TAJDID.ID~Langkat || Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak serius terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak. Menyikapi kondisi tersebut, Relawan Alumni Dompet Dhuafa melaksanakan asesmen kebutuhan berbasis sekolah dalam program Respon Darurat Pendidikan yang diinisiasi Dompet Dhuafa, Ahad (29/12/2025).
Asesmen dilakukan di tiga satuan pendidikan yang terdampak banjir, yakni Yayasan Pendidikan Islam Indonesia (YPII), RA As-Salam, dan SDIT Al-Anshar. Kegiatan ini bertujuan memetakan kebutuhan mendesak sekolah agar proses pembelajaran dapat kembali berlangsung secara aman dan bermakna pascabencana.
Hasil asesmen menunjukkan kerusakan cukup signifikan. Sejumlah meja dan kursi hanyut terbawa arus, perpustakaan terendam lumpur setinggi lutut, hasil karya murid rusak, serta aset digital pendukung pembelajaran tidak lagi dapat digunakan.
“Saat itu yang kami pikirkan adalah aset-aset sekolah yang sejatinya mendukung kebutuhan belajar murid-murid,” ujar Kepala SDIT Al-Anshar, Hj. Rabitah Irham.
Salah satu metode PFA yang digunakan adalah kegiatan membaca nyaring. Melalui pendekatan tersebut, anak-anak diajak untuk kembali merasa aman, mengekspresikan emosi, serta membangun kembali rasa nyaman di lingkungan sekolah. Aktivitas sederhana ini dinilai penting dalam mendukung kesehatan mental anak pascabencana.
“Pendidikan dalam situasi darurat tidak hanya berbicara tentang bangunan dan fasilitas, tetapi juga tentang rasa aman serta keberlanjutan mimpi anak-anak,” ungkap Mahniar Sinaga, relawan dari Dompet Dhuafa.
Sebanyak 115 anak tercatat mengikuti kegiatan pemulihan tersebut dan menunjukkan antusiasme untuk kembali belajar. Kehadiran program Respon Darurat Pendidikan diharapkan dapat membantu sekolah dan peserta didik bangkit, sekaligus memastikan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi meski berada dalam situasi darurat.
Melalui kolaborasi ini, Dompet Dhuafa menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang berpihak pada anak, termasuk di tengah kondisi krisis dan bencana. (*)

