TAJDID.ID~Magekang || Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Kwartir Wilayah Jawa Tengah kembali menggelar kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi di Universitas Muhammadiyah Magelang, Sabtu (28/2). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari berbagai unsur kepemimpinan HW se-Jawa Tengah.
Peserta terdiri atas Anggota Kwarwil, Anggota Bidang Kwarwil, Anggota Kwarda se-Jawa Tengah, Anggota Qobilah PTM/A se-Jawa Tengah, serta Dewan Sugli Wilayah HW Jawa Tengah. Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperkuat ideologi gerakan sekaligus menyatukan langkah organisasi.
Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah Dodok Sartono dijadwalkan menyampaikan materi utama. Selain itu, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi turut mengisi sesi penting. Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah Sugiyono juga hadir sebagai pemateri. Untuk pengajian Ramadan, panitia menghadirkan Wakil Ketua PWM Jawa Tengah Jumari.
Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah Hammam Sanadi hadir membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan ideologi bagi kader Hizbul Wathan. “Ideologi harus menjadi fondasi setiap gerak langkah kita. Tanpa ideologi yang kokoh, organisasi akan mudah goyah,” ujarnya di hadapan peserta.
Hammam juga menyampaikan bahwa forum Ideopolitor menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan visi. Ia menilai koordinasi yang intensif dapat memperkuat konsolidasi gerakan di seluruh daerah. Menurutnya, sinergi antarkomponen sangat diperlukan agar HW mampu menjawab tantangan zaman.
Ketua Kwarwil HW Jawa Tengah Taufiq turut memberikan sambutan. Ia mengapresiasi kehadiran peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah. “Kehadiran panjenengan semua menunjukkan komitmen kuat untuk membesarkan Hizbul Wathan,” katanya.
Taufiq menjelaskan bahwa Ideopolitor bukan sekadar agenda rutin. Ia menyebut kegiatan ini sebagai momentum evaluasi sekaligus perencanaan program. Ia berharap seluruh peserta aktif berdiskusi dan membawa hasilnya ke daerah masing-masing. Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa kekuatan HW terletak pada soliditas kader di semua tingkatan.
Rektor Universitas Muhammadiyah Magelang Lilik Andriyani juga hadir dalam pembukaan acara. Ia menyampaikan rasa bangga karena kampusnya dipercaya menjadi tuan rumah. “Kami merasa terhormat dapat menjadi tempat berlangsungnya kegiatan penting ini,” tuturnya.
Lilik menambahkan bahwa kampus Muhammadiyah memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung gerakan kepanduan Hizbul Wathan. Ia menilai kegiatan seperti ini selaras dengan semangat pendidikan karakter. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan organisasi otonom Muhammadiyah perlu terus diperkuat.
Kegiatan Ideopolitor dan Koordinasi ini dirancang untuk memperdalam pemahaman ideologi gerakan sekaligus mempererat komunikasi antarpengurus. Para peserta akan mengikuti rangkaian materi dari para narasumber sesuai jadwal yang telah disusun panitia.
Selain penguatan ideologi, forum ini juga menjadi sarana menyamakan persepsi tentang program kerja di tingkat wilayah dan daerah. Peserta diharapkan mampu menerjemahkan hasil pembahasan ke dalam langkah konkret di lapangan.
Melalui kegiatan ini, Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga nilai, memperkuat koordinasi, dan membangun kader yang tangguh serta berintegritas. (*)
✍️ Uli Nuha

