Site icon TAJDID.ID

Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA

TAJDID.ID~Tuban || Upaya melestarikan budaya batik dilakukan dengan cara unik dan menyenangkan oleh SD Muhammadiyah 1 Bancar melalui MuTu Fest (Muhammadiyah Tuban Festival) Membatik, yang digelar pada Sabtu, (24 /01/ 2026). Kegiatan ini sukses menarik antusias puluhan peserta sejak pukul 08.00 WIB.

Peserta festival membatik ini merupakan siswa-siswi TK (Taman Kanak-kanak) dan RA (Raudhatul Athfal) se-Kecamatan Bancar.

Mereka tampak antusias mengikuti setiap tahapan membatik, mulai dari menggambar pola hingga mencanting kain, dengan pendampingan guru dan siswa ekstrakurikuler membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar.

Ketua Panitia MuTu Fest, Jumali, mengatakan festival membatik ini digelar sebagai upaya menumbuhkan bakat seni sekaligus membudayakan batik kepada generasi sejak usia dini. Batik sendiri merupakan warisan budaya Indonesia yang telah diakui oleh UNESCO.

“Kami mengadakan festival membatik ini agar generasi selanjutnya mengenal batik dan mampu membatik sejak dini,” ujar Jumali.

Senada dengan itu, Kepala SD Muhammadiyah 1 Bancar, Suwanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan batik kepada anak-anak sejak usia taman kanak-kanak, sehingga kecintaan terhadap budaya lokal dapat tumbuh lebih awal.

Ia juga menambahkan bahwa SD Muhammadiyah 1 Bancar menjadi satu-satunya sekolah di Kecamatan Bancar yang memiliki ekstrakurikuler membatik tulis menggunakan canting, sebuah keunggulan yang ingin dikenalkan kepada masyarakat luas.

Suwanto berharap festival membatik ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah lain sekaligus menumbuhkan semangat bersama untuk terus menjaga dan melestarikan budaya bangsa.

“Semoga kegiatan ini menjadi pengingat agar kita tidak lupa pada akar budaya kita sendiri,” pungkasnya.

Selama kegiatan berlangsung, suasana festival terlihat semarak. Anak-anak tampak ceria dan bersemangat membatik, sementara para wali siswa yang mendampingi juga ikut terlibat langsung dalam proses membatik bersama anak-anak mereka.

Salah satu wali siswa, Asia, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Sangat menyenangkan bisa belajar membatik di festival ini. Kegiatan seperti ini sangat bagus untuk melatih kreativitas anak-anak,” ungkapnya. (*)

 

Pebulis: Makih / Iwan

Exit mobile version