TAJDID.ID~Medan || Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyuarakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah menyusul serangan Israel terhadap Iran yang turut disertai aksi militer Amerika Serikat. Melalui cuitannya di laman X, Anwar memperingatkan bahwa eskalasi tersebut telah membawa kawasan itu ke ambang bencana yang lebih luas dan berpotensi sulit dikendalikan.
Dalam pernyataannya, Anwar menilai inisiatif serangan yang dilakukan Israel sebagai langkah yang dapat menyabotase proses negosiasi yang sedang berlangsung. Ia menyebut tindakan tersebut berisiko menyeret lebih banyak negara ke dalam pusaran konflik regional.
“Serangan-serangan ini adalah upaya keji untuk menyabotase negosiasi yang sedang berlangsung dan untuk menyeret negara-negara lain ke dalam konflik yang mungkin sulit untuk dikendalikan,” tulis Anwar dalam unggahannya beberapa jam yang lalu, Sabtu (28/2).
Perdana Menteri Malaysia itu menegaskan bahwa penghentian permusuhan secara segera dan tanpa syarat merupakan langkah mendesak yang harus ditempuh semua pihak. Ia juga secara khusus mendesak Amerika Serikat dan Iran agar memilih jalur diplomasi ketimbang melanjutkan eskalasi militer.
Anwar turut menyerukan peran aktif komunitas internasional untuk bertindak cepat dan konsisten tanpa menerapkan standar ganda dalam merespons konflik tersebut. Menurutnya, pendekatan yang adil dan berimbang sangat penting guna mencegah krisis kemanusiaan dan instabilitas kawasan yang lebih luas.
Selain aspek geopolitik, Anwar mengungkapkan kekhawatirannya terhadap keselamatan warga negara Malaysia yang berada di Iran maupun di kawasan Timur Tengah secara umum. Ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan para mitra regional untuk membahas langkah-langkah lanjutan terkait perlindungan warga Malaysia.
Pernyataan ini menegaskan posisi Malaysia yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan hukum internasional, di tengah meningkatnya ketegangan yang berpotensi memperluas instabilitas di kawasan strategis tersebut. (*)

