TAJDID.ID~Medan || Lembaga Penggerak Ekonomi Umat (LPEU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara menyambut baik langkah pemerintah yang menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 triliun kepada peternak ayam sebagai bagian dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Bidang Ekonomi MUI Sumut, yang juga Pengarah Lembaga Penggerak Ekomomi Umat MUI Sumut, Putrama Alkhairi, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di sektor peternakan rakyat.
“Kebijakan KUR ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi peternak ayam rakyat serta mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Putrama di Medan, Ahad (1/2).
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penyaluran KUR harus disertai dengan pengawasan dan pendampingan yang serius agar benar-benar tepat sasaran. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa pembiayaan tersebut berpihak kepada peternak kecil dan menengah, bukan justru didominasi oleh pelaku usaha besar.
“Skema pembiayaan harus adil, mudah diakses, dan tidak memberatkan peternak. Jika tidak diawasi dengan baik, kebijakan ini berisiko dinikmati segelintir pihak saja,” tegasnya.
Selain aspek pembiayaan, Putrama juga mendorong agar program KUR tersebut disinergikan dengan penguatan ekosistem halal, peningkatan kualitas produksi, serta adanya jaminan harga yang adil bagi peternak. Dengan begitu, manfaat kebijakan ini tidak bersifat jangka pendek.
“KUR untuk peternak ayam harus menjadi instrumen nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan mewujudkan keadilan sosial, bukan sekadar penopang sementara program MBG,” ujarnya.
Putrama menambahkan, LPEU MUI Sumatera Utara siap berkolaborasi dengan pemerintah serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program KUR ini berjalan secara optimal, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Kami terbuka untuk bersinergi agar kebijakan ini benar-benar berdampak pada peningkatan kesejahteraan peternak dan ekonomi umat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

