TAJDID.ID~Takengon || Pimpinan Pusat Muhamadiyah tetap berkomitmen melanjutkan pengiriman gelombang ketiga tim Kesehatan ke daerah terpencil dan terisolasi di Kabupaten Aceh Tengah. Kawasan menjadi lokasi terdampak sangat parag dan mengisolasi ratusan desa akibat banjir bandang akhir November lalu.
Lebih sebulan, proses tanggap darurat belum selesai, khususnya masalah kesehatan karena merupakan salah satu kebutuhan dasar utama manusia.
Banjir dan longsor mengakibatkan masyarakat terdampak harus mengungsi di tempat pengungsian dan itu menyebabkan kondisi kesehatan menurun sehingga perlu mendapat perhatian prioritas untuk ditangani.
Muhammadiyah melalui terus mendorong pelayanan yang maksimal, terurama bagi warga yang berada di tempat – tempat pengungsian.
Pelayan yang diberikan Muhammadiyah kali ini merupakan gelombang ketiga dengan menerjunkan sebanyak 27 orang tim kesehatan lengkap peralatan dan obat. Tim medis Muhammadiyah ini berasal dari RS PKU Bumi Ayu, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), RS PKU Boyolali dan Universitas Ahmad Dahlan ( UAD) Jogjakarta.
Mereka dibagi menjadi 2 tim pos pelayanan, masing-masing di Kecamatan Ketol yang merupakan daerah terdampak yang cukup parah akibat banjir jalan longsor dan jembatan hanyut.
Untuk masuk ke kawasan ini, harus melalui jalan yang menantang, dan tim berjibaku menyeberangi sungai di atas seutas tali seling baja.
Di Kecamatan Ketol tim membuka 1 titik Puskesmas Mini di Desa Kekuyang dan Mobile-Clinic ke desa cakupan Bur lah, Bugeara dan Bintang Pepara.
Kemudian satu tim lainnya nembuka pos pelayanan di Desa Bergang dengan cakupan Desa Pantan Redup dan Karang Ampar.
Tim Kesehatan Muhammadiyah ini diberangkatkan oleh Sekertaris Poskorda Muhamadiyah Aceh Tengah Agusnaidi Budaya S. Psi yang diterima langsung Bapak Camat Ketol Zumara W Kutarga dengan ucapan Terima kasih atas bantuan Muhamadiyah.
Zumara memberi apresiasi dan penghargaan kepada tim kesehatan Muhammadiyah yang mendukung upaya pemulihan kesehatan masyarakat yang terdampak.
Camat Ketol itu sangat diharapkan layanan medis dari tim kesehatan Muhammadiyah dapat terus dilanjutkan karena kualitas kesehatan mereka terdegradasi karena lingkingan yang jelek.
Muhammadiyah dalam menghadapi tanggap bencana di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat telah menerjunkan ratusan dokter dan tim medis lainnya ke berbagai daerah melalui MDMC/ Lemba Resiliensi Bencaba. Untuk pengiriman tenaga medis dilakukan melalui koordinasi EMT ( Emergency Medical Team) yang sudah memiliki sertifikasi internasional. (SHd)

