Site icon TAJDID.ID

Pemko Medan Gandeng OIF UMSU Pantau Hilal Awal Ramadan 1447 Hijriah

 

TAJDID.ID~Medan || Pemerintah Kota Medan kembali menggandeng Observatorium Ilmu Falak (OIF) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menggelar pemantauan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah di Jalan Denai No.217, Tegal Sari Mandala II, Kec. Medan Denai, pada Selasa (17/2) sore.

OIF UMSU merupakan salah satu titik dari 73 pusat pemantauan hilal nasional. Hadir Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, Rektor UMSU, Prof. Dr. Agussani, MAP, Ketua MUI Medan, Dr. H. Hasan Matsum, MAg, Kakan Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, Ulama dan Tokoh Masyarakat, Buya Dr. KH Amiruddin, MS,, Ketua PDM Kota Medan, Maulana Siregar, MA.dan pimpinan Ormas Islam se-Kota Medan.

Wali Kota Medan Rico Waas dalam sambutannya mengimbau masyarakat agar menjaga kondusivitas jika terdapat perbedaan awal dan akhir Ramadan.

“Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Medan menjaga dan menghormati apabila ada perbedaan awal dan akhir nantinya. Karena sejatinya tidak ada hal penting untuk didebatkan, tapi esensinya pada ibadahnya,” ucapnya.

Pada kesempatan ini juga diadakan pemaparan tentang metode pengamatan hilal yang dilakukan Muhammadiyah dan Pemerintah.

Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rahmadi Butarbutar menjelaskan bahwa Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan jatuh pada 18 Februari 2026.

“Mulai tahun ini Muhammadiyah beralih dari wujudul hilal ke KHGT dengan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia. Tujuannya untuk mempersatukan penanggalan dan sistem waktu umat Islam seluruh dunia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, KHGT merupakan hasil pertemuan internasional Muktamar di Turki yang dihadiri 80 negara.

“KHGT berdasarkan hisab imkan rukyat, minimal tinggi hilal 5 derajat dan elongasi 8 derajat. Secara global posisi hilal telah memenuhi kriteria yaitu di Alaska, Amerika, pukul 19.01 waktu Indonesia, posisi hilal sudah 5,8 derajat dan terpenuhi. Malam ini sudah tarawih dan besok sudah melaksanakan ibadah puasa Ramadan,” katanya.

Sementara, Kepala Stasiun Geofisika BMKG, Sugeng Str.Geof memaparkan secara astronomis posisi hilal di Indinesia khususnya Medan.

“Hari ini hilal di bawah horizon atau minus semua di Medan, yaitu minus 1,04 derajat. Besok baru mencapai 9,79 derajat,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, dia menyimpulkan, “Hari ini hilal mustahil teramati di Indonesia, tapi besok baru teramati,” ujarnya.

Ketua MUI Medan, Dr. H. Hasan Matsum, MAg, dan Kakan Kemenag Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar menghimbau seluruh masyarakat kota Medan untuk saling menghormati apabila terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan.

Sebelumnya, Rektor Prof. Agussani menyampaikan kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi organisasi Islam di Kota Medan.
“Hari ini adalah bentuk kolaborasi organisasi Islam di Kota Medan. Ada tiga OIF Muhammadiyah, yang pertama adalah OIF UMSU, di Uiniversitas Ahmad Dahlan dan UM Makasar.

Selama berdirinya sudah lebih 120.000 orang yang berkunjung ke OIF UMSU. Pengunjung berasal dari peneliti dalam negeri maupun luar, warga dan siswa sekolah ,” ujarnya.

Sejak tahun 2017 Pemko Medan rutin melakukan pengamatan hilal di OIF UMSU setiap awal Ramadhan. UMSU juga saat ini telah membuka Program Studi Ilmu Falak karena ilmuwan di bidang ini masih langka. (*)

Exit mobile version