TAJDID.ID~Semarang || Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur meraih penghargaan sebagai LDK Terbaik dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Rakornas yang mengusung tema “Akselerasi Dakwah Muhammadiyah Terpadu” ini digelar di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Jawa Tengah, pada 29–31 Januari 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta dari seluruh Indonesia dan dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haidar Nashir.
Dalam sambutannya, Prof. Haidar menegaskan bahwa dakwah komunitas merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Muhammadiyah. Menurutnya, dakwah tidak boleh berhenti pada aspek seremonial, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menghadirkan perubahan sosial yang nyata.
“Spirit gerakan Muhammadiyah adalah gerakan al-Ma’un, yakni memanifestasikan ajaran Islam dalam bentuk aksi sosial yang memajukan dan memakmurkan masyarakat berdasarkan prinsip-prinsip Islam,” ujarnya.
Rakornas ini juga dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. Dzulkifli Hasan. Ia mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah dalam pemberdayaan masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena Muhammadiyah memiliki peran penting dalam memajukan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup umat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, LDK PWM Jawa Timur dinobatkan sebagai LDK terbaik. Penghargaan diterima oleh Wakil Ketua LDK PWM Jawa Timur, Ust. Koko Soesantho, S.Ag., M.Si. Ia menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh unsur LDK. “Penghargaan ini adalah hasil dari soliditas, kreativitas, dan semangat dalam mengemban dakwah Islam berkemajuan,” ujarnya.
Ust. Koko menambahkan, saat ini LDK PWM Jawa Timur membina berbagai komunitas, antara lain Muallaf Center, anak jalanan, komunitas Pejuang Damai yang beranggotakan mantan narapidana terorisme yang telah berkomitmen terhadap NKRI, komunitas Disabilitas Mandiri, serta sejumlah komunitas lainnya. Selain itu, pihaknya terus mendorong LDK di tingkat daerah untuk aktif melakukan pembinaan dan pendampingan sebagai bentuk dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan.
Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. Sholihin Fanani, S.Ag., M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan pentingnya tindak lanjut hasil Rakornas di tingkat wilayah.
“Kita harus menghadirkan gerakan dakwah yang lebih aplikatif dan benar-benar menyentuh masyarakat, terutama di lapisan bawah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dakwah komunitas merupakan wujud kepedulian Muhammadiyah dalam memperkuat akidah dan ibadah masyarakat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan melalui sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Lazismu.
Penulis: KS

