TAJDID.ID~Takengon || Puskesmas Mini Universitas Muhamadiyah Makassar (UNMUH) yang berada di Desa Serule Kecamatan Bintang Kecamatan Aceh Tengah merujuk dan menerbangkan tiga pasien kritis ke RSU Datu Beru, Takengon, Jumat (2/1). Kondisi tiga pasien yang semakin lemah itu membutuhkan perawatan intensif.
Tim kesehatan Muhammadiyah asal UNMUH Makasar itu berada di desa Serule, Aceh Tengah, satu kawasan yang terdampak dan terisolasi parah. Tim medis UNMUH melakukan perawatan medis kepada masyarakat di sana dan kemudian menemukan tiga pasien yang kondisinya membutuhkan rawatan lanjut.
Berita terkait:
Menurut dokter dr. Nessy Raina Sara anggota tim kesehatan Poskorda Muhammadiyah Aceh Tengah bahwa ketiga pasien tersebut harus dievakuasi mengingat kondisi ya sudah lemah yang harus dirujuk ke rumah sakit.
Setelah berkoordinasi dengan BNPB dan RSU Datu Beru ketiga pasien tersebut menggunakan helikopter BNPB.
Identitas tiga pasien yang diterbangkan ke RSU Datu Beru adalah:
1. Ny. Fatimah (55 ) : HT + Susp. Dyslokasi DD Fraktur Genu Dextra. Pasien mengaku sangat nyeri pada lutut sejak 3 minggu ini karena terkena kayu waktu kejadian longsor, pasien sampai tidak bisa berjalan dan sangat nyeri. Saat ini hanya memakai tongkat.
2. Ny. Rani (62 ) Dx: General Weakness + Febris hari ke 13. Pasien sangat lemas dan obat oral masih tidak berpengaruh banyak. Mual (+) muntah (+) bab encer mulai hari ini.
3. Ny. Hasia (30) ibu hamil, Dx : G4P2A1 Gravid 36-37 minggu (8 bulan), Catatan : Belum pernah USG
Pemberian Makan Bergizi
Masih dari Aceh Tengah, Majelis Kesehatan Pimpinan Pusat Aisyiyah meluncurkan program pemberian makanan bergizi pada kelompok rentan balita ibu hamil dan ibu menyusui pada wilayah dampak bencana.
Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Aceh Tengah Khuriyah pada Jumat 2 Januari 2026 menyampaikan program ini akan direalisasikan pada desa Mendale yang dilanda banjir bandang yang menyapu perumahan persawahan dan kebun dengan tingkat kerusakan parah.
Menurut Khuriyah ibu hamil, balita dan ibu menyusui yang berkekurangan gizi saat bencana sangat rentan terhadap penyakit’sehingga perlu dilakukan pencegahan sejak dini maka kami segera melakukan kerja nyata dengan melakukan pendataan terhadap ibu hami, ibu menyusui dan balita selanjutnya pemberian makanan bergizi sampai pemantauan 3 bulan kedepan untuk mengevaluasi perkembangan pemberian makan bergizi tersebut.
Ketua tim Tanggap Bencana Muhammadiyah Aceh Tengah, Yan Budianto, menjelaskan Muhammadiyah terus pro-aktif untuk melakukan respon terhadap korban bencana. Dengan pengiriman tim medis ke Serule dan Linge. Di Serule menerjunkan tim medis dari UNMUH Makasar sedang di Linge menerjunkan tim medis dari UMY Yogyakarta dan UAD Yogyakarta. Muhammadiyah juga memberikan santuan kepada warga penyintas di beberapa lokasi.
Muhammadiyah akan terus melakukan monitoring dan respon untuk kawasan-kawasan yang terdampak. (*)
✒️ SHd

