Site icon TAJDID.ID

Ranting Muhammadiyah Penting Wujudkan Lingkungan ASRI di Hari Peduli Sampah Nasional

✍️ Andi Hariyadi

Ketua Majelis Pustaka Informatika dan Digitalisasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR PM) punya ungkapan yang penuh semangat yaitu Cabang Berkembang dan Ranting itu penting merupakan bentuk komitmen nyata bagaimana dakwah Muhammadiyah bisa membumi di akar rumput yang berada di Cabang dan Ranting sebagai ujung tombak gerakan Muhammadiyah.

Keberadaan Cabang dan Ranting tidak sekedar pemenuhan struktur organisasi saja, tetapi lebih jauh dari itu untuk mampu mengimplementasikan kebijakan Persyarikatan yang lebih real serta upaya pendampingan yang lebih intensif untuk pembinaan dakwah yang menggembirakan dan berkemajuan.

Terkait peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang diperingati setiap tanggal 21 Februari dan untuk tahun 2026 ini mengambil tema “Kolaborasi Untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah)”, bersamaan orang yang beriman sedang melaksanakan puasa Romadhon, sehingga sangat tepat untuk penguatan keimanan dan menyempurnakan ibadah puasa dengan aktivitas yang lebih bermakna, menjauhi perbuatan tercela agar ketaqwaan yang diharapkan terwujud.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Ali Imran ayat 133 – 134 artinya, “Dan berlombalah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan. Dan bertaqwalah kepada Allah, supaya kamu dapat rahmat, (yaitu) orang orang yang menafkahkan (hartanya) baik diwaktu luang maupun sempit, dan orang orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan”. Ayat ini memberi penyemangat untuk Istiqomah mengerjakan kebaikan baik dalam keadaan yang berat penuh tantangan maupun ada kemudahan sehingga kebaikan yang dijalankan lebih optimal.

Inilah diantara hikmah puasa yang kita lakukan untuk mampu menahan amarah dan memaafkan serta komitmen melakukan kebaikan sebagai proses menuju kemuliaan dari ketaqwaan yang diharapkan.

Berpuasa tidak sekedar merasakan lapar dan dahaga tetapi mampu berkarya besar dalam kebaikan diantaranya memberi solusi atas persoalan sampah, agar tidak menjadi bahaya yang dapat merusak lingkungan, mengakibatkan bahaya dengan korban jiwa dan harta, sehingga berpuasa ini semakin membuka kesadaran kita untuk peduli lingkungan.

Berpuasa mampu menahan amarah berubah menghasilkan sikap penuh keikhlasan menebar kebaikan, menggerakkan dakwah peduli lingkungan sebagai implementasi ketaqwaan. Puasa yang berdampak positif dan konstruktif, meski dalam kondisi lapar dan dahaga tidak mengurangi semangat kita berkarya memilah dan mengolah sampah sebagai bagian amal soleh kita.

Ranting Muhammadiyah sebagai ujung tombak dakwah Muhammadiyah memiliki peran penting dan nyata menggerakkan kolaborasi untuk Indonesia ASRI yang dimulai dari tingkat Ranting bersama jamaah dan Amal Usaha Muhammadiyah dan Aisyiyah serta Angkatan Muda Muhammadiyah untuk bersama berdakwah dan berlomba dalam kebaikan terkait solusi problem sampah.

Sampah yang selama ini dipersepsi produk sisa yang tidak berguna dan parahnya dibuang begitu saja tanpa memikirkan dampaknya, harus dirubah agar lebih berguna sehingga mengurangi pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Pimpinan dan warga Persyarikatan di Ranting disamping menggerakkan kajian keagamaan yang selama ini dilakukan hendaknya mampu dikoneksikan dengan persoalan lingkungan, sehingga bagaimana sampah menjadi berkah, sampah tidak menjadi sumber bencana dan bagaimana sampah bisa menambah wawasan serta persaudaraan yang mensejahterakan.

Pimpinan Ranting mampu memenage persoalan persoalan terkait sampah di lingkungannya, sehingga dakwah Muhammadiyah benar memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi peradaban. Dakwah Muhammadiyah yang relevan sesuai perkembangan untuk memberikan pencerahan.

Kolaborasi dakwah Muhammadiyah yang diantaranya dikaitkan dengan problem sampah yang tidak hanya soal etika dan estetika juga untuk penguatan spiritual. Materi khotbah saat kajian Romadhon bisa dimasukkan materi tentang isu isu sosial khususnya tentang lingkungan dengan sampah yang butuh perhatian bersama.

Kader Muhammadiyah di Ranting bisa menjadi kader lingkungan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat serta menjadi teladan yang aktif mengamalkan metode pengolahan sampah. Seperti gerakan 3 R, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali) dan Recycle (mendaur ulang), sebagai upaya mengurangi volume sampah yang setiap hari kita produksi setiap harinya dan lebih memanfaatkan sumber daya alam yang lebih ramah lingkungan.

Kolaborasi kader Ranting sebagai kader lingkungan dalam memberikan edukasi dan keteladanan akan menjadikan ruang dakwah Muhammadiyah lebih nyata dengan solusi tepat guna, dengan membangun koordinasi di tingkat kelurahan, RW dan RT, sebagai kolaborasi yang berkelanjutan.

Optimalisasi kader Muhammadiyah dengan kemampuan keilmuan khususnya dalam metode pemilihan dan pengolahan sampah merupakan suatu kebutuhan, sebagai dai yang memiliki kompetensi ilmu untuk berinteraksi membersamai dalam menata managemen sampah, seperti menginisiasi hadirnya bank sampah baik di RT atau di masjid dan sekolah kita, sehingga kolaborasi untuk Indonesia ASRI tidak sekedar wacana tetapi berwujud nyata.
Hari Peduli Sampah Nasional kita awali di Ranting dan itu sangat penting. (*)

 

Exit mobile version