

Seminar Pendidikan UMSU dan Ponpes Kwala Madu Angkat Isu Asmara Subuh di Kalangan Remaja

WR III UM Bandung: Puasa adalah Jalan Penyucian Jiwa dan Peneguhan Tauhid

WR III UM Bandung: Puasa adalah Jalan Penyucian Jiwa dan Peneguhan Tauhid

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah
Nasional

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
203
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
173

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan