Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?

Mujaddid by Mujaddid
2026/02/23
in Islam, Keislaman, Nasional, Opini
Reading Time: 2 mins read
0
Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

✍️ Padian Adi S. Siregar 

Ketua PCM Kampung Durian-Medan

 

Di berbagai ruang kehidupan hari ini—dari lingkup publik hingga komunitas paling kecil—kita menyaksikan fenomena yang mengusik nurani: banyak orang mengetahui apa yang keliru, tetapi memilih untuk tidak mengatakannya. Mereka menyadari adanya keputusan yang tidak tepat, sikap yang melukai rasa keadilan, atau kebiasaan yang menyimpang dari nilai bersama, namun reaksi yang muncul sebatas bisikan batin: “yang penting saya tidak setuju.” Kebenaran diyakini, tetapi tidak diartikulasikan. Ia berhenti di hati.

Gejala ini tidak hanya terkait relasi dengan otoritas formal. Ia juga tampak dalam rapat organisasi, dinamika kampus, lingkungan kerja, forum keagamaan, bahkan dalam keluarga. Ketika terjadi ketidaktepatan, banyak yang memilih diam. Ketika ada ketidakadilan kecil, sedikit yang berani menyampaikan keberatan secara terbuka. Harmoni dijaga, tetapi sering kali dengan mengorbankan kejujuran moral.

Dalam perspektif Islam, persoalan ini menyentuh hubungan mendasar antara iman dan tanggung jawab sosial. Al-Qur’an menegaskan larangan menyembunyikan kebenaran dan perintah menegakkan keadilan, bahkan jika itu menyangkut diri sendiri atau orang-orang terdekat. Artinya, kebenaran bukan sekadar urusan batin, melainkan komitmen etik yang memiliki dimensi sosial.

Hadis riwayat Imam Muslim menjelaskan tiga level respons terhadap kemungkaran: dengan tangan (kewenangan), dengan lisan (ucapan), dan jika tidak mampu maka dengan hati—dan itu adalah selemah-lemahnya iman. Penolakan dalam hati memang diakui, tetapi ia adalah batas minimal, bukan standar ideal. Jika ruang untuk berbicara sebenarnya tersedia, berhenti pada level hati berarti mereduksi tanggung jawab moral.

Mengapa banyak orang memilih diam? Ada faktor ketakutan sosial, rasa sungkan, kekhawatiran dianggap tidak loyal, atau keengganan menimbulkan konflik. Dalam komunitas kecil, kritik kerap dipahami sebagai serangan personal. Dalam organisasi, ia dicurigai sebagai ancaman terhadap solidaritas. Dalam keluarga, ia dianggap tidak hormat. Maka lahirlah rasionalisasi: demi menjaga hubungan baik, lebih aman menyimpan kebenaran dalam hati.

Namun secara etik, diam terhadap kekeliruan bukanlah sikap netral. Ketika kesalahan kecil dibiarkan, ia berpotensi menjadi kebiasaan. Ketika ketidakadilan ringan tidak dikoreksi, ia dapat mengeras menjadi pola. Stabilitas yang dibangun di atas pembungkaman diri hanyalah stabilitas semu.

Islam memang mengajarkan adab dan hikmah dalam berbicara. Kritik tidak boleh berubah menjadi caci maki, fitnah, atau prasangka tanpa dasar. Namun hikmah tidak identik dengan diam. Kritik yang santun, argumentatif, dan bertujuan memperbaiki justru merupakan bagian dari amar ma’ruf nahi munkar—mekanisme etis yang berlaku di semua level kehidupan, dari ruang publik hingga relasi personal.

Iman dalam Islam tidak berhenti pada keyakinan batin. Ia menuntut artikulasi dan tindakan. Jika iman direduksi menjadi urusan privat, dimensi sosialnya menghilang. Keberagamaan menjadi individualistik, padahal Islam membangun etika kolektif.

Jika kebenaran terus-menerus dipenjara dalam hati, maka perlahan kita sedang membangun masyarakat yang kehilangan keberanian moralnya. Diam mungkin terasa aman hari ini, tetapi ia menyisakan akumulasi persoalan di hari esok. Ketika setiap orang memilih menjadi penonton, tidak ada lagi yang benar-benar berdiri sebagai penjaga nilai.

Sejarah menunjukkan, kemunduran suatu komunitas bukan selalu karena ketiadaan orang baik, melainkan karena orang-orang baik memilih untuk tidak bersuara. Ketika iman dipisahkan dari aksi, yang lahir bukan kedamaian, melainkan kesunyian yang rapuh. Dan kesunyian yang rapuh tidak pernah cukup kuat untuk menopang keadilan.

Pada akhirnya, pertanyaan itu kembali kepada diri kita masing-masing: apakah iman akan kita biarkan berhenti sebagai bisikan batin, atau kita naikkan ia menjadi keberanian yang beradab? Sebab di antara hati dan lisan, antara keyakinan dan tindakan, di situlah kualitas moral sebuah masyarakat ditentukan. (*)

 

Tags: AksiImanIslamPadian Adi S. Siregar
Previous Post

Hati-hati Berkoalisi

Next Post

MBG, Amar Makruf Nahi Munkar, dan Cara Kita Menjaga Nurani Publik

Related Posts

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
203
Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

22 Juli 2026
102
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Next Post
MBG, Amar Makruf Nahi Munkar, dan Cara Kita Menjaga Nurani Publik

MBG, Amar Makruf Nahi Munkar, dan Cara Kita Menjaga Nurani Publik

Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung

Azmi Syahputra Soroti Vonis Bebas Yu Hao: “Sinyal Bahaya bagi Kedaulatan Hukum dan Kekayaan Alam”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah
Nasional

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
203
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
173

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan