Site icon TAJDID.ID

Aisyiyah: Pilar Penyangga Utama Gerakan Muhammadiyah

Oleh: Jufri

Pegiat Sosial Politik dan Dakwah Kebangsaan

Pasangan serasi dari Muhammadiyah bukan sekadar soal sejarah, tetapi soal makna. Dan di situlah Aisyiyah berdiri. Bukan hanya karena pendiri Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah pasangan suami istri—KH Ahmad Dahlan dan Nyi Walidah—melainkan karena Aisyiyah sejak awal lahir sebagai kekuatan ideologis, moral, dan praksis dalam tubuh gerakan Muhammadiyah.

Aisyiyah bukan bayang-bayang Muhammadiyah. Ia adalah cahaya yang berjalan seiring. Ia bukan pelengkap, tetapi penyangga. Ia bukan penonton, tetapi penggerak. Sejak mula, Aisyiyah memikul mandat sejarah sebagai pilar utama gerakan Islam berkemajuan yang membumi, menyentuh langsung persoalan umat: pendidikan, kesehatan, keluarga, ekonomi, dan martabat perempuan.

Karena peran strategis itulah, Aisyiyah diberi mandat sebagai organisasi otonom khusus. Sebuah pengakuan bahwa kekuatan perempuan bukan sekadar simbol, melainkan energi perubahan. Dengan status itu, Aisyiyah dimungkinkan memiliki dan mengelola amal usaha sendiri di berbagai bidang: sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, klinik, panti asuhan, koperasi, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Namun semua amal usaha itu tetap berada dalam badan hukum Muhammadiyah sebagai induk organisasi. Ini menunjukkan bahwa kemandirian Aisyiyah justru menguatkan kesatuan gerakan, bukan memisahkannya.

Kehadiran Aisyiyah dalam Muhammadiyah adalah kehadiran yang menyeimbangkan. Ketika gerakan terlalu kaku, Aisyiyah menghadirkan sentuhan nurani. Ketika langkah terasa berat, Aisyiyah menyuntikkan semangat. Ketika wacana terlalu elitis, Aisyiyah membumikannya dalam kerja-kerja sosial yang nyata.

Aisyiyah bukan hanya mengurus perempuan. Ia mengurus peradaban. Ia mendidik generasi. Ia merawat kehidupan. Dan dari tangan-tangan para perempuan Aisyiyah itulah, Islam berkemajuan menjadi wajah yang ramah, adil, dan membebaskan.

Muhammadiyah tanpa Aisyiyah bukanlah Muhammadiyah yang utuh. Sebab gerakan besar tidak hanya ditopang oleh ide, tetapi oleh jiwa. Dan jiwa itu, dalam Muhammadiyah, salah satunya hidup melalui Aisyiyah.

Inilah pasangan serasi itu: Muhammadiyah dan Aisyiyah. Bukan karena romantika sejarah semata, tetapi karena kesatuan visi dan keteguhan amal dalam membangun umat dan bangsa.

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Exit mobile version