No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Kesalehan Ekologis

13 Desember 2025
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

Sering kali kita mengukur kesalehan hanya dari seberapa rajin seseorang beribadah di masjid, seberapa fasih ia membaca Al-Qur’an, atau seberapa khusyuk doanya. Padahal, ada satu bentuk kesalehan lain yang kerap luput dari perhatian kita: yakni kesalehan dalam menjaga bumi.

Lingkungan hidup bukan sekadar latar tempat manusia menjalani kehidupan, melainkan amanah langsung dari Allah SWT. Alam dengan segala keindahan dan keteraturannya adalah karunia yang tak ternilai. Hutan yang hijau, air yang mengalir, udara yang kita hirup—semuanya bukan hasil kebetulan, melainkan tanda kasih sayang dan kebesaran-Nya.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, serta pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran: 190)

Ayat ini bukan hanya ajakan untuk mengagumi ciptaan-Nya, tetapi juga peringatan agar kita tidak merusaknya. Merenungi alam seharusnya melahirkan rasa syukur, dan rasa syukur sejati selalu diwujudkan dalam sikap menjaga.

 

Manusia: Khalifah, Bukan Perusak

Dalam Islam, manusia diberi kedudukan mulia sebagai khalifah di bumi. Artinya, kita bukan pemilik mutlak alam, melainkan pengelola yang diberi mandat. Allah SWT menegaskan:

“Dia telah menciptakan kamu dari bumi dan menjadikan kamu pemakmurnya.” (QS. Hud: 61)

Memakmurkan bumi bukan berarti mengeruknya tanpa batas, apalagi merusaknya demi keuntungan sesaat. Memakmurkan berarti mengelola dengan bijak, adil, dan penuh tanggung jawab, agar alam tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya.

Namun realitas hari ini justru menyedihkan. Polusi semakin pekat, hutan semakin gundul, sungai kehilangan kejernihannya, dan iklim kian tak menentu. Ironisnya, semua itu sebagian besar adalah ulah manusia sendiri.

 

Dari Kesadaran ke Tindakan Nyata

Kesalehan ekologis tidak selalu menuntut tindakan besar. Ia justru lahir dari kesadaran kecil yang dilakukan secara konsisten. Mengurangi plastik sekali pakai, menghemat air dan listrik, menanam pohon, memilah sampah, atau ikut menjaga kebersihan lingkungan—semuanya adalah bentuk ibadah jika diniatkan karena Allah.

BACA JUGA

Open Recruitment Koordinator Daerah Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU), Yuk Gabung!

SUMU Open Recruitment Koordinator Daerah untuk Memperkuat Jaringan Menuju 30 Ribu Anggota

INJI Warrior Camp 2 Digelar, Tantangan Jurnalis Ungkap Kejahatan Lingkungan dan Satwa

UMSU Borong Medali di Ajang Abdidaya PPK Ormawa 2024 di Bali

Milad IPM ke-65: Menyiapkan Kader Berkemajuan, Mencerahkan Bangsa dan Semesta

Analisis Faksionalisme, Akomodasi Politik, dan Paradoks Pelembagaan: Studi Kasus Partai Golkar Sumatera Utara

Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa menanam pohon adalah amal jariyah. Setiap makhluk yang memanfaatkan pohon tersebut—bertengger, berteduh, atau memakan buahnya—akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi penanamnya.

 

Merawat Bumi, Mendekatkan Diri kepada Allah

Menjaga lingkungan bukan sekadar kewajiban sosial atau tren gaya hidup modern. Dalam Islam, ia adalah wujud keimanan. Ia adalah cara lain untuk menunjukkan cinta kepada Sang Pencipta melalui penjagaan terhadap ciptaan-Nya.

Ketika kita merawat bumi, sejatinya kita sedang merawat masa depan. Kita sedang menunaikan amanah sebagai khalifah, sekaligus mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi anak cucu kita.

Mari kita niatkan setiap langkah kecil—menghemat air, menanam pohon, mengurangi sampah—sebagai ibadah. Sebab bumi ini bukan milik kita sepenuhnya. Ia adalah titipan Allah SWT. Dan kelak, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas bagaimana kita menjaganya.

