TAJDID.ID~Kendari || PC IMM Kendari menggelar bedah buku IMM Autentik dalam rangka menghidupkan gerakan intelektual, Ahad (18/1/2026). Acara yang digelar secara daring via Zoom Meeting ini menghadirkan penulis buku, Ahmad Soleh.
Dalam pemaparannya, Soleh menjelaskan bahwa buku IMM Autentik yang terbit tahun 2021 di Penerbit Suara Muhammadiyah ini merupakan ejawantah dari keresahan melihat realitas IMM. “Melihat realitas yang terus berubah, membuat saya merasa perlu mencatat berbagai perkembangan di IMM,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan mengenai terminologi autentik yang digunakan dalam judul buku tersebut. “Autentik di sini merupakan refleksi dari ciri gerakan Muhammadiyah, yakni pemurnian, pemurnian dalam hal nilai-nilai gerakan. Jadi, IMM Autentik itu bukan klaim, tapi proses untuk terus menggali nilai-nilai IMM,” ungkap Soleh.
Selain itu, ia melanjutkan, penulisan buku ini juga dilandasi semangat dinamisasi gerakan IMM. “Dinamisasi di sini dalam konteks strategi gerakan, pola gerakan, hingga manifestasi dakwah yang berkemajuan,” ungkapnya.
Menukil tulisan Kuntowijoyo soal kelahiran generasi kader yang tidak mengenal organisasi Muhammadiyah, Soleh menegaskan bahwa IMM punya tanggung jawab untuk memastikan bahwa kader-kadernya mendapatkan internalisasi ideologi yang memadai.
“Jangan sampai apa yang diungkapkan Kuntowijoyo terjadi di generasi kita, tugas kita untuk terus mengkader, menginternalisasi nilai-nilai dalam setiap gerak IMM,” ungkapnya.
Ia juga menyentil adanya kader yang mencatut nama Muhammadiyah untuk melaporkan komika Pandji Pragiwaksono dalam penampilan bertajuk Mens Rea di kanal Netflix. “Ini kan contoh bagaimana kader bergerak sendiri, tapi mengklaim seolah-olah mewakili semua kader, padahal di IMM kita belajar untuk bergerak secara kolektif, tidah gegabah, dan mengedepankan prinsip amal ilmiah,” ungkap Soleh.
Bedah buku ini pun dilanjutkan dengan sejumlah diskusi mendalam bersama peserta dan penanggap. Adapun penanggap yang hadir, yaitu Ahmad Baiquni, ketua bidang RPK PC IMM Kendari. (*)

