TAJDID.ID~Kuala Lumpur || Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (SPs UMSU) sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 yang dirangkai dengan agenda lawatan atau wisata intelektual ke sejumlah destinasi strategis di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 9–11 Februari 2026.
Raker ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Mutu Akademik Sekolah Pascasarjana Menuju Daya Saing Global Tahun 2026”, sebagai penegasan arah strategis SPs UMSU dalam merespons dinamika pendidikan tinggi, khususnya pada level magister dan doktoral di tengah tuntutan globalisasi akademik.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Direktur SPs UMSU Prof. Dr. Triono Eddy, SH, M.Hum., Wakil Direktur Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar, SH, M.Hum., para Ketua dan Sekretaris Program Studi Magister (S2) dan Doktor (S3), serta jajaran tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan SPs UMSU.
Dalam keterangannya, Direktur SPs UMSU Prof. Dr. Triono Eddy menegaskan bahwa Rapat Kerja tahunan ini memiliki arti penting dan strategis sebagai instrumen evaluatif sekaligus proyektif bagi penguatan kelembagaan Sekolah Pascasarjana.
“Rapat Kerja ini menjadi tolak ukur untuk meninjau kembali fungsi-fungsi kinerja Sekolah Pascasarjana UMSU, agar seluruh tujuan dan program dapat berjalan secara terarah, terukur, dan optimal. Evaluasi menjadi pintu masuk untuk memastikan tata kelola akademik kita benar-benar selaras dengan standar mutu yang kita cita-citakan,” ujar Prof. Triono.
Ia menambahkan, Raker tidak sekadar rutinitas administratif, melainkan ruang refleksi kolektif untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang belum berjalan maksimal, sekaligus menghidupkan kembali fungsi-fungsi strategis yang sempat melemah.
“Melalui Raker ini, kita menyusun proyeksi kerja ke depan sebagai bagian dari upaya memantapkan road map UMSU, khususnya Sekolah Pascasarjana, menuju institusi yang memiliki daya saing global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman serta kemuhammadiyahan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Direktur SPs UMSU Assoc. Prof. Dr. Adi Mansar SH MHum menekankan bahwa tema Raker 2026 sangat relevan dengan tantangan aktual pendidikan tinggi, terutama dalam aspek tata kelola dan mutu akademik.
“Penguatan tata kelola bukan hanya soal administrasi, tetapi menyangkut budaya akademik, sistem penjaminan mutu, produktivitas riset, serta relevansi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia global,” ungkap Adi Mansar.
Menurutnya, mutu akademik Sekolah Pascasarjana harus terus ditingkatkan melalui sinergi antara pimpinan, program studi, dosen, dan tenaga kependidikan. Raker menjadi momentum strategis untuk menyatukan persepsi dan langkah dalam mewujudkan Pascasarjana UMSU yang unggul dan berdaya saing internasional.
“Melalui diskusi-diskusi substantif dalam Raker ini, kita berharap lahir kebijakan dan program kerja yang tidak hanya responsif terhadap tuntutan akreditasi dan pemeringkatan global, tetapi juga berorientasi pada kualitas keilmuan dan kemanfaatan sosial,” tambahnya.
Pelaksanaan Raker yang dirangkai dengan agenda wisata intelektual di Kuala Lumpur dinilai memberikan perspektif baru bagi peserta dalam melihat praktik-praktik pengelolaan pendidikan dan budaya akademik di tingkat regional. Hal ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam memperkaya inovasi tata kelola dan pengembangan mutu akademik di lingkungan SPs UMSU.
Dengan terselenggaranya Raker 2026 ini, SPs UMSU menegaskan komitmennya untuk terus berbenah, memperkuat tata kelola, serta meningkatkan mutu akademik secara berkelanjutan demi mewujudkan Sekolah Pascasarjana yang kompetitif di kancah global. (*)