Kesalehan ekologis adalah ibadah yang hidup, nyata, dan terus mengalir pahalanya.

 

Kesalehan Ekologis dan Tanggung Jawab Para Pemimpin

Namun, kesalehan ekologis tidak cukup berhenti pada kesadaran individu semata. Ia harus hidup dan berakar kuat dalam diri para pemimpin dan pemangku kekuasaan. Sebab, keputusan politik dan kebijakan publik memiliki dampak yang jauh lebih besar terhadap kelestarian alam dibandingkan tindakan perorangan.

Dalam Islam, kepemimpinan adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Rasulullah SAW bersabda bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Maka, ketika seorang pemimpin menandatangani izin tambang yang merusak hutan, membuka lahan tanpa kendali, atau mengabaikan daya dukung lingkungan, sesungguhnya ia bukan hanya mengambil keputusan administratif—tetapi juga memikul dosa ekologis yang dampaknya bisa menjalar lintas generasi.

Kebijakan yang abai terhadap lingkungan pada akhirnya akan kembali menghantam rakyat dalam bentuk banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan, dan krisis pangan. Bencana-bencana itu sering kali bukan semata takdir alam, melainkan akumulasi dari keputusan manusia yang kehilangan kesalehan ekologisnya.

Seorang pemimpin yang beriman seharusnya melihat alam bukan sekadar objek eksploitasi ekonomi, melainkan “ayat-ayat Allah” yang wajib dijaga. Kesalehan ekologis dalam kepemimpinan berarti berani menolak kebijakan yang merusak meski menggiurkan secara finansial, serta berani berpihak pada keberlanjutan meski tidak selalu populer secara politik.

Jika para pemimpin menanamkan nilai iman dalam setiap kebijakan lingkungan, maka pembangunan tidak akan berhadap-hadapan dengan kelestarian alam. Justru sebaliknya, pembangunan akan berjalan selaras dengan prinsip rahmatan lil ‘alamin—membawa kebaikan bagi manusia, alam, dan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.

Kesalehan ekologis, dengan demikian, bukan hanya urusan pribadi, tetapi fondasi moral bagi tata kelola negara. Tanpa itu, kekuasaan mudah tergelincir menjadi alat perusakan. Dengan itu, kekuasaan dapat berubah menjadi jalan ibadah yang menghadirkan keberkahan, bukan keserakahan yang berujung bencana. (*)

Tags: EkologisIslamlingkungan hidupTulisan M. Risfan Sihaloho
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
33
Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

by Mujaddid
7 September 2026
16
Sirkus ‘Cancel Culture’: Hari ini Mengamuk, Besok Lupa, Lusa Memuja
Nasional

Sirkus ‘Cancel Culture’: Hari ini Mengamuk, Besok Lupa, Lusa Memuja

by Mujaddid
20 Agustus 2026
28
Jurus “Ad Hominem”
Nasional

Jurus “Ad Hominem”

by Mujaddid
1 September 2026
31
Kita adalah Bangsa Besar?
Esai

Kita adalah Bangsa Besar?

by Mujaddid
1 September 2026
39
Kerugian Manusia Apa Adanya
Esai

Kerugian Manusia Apa Adanya

by Mujaddid
12 Mei 2026
54
Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?
Islam

Antara Iman dan Aksi: Mengapa Kebenaran Berhenti di Hati?

by Mujaddid
23 Februari 2026
78
Belajar Dewasa dari Perbedaan
Esai

Belajar Dewasa dari Perbedaan

by Mujaddid
18 Februari 2026
46
The Epstein Files dan Dramaturgi
Internasional

The Epstein Files dan Dramaturgi

by Mujaddid
5 Februari 2026
52
Sirkel Pertemanan
Islam

Sirkel Pertemanan

by Mujaddid
30 Januari 2026
74

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Hari Radio Nasional, Fajar Junaedi: Industri Radio Perlu Adaptasi Multiplatform
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.