TAJDID.ID~Takengon || Muhammadiyah menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tengah dengan menerjunkan 10 tenaga medis ke wilayah terpencil Kecamatan Bintang.
Tim medis tersebut berasal dari Universitas Muhammadiyah Makassar dan dipimpin oleh Dr. Zulfahmi. Mereka ditugaskan melayani warga di Desa Serule, Jamur Konyel, dan Atu Payung—tiga desa yang hingga kini masih terisolasi akibat terputusnya akses jalan pascabanjir bandang.
Ketua Pos Koordinasi Daerah (Poskorda) Tanggap Bencana Muhammadiyah Aceh Tengah, Yan Budianto, mengatakan bahwa untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh perjalanan ekstrem. “Sebagian wilayah hanya dapat diakses dengan berjalan kaki selama lebih dari 12 jam dengan medan yang cukup berat akibat terjangan banjir bandang,” ujarnya kepada media, Jumat (3/1/2026).
Yan menjelaskan, program layanan kesehatan ini disambut baik oleh Bupati Aceh Tengah. Pasalnya, warga di daerah terdampak telah sebulan lebih menghadapi kondisi darurat dan mulai mengalami berbagai keluhan kesehatan, sementara layanan serupa masih sangat terbatas.
“Atas dukungan pemerintah daerah, sebagian tim medis diantar menggunakan helikopter BNPB, sedangkan sebagian lainnya harus berjalan kaki menuju lokasi,” jelas Yan.
Setibanya di lapangan, tim membuka Puskesmas Mini dengan membawa obat-obatan lengkap serta peralatan medis pendukung. Layanan kesehatan ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai 30 Desember 2025.
Lebih lanjut, Yan Budianto menegaskan bahwa Muhammadiyah Aceh Tengah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang tergabung dalam Poskorda Aceh Tengah terus berupaya memberikan pertolongan maksimal bagi warga terdampak bencana.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan para donatur yang telah memberikan dukungan melalui Poskorda Tanggap Bencana Muhammadiyah yang berpusat di Perguruan Muhammadiyah Mampak, Takengon.
“Solidaritas ini menjadi kekuatan penting dalam memastikan pelayanan kemanusiaan tetap menjangkau masyarakat di wilayah paling sulit sekalipun,” pungkasnya. (*)
✒️ SHd

