TAJDID.ID~Gayo || Penyaluran bantuan daging sapi untuk tradisi Meugang dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tengah menuai sorotan dari berbagai kalangan. Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Aceh Tengah menyampaikan kekhawatiran terkait mekanisme distribusi yang dinilai kurang transparan dan berpotensi salah sasaran.
Sekretaris PDPM Aceh Tengah, Khosi, menilai hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kriteria penerima manfaat di tingkat desa (kampung). Meski Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan seluruh kampung akan menerima bantuan tersebut, di lapangan muncul keluhan masyarakat terkait tidak adanya daftar penerima yang dipublikasikan secara terbuka.
“Kami meminta pemerintah daerah dan aparat desa untuk membuka data penerima secara transparan. Bantuan ini adalah amanah Presiden untuk warga yang benar-benar membutuhkan, terutama yang terdampak bencana, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” tegas Khosi, Kamis (18/2).
Ia juga mendesak Pemkab Aceh Tengah segera mengeluarkan laporan resmi dan terperinci agar proses penyaluran tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Menurutnya, tanpa laporan yang jelas, pembagian daging per kepala keluarga (KK) berpotensi memicu konflik horizontal di tingkat akar rumput.
Khosi menyebutkan, total anggaran yang disalurkan Presiden Prabowo untuk bantuan sapi Meugang di Kabupaten Aceh Tengah mencapai Rp8,05 miliar. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi penyintas bencana hidrometeorologi. Bahkan, berdasarkan arahan Presiden, setiap desa terdampak bencana dijanjikan anggaran sekitar Rp50 juta untuk pengadaan daging sapi.
Senada dengan itu, Ketua PDPM Aceh Tengah, Zinger, mengingatkan agar tidak terjadi pemotongan maupun pengalihan bantuan ke bentuk lain yang tidak sesuai dengan peruntukannya.
“Kami berkomitmen untuk terus mengawal proses distribusi ini hingga benar-benar sampai ke tangan warga yang berhak,” ujar Zinger.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan ketat, mengingat adanya laporan di sejumlah daerah lain terkait bantuan daging yang diterima warga dalam kondisi tidak layak konsumsi.
“Jangan sampai niat baik Presiden Prabowo untuk membantu rakyat Aceh justru dinodai oleh oknum-oknum di daerah yang tidak amanah dalam menyalurkan bantuan,” pungkasnya. (*)
✍️ Rizki Maulizar

