Site icon TAJDID.ID

Masjid sebagai Pusat Ilmu, Pesan Tarjih dari Kajian Ahad Pagi Masjid Istiqlal Dukuhturi

TAJDID.ID~Brebes || Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Dukuhturi Cabang Bumiayu menggelar Kajian Rutin Ahad Pagi di Masjid Istiqlal Dukuhturi, Ahad, 25 Januari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 150 jamaah dari berbagai kalangan dan menghadirkan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas, KH Ahmad Kahar Muzakki, M.Ag., sebagai pemateri.

Takmir Masjid Istiqlal Dukuhturi, Drs. H. Abdul Mufti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada PRM Dukuhturi atas konsistensi menghidupkan masjid melalui kajian rutin setiap hari jum’at dan ahad pagi. “Kami bersyukur Masjid Istiqlal terus dihidupkan dengan pengajian. Inilah ikhtiar bersama agar masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat, bukan sekadar tempat ibadah ritual,” tuturnya.

Menurut Abdul Mufti, keberlangsungan kajian rutin sangat bergantung pada sinergi antara ranting, takmir, dan jamaah. “Harapan kami, Masjid Istiqlal menjadi rumah bersama, tempat jamaah merasa nyaman untuk belajar, bersilaturahmi, dan tumbuh dalam keimanan serta kepedulian sosial,” imbuhnya.

Dalam kajiannya, KH Ahmad Kahar Muzakki menegaskan pentingnya umat Islam memahami dan mengamalkan ajaran agama secara berlandaskan manhaj tarjih Muhammadiyah. “Beragama itu harus dengan ilmu. Manhaj tarjih Muhammadiyah membimbing kita agar memahami Islam secara rasional, berlandaskan dalil, serta berorientasi pada kemaslahatan umat,” ujarnya di hadapan ratusan jamaah.

Ia juga mengingatkan bahwa masjid memiliki peran strategis dalam membangun peradaban umat. “Masjid jangan hanya ramai saat shalat, tetapi juga harus hidup dengan kajian, dialog keilmuan, dan pembinaan yang mencerahkan,” tambahnya.

Salah satu jamaah, Drs. Fatkhurokhim, menilai Kajian Ahad Pagi dan Kajian Jum’at Pagi di Masjid Istiqlal memiliki peran penting dalam menjaga semangat belajar agama warga. “Kajian seperti ini sangat kami butuhkan. Di tengah kesibukan, pengajian Ahad dan Jum’at pagi menjadi ruang untuk menenangkan diri sekaligus memperdalam pemahaman agama,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan menjangkau lebih banyak jamaah. “Mudah-mudahan kajian ini terus berjalan dan bisa menarik generasi muda agar masjid semakin hidup dan menjadi pusat pencerahan,” katanya.

Kajian rutin ini menjadi bagian dari upaya PRM Dukuhturi dalam menguatkan peran ranting sebagai basis utama gerakan dakwah Muhammadiyah. Melalui pengajian yang terjadwal dan terarah, masjid diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, pembinaan, dan penguatan umat di tingkat akar rumput.

Ke depan, PRM Dukuhturi bersama Takmir Masjid Istiqlal berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan keberlanjutan kajian, baik dari sisi materi, pemateri, maupun partisipasi jamaah. Sinergi ini diharapkan mampu memperkokoh dakwah Muhammadiyah yang membumi, mencerahkan, dan berkemajuan (*)

✒️ Tarqum Aziz JurnalisMu Banyumas Raya

Exit mobile version