No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Di Antara Tulisan, Prasangka, dan Kedewasaan Bermedia Sosial

23 Februari 2026
in Jufri Daily, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

✍️ Jufri

 

Ketika kita menulis sesuatu di media sosial, sesungguhnya kita sedang melepaskan pikiran ke ruang yang sangat luas. Ia bisa dibaca oleh kawan dekat, oleh orang yang hanya sekadar kenal nama, bahkan oleh mereka yang sama sekali tidak pernah kita temui. Di ruang itu, tulisan berdiri sendiri—tanpa nada suara, tanpa ekspresi wajah, tanpa penjelasan tambahan.

Ada yang membaca dengan seksama. Mengunyah kalimat demi kalimat. Memahami konteks dan maksudnya. Tetapi tidak sedikit pula yang membaca dengan membawa prasangkanya sendiri. Bahkan ada yang tidak benar-benar membaca, hanya menangkap satu dua kata, lalu membangun kesimpulan.

Namun, apakah itu sepenuhnya salah? Tidak juga.

BACA JUGA

Jurnalistik Berkemajuan Menyambut Muktamar 49

Mahfud Merasa Asyik Nonton Sinetron di Masa PPKM, Warganet: Bapak Kehilangan “Sense of Crisis”

Memuliakan Manusia, Mencerahkan Bangsa: Refleksi Hardiknas 2026

Wisuda 2440 Lulusan, PP Muhammadiyah Banggakan Capaian Prestasi Internasional UMSU

Hari ini DPR Sahkan Prolegnas Prioritas 2020 Baru, RUU HIP Masih Ada

Tak Punya Sepatu, Tak Miliki Kaki

Media sosial—sebagaimana namanya—adalah ruang sosial. Ia bukan ruang akademik yang steril, bukan pula forum ilmiah yang penuh tata tertib metodologis. Ia adalah ruang perjumpaan. Orang datang dengan latar belakang berbeda, dengan kepentingan berbeda, dengan beban pikiran yang juga berbeda. Di sana, interaksi berlangsung begitu saja. Sebagian bahkan tidak saling mengenal. Tidak tahu karakter satu sama lain. Tidak tahu jalan pikiran dan pengalaman hidup masing-masing.

Di sinilah sering terjadi pergeseran konteks.

Kita menulis tentang kebersamaan untuk menyukseskan sebuah agenda organisasi tingkat nasional. Yang kita maksud adalah gotong royong, partisipasi, dan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Tetapi tiba-tiba ada yang berkomentar tentang pentingnya berdakwah kepada wali kota agar jangan korupsi. Secara nilai mungkin sama-sama berbicara tentang kebaikan, tetapi secara konteks jelas tidak nyambung.

Kadang lain yang kita tulis, lain pula yang dibahas.

Inilah dinamika ruang maya. Tidak semua orang masuk untuk berdialog; sebagian masuk untuk melampiaskan. Ada yang membawa kegelisahan pribadi, ada yang membawa sentimen politik, ada pula yang memang gemar menggeser isu. Tulisan kita hanya menjadi pintu masuk bagi pikiran mereka sendiri.

Begitu pula dengan asumsi-asumsi yang dibangun hanya dari foto atau pertemuan. Ada yang menganggap kedekatan hanya karena duduk berdampingan. Padahal dalam diplomasi internasional, para pemimpin yang negaranya berkonflik pun bisa duduk satu meja. Dalam konflik panjang antara Israel dan Palestina misalnya, para tokohnya pernah hadir dalam forum yang sama. Duduk bersama bukan selalu tanda sepakat. Kadang itu justru bagian dari ikhtiar mencari titik temu.

Tetapi di media sosial, gambar sering dianggap kesimpulan. Duduk bersama dianggap satu barisan. Senyum dianggap dukungan total. Padahal hidup tidak sesederhana itu.

Karena itu, kedewasaan bermedia sosial menjadi penting.

Pertama, kita perlu sadar bahwa setelah tulisan dipublikasikan, ia bukan lagi sepenuhnya milik kita. Orang akan menafsirkannya dengan kerangka pikir masing-masing. Kita tidak bisa mengontrol semua pembacaan.

Kedua, jangan terlalu cepat tersulut oleh komentar yang melenceng. Tidak semua komentar harus diluruskan. Tidak semua kesalahpahaman harus dibalas. Ada kalanya diam adalah bentuk kebijaksanaan.

Ketiga, tetaplah konsisten pada gagasan. Jika kita menulis tentang kebersamaan, maka fokuslah pada kebersamaan. Jangan terpancing untuk keluar jalur hanya karena komentar yang ingin menggeser arah.

Keempat, perkuat niat. Jika niat kita adalah kebaikan, membangun organisasi, menguatkan ukhuwah, atau memberi edukasi, maka biarlah itu menjadi pegangan batin. Orang boleh berprasangka, tetapi kita tidak boleh kehilangan kejernihan.

Pada akhirnya, media sosial adalah cermin kematangan diri. Ia menguji kesabaran, menguji konsistensi, bahkan menguji keikhlasan. Di sana kita belajar bahwa tidak semua orang akan memahami, tidak semua orang akan sepakat, dan tidak semua orang akan membaca dengan adil.

Tetapi bukan berarti kita berhenti menulis.

Justru di tengah riuhnya prasangka dan salah paham, tulisan yang jernih dan berniat baik menjadi semakin penting. Bukan untuk memuaskan semua orang, tetapi untuk tetap menghadirkan nilai di ruang yang sering kali penuh kebisingan.

Karena tugas kita bukan memastikan semua orang setuju.

Tugas kita adalah menjaga agar pikiran tetap waras, hati tetap bersih, dan kata-kata tetap bermartabat.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Tags: Media SosialTulisan Jufri
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

by Mujaddid
14 Oktober 2026
53
Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

by Mujaddid
13 Oktober 2026
55
Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

by Mujaddid
10 Oktober 2026
79
Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

by Mujaddid
12 Oktober 2026
67
Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

by Mujaddid
7 Oktober 2026
60
Kapolri Baru Tetap Polisi
Jufri Daily

Kapolri Baru Tetap Polisi

by Mujaddid
2 Oktober 2026
71
Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan

by Mujaddid
18 September 2026
67
Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang
Daerah

Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang

by Mujaddid
17 September 2026
61
Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

by Mujaddid
7 September 2026
71
Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49
Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49

by Mujaddid
31 Agustus 2026
66

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
  • Jadi Role Model SMP Unggulan, Muhammadiyah Rawamangun Studi Tiru ke SMP UMP
  • Rislah Islam Kesemestaan
  • Perkuat Keterampilan Praktik 516 Mahasiswa, Laboratorium Hukum FH UMSU Bekali Puluhan Asisten
  • UMSU Vibes
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

Rislah Islam Kesemestaan
'Aisyiyah

Rislah Islam Kesemestaan

UMSU Vibes
Muhammadiyah

UMSU Vibes

Jangan Polos Memandang Politik
Nasional

Jangan Polos Memandang Politik

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.