Site icon TAJDID.ID

Wakil Ketua PDM Makassar, Bawa Hikmah Isra Mi’raj di Khutbah Jumat, Begini Pesannya

TAJDID.ID~Makassar || Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH. Sudirman S.Ag mengupas tuntas perjalanan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW saat membawakan khutbah Jumat dimasjid Agung Tajdidul Iman yang terletak di Desa Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, Jumat (15/1/2026) siang.

Dalam paparannya dihadapan sekira 500 orang jamaah itu, Kiai Sudirman menegaskan keagungan perintah mendirikan shalat, yang langsung datang dari Allah SWT.

“Maka puncak dari Isra’ Mi’raj adalah perintah shalat. Bukan turun di bumi, bukan lewat malaikat, tetapi langsung di Sidratul Muntaha. Maka jangan heran jika shalat menjadi tolok ukur keislaman seseorang. Barang siapa meremehkan shalat, sejatinya ia sedang meremehkan hadiah Isra’ Mi’raj.” Tegas Kiai Sudirman.

Betapa pentingnya perintah shalat ini, kata Kiai Sudirman, sehingga seorang muslim, harus menjadikan shalat itu juga penting dalam kehidupannya. Sehingga jangan sampai shalat kita tergadai oleh kesibukan – kesibukan receh yang sifatnya duniawi.

“Asholatu Mi’rajul Mukminin” (الصلاة معراج المؤمنين) artinya “Shalat adalah mi’raj (perjalanan spiritual) orang mukmin,” sebuah ungkapan hikmah yang menggambarkan shalat sebagai momen perjumpaan spiritual tertinggi seorang hamba dengan Allah SWT,” Tambah Kiai Sudirman.

Maka dari pesan Isra Mi’raj ini, adalah perintah shalat, yang sangat penting dan betul-betul penting. “Jangan pernah meremehkan shalat, perhatikan waktunya, bacaannya, hingga gerakannya. Hati akan merasakan apa yang kita ucapkan sehingga dengan shalat yang baik, Insya Allah akan melahirkan pribadi yang baik dan berkualitas pula, Insya Allah” tambah Kiai Sudirman.

Sebelum peristiwa Isra Mi’raj, kata Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio swasta dan RRI di Makassar itu, Rasulullah SAW mengalami puncak kesedihan atau (Amul Huzni).

“Saat itu nabi SAW mengalami puncak kesedihan. Pertama meninggalnya sosok yang menopang perjuangan dakwah beliau, yakni istri tercinta, donatur terbaik Khadijah Radhiallahu Anha. Wanita yang menjadi pendukung berat dakwah Rasulullah SAW. Dan kedua saat meninggalnya Abu Thalib, paman Rasulullah SAW sebagai pembela dakwah, yang membuat kaum kafir tidak berani menganggu secara fisik dakwah Rasulullah SAW.” Jelas Kiai Sudirman.

Tapi begitu keduanya meninggal, kata Kiai Sudirman, nyawa Rasulullah SAW, terancam. “Beliau tidak bisa lagi bergerak leluasa di Mekkah hingga akhirnya diusir. Maka nabi Muhammad SAW, mencari perlindungan dan dukungan ke kota Thaif, dengan harapan ada yang men-support dan mendukung dakwah beliau.” Jelas kiai.

Sayangnya saat nabi SAW melakukan dakwah ke Thaif, beliau mendapat penolakan keras, dilempari batu hingga berdarah, “Tetapi beliau tetap berdoa agar penduduknya mendapat hidayah, sebuah peristiwa yang menguji kesabaran dan mengawali perjalanan menuju Isra Mi’raj sebagai penghiburan dari Allah SWT.” Tandas Kiai yang berharap kepada seluruh kaum umat muslim agar menomorsatukan perintah shalat sebagai jati diri seorang muslim.

Dalam kegiatan Jumatan tersebut, juga terlihat beberapa anak anak santri dari Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, yang ditemani para ustad mereka ikut memadati masjid tersebut. (*)

Penulis: As Salim

Exit mobile version