Site icon TAJDID.ID

Coffee Camp: Dari Secangkir Kopi menuju Kemandirian

Oleh: Jufri

Pegiat Sosial Politik dan Dakwah Kebangsaan

 

Mulai 18 Januari 2026, sebuah ikhtiar kecil namun penuh harapan mulai dijalankan. Namanya sederhana: Coffee Camp. Ia dirintis oleh Majelis Ekonomi dan Hizbul Wathan Muhammadiyah Daerah Kota Tebing Tinggi, dua elemen persyarikatan yang selama ini lebih dikenal dalam ruang pengabdian, pendidikan, dan kaderisasi. Kini keduanya melangkah ke ruang yang sama pentingnya: kemandirian ekonomi.

Coffee Camp bukan sekadar usaha kopi. Ia adalah simbol keberanian untuk belajar, mencoba, dan bertumbuh. Ia memang hanya langkah kecil, tetapi justru dari kerja dan langkah-langkah kecil inilah kita berharap akan tumbuh semangat dan jiwa entrepreneur di kalangan anak muda Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi. Di balik secangkir kopi, ada disiplin, manajemen, kerja tim, kejujuran, dan keberanian mengambil risiko—nilai-nilai yang sejatinya juga diajarkan dalam kepanduan Hizbul Wathan dan perjuangan ekonomi umat yang lama digerakkan oleh Majelis Ekonomi Muhammadiyah.

Bagi Hizbul Wathan Muhammadiyah Daerah Kota Tebing Tinggi, Coffee Camp adalah perpanjangan dari pendidikan karakter. Kader tidak hanya dilatih baris-berbaris atau ketangkasan lapangan, tetapi juga ketangguhan hidup. Bahwa kemandirian bukan sekadar slogan, melainkan dilatih melalui kerja nyata: melayani dengan ramah, menghitung dengan cermat, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan.

Sementara itu, bagi Majelis Ekonomi Muhammadiyah Daerah Kota Tebing Tinggi, Coffee Camp menjadi ruang praktik. Sebuah laboratorium kecil tempat gagasan ekonomi umat diuji dalam kenyataan. Tidak semua harus langsung besar. Justru dari usaha yang sederhana inilah tumbuh pengalaman, kesadaran pasar, serta kepekaan sosial.

Pilihan pada kopi juga bukan tanpa makna. Kopi mengajarkan kesabaran: dari biji, disangrai, digiling, diseduh, lalu dinikmati. Begitulah proses membangun ekonomi. Ia membutuhkan waktu, ketekunan, dan konsistensi—bukan jalan pintas.

Lebih dari itu, Coffee Camp mengajarkan satu nilai utama yang selalu kita yakini: bermanfaat bagi sesama. Sebagaimana prinsip hidup yang diajarkan Nabi Muhammad ﷺ, sebaik-baik manusia adalah yang paling memberi manfaat bagi manusia lainnya. Jika kelak Coffee Camp mampu membuka ruang belajar, melatih kader, dan menggerakkan ekonomi kecil di sekitarnya, maka di situlah makna kehadirannya.

Usaha ini mungkin masih sederhana. Namun sejarah sering kali berawal dari langkah kecil yang dijalani dengan niat besar dan istiqamah. Coffee Camp adalah pengingat bahwa dakwah tidak selalu di mimbar, dan pengabdian tidak selalu berupa pidato. Kadang ia hadir dalam secangkir kopi, disajikan dengan senyum, dikelola dengan amanah, dan diniatkan untuk kebaikan umat.

Semoga ikhtiar Majelis Ekonomi dan Hizbul Wathan Muhammadiyah Daerah Kota Tebing Tinggi ini menjadi jalan belajar, jalan pengabdian, dan jalan kemandirian, bagi kader, bagi persyarikatan, dan bagi masyarakat. (*)

 

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Exit mobile version