No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Benarkah Al-Qur’an Terdiri dari 6666 Ayat?

8 Desember 2025
in Esai, Internasional, Islam, Keislaman, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Adrian Yusuf Alfarizi

Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya

 

Ada satu pernyataan yang sudah begitu melekat di telinga masyarakat muslim Indonesia bahwa al-Qur’an terdiri dari 6666 ayat. Mayoritas orang menyebutnya dengan penuh keyakinan, seoalah-olah angka tersebut datang langsung dari wahyu atau dari ijma’ para ulama. Namun Ketika membuka mushaf cetakan kemenag yang dipakai hampir di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, angka yang ditemukan justru 6236 ayat. Karena perbedaan tersebut memunculkan pertanyaan, bagaimana mungkin masyarakat meyakini ada 6666 ayat dalam al-Qur’an, sementara mushaf standar Indonesia memakai 6236 ayat? Apakah terjadi perbedaan isi? Apakah ada versi al-Qur’an yang lain? Atau mungkin jangan-jangan angka 6666 ayat hanyalah mitos yang diwariskan tanpa verifikasi?

Hal pertama yang perlu ditegaskan adalah bahwa al-Qur’an tidak pernah menyebut jumlah ayatnya secara langsung. Dalam sunnah misalnya, Rasulullah SAW juga tidak meninggalkan catatan angka yang pasti mengenai jumlah ayat al-Qur’an. Maka perbedaan ini membuka ruang bagi ulama untuk mengembangkan metode penghitungan ayat berdasarkan tanda waqaf, bentuk bacaan, dan riwayat qira’ah. Lalu darimana angka 6666 berasal?

Beberapa penelitian klasik maupun modern memberikan gambaran, bahwa sebagian ulama membagi ayat-ayat al-Qur’an kedalam beberapa kategori seperti ayat hukum, kisah, janji, ancaman, do’a, dan lain-lain. Yang dimana jika dijumlahkan seluruh kategori tersebut secara longgar terkadang menghassilkan angka 6666. Namun perlu diingat bahwa pembagian ini bersifat subjektif dan tidak pernah menjadi standar penghitungan ayat yang formal.
Selanjutnya, di masa Ketika akses literasi massih terbatas, penceramah sering menyebut angka yang mudah diingat. Frasa “6666 ayat” terdengar rapi dan kuat secara retorik, sehingga mudah diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan, Ketika satu informasi sering diucapkan tanpa tantangan kritis, masyarakat cenderung menganggapnya sebagai kebenaran.

Di Indonesia, qira’ah yang digunakan yaitu qira’ah Hafs ‘an ‘Ashim dengan riwayat Ahl Kufah. para ulama Kufah menetapkan bahwa jumlah seluruh ayat dalam al-Qur’an Adalah 6236 ayat. Yang bertumpu pada beberapa metode, diantaranya Penentuan waqaf yang dianggap paling kuat dalam tradisi qira’ah Irak, Penetapan apakah basmalah dihitung sebagai ayat atau tidak, dan Pemisahan atau penyatuan ayat tertentu berdasarkan riwayat bacaan.

Menariknya, Ahl Kufah bukan satu-satunya mazhab yang menentukan berapa jumlah seluruh ayat dalam al-Qur’an. Para ulama qira’ah memiliki perbedaan pendapat mengenai cara menghitung jumlah ayat dalam al-Qur’an. Terdapat tujuh mazhab yang paling dikenal terkait perbedaan ini.

Pertama, mazhab al-Madani al-Awwal yang diriwayatkan oleh Nafi’ dari gurunya Abu Ja’far (Yazid bin al-Qa’qa’ dan Syaibah bin Nashah). Riwayat inilah yang dibawa oleh ulama Kufah dari ulama Madinah tanpa menyebut nama perawinya secara spesifik. Karena itu, apabila ulama Kufah menyampaikan jumlah ayat al-Qur’an tanpa mencantumkan nama perawi tertentu dari Madinah, maka riwayat itu dianggap sebagai mazhab Al-Madanî al-Awwal, yakni riwayat yang berasal dari jalur Nâfi.

Namun, ulama Kufah dan ulama Bashrah berbeda pandangan mengenai bentuk periwayatan mereka dari Madinah: ulama Kufah meriwayatkannya tanpa mencantumkan nama, sedangkan ulama Bashrah menisbatkannya kepada Warsy dari Nâfi` dari gurunya. Dalam riwayat ulama Kufah jumlah ayat al-Qur’an mencapai 6217 ayat, sementara menurut riwayat Warsy yang dianut ulama Bashrah jumlahnya adalah 6214 ayat. Imam al-Syathibî memilih pendapat ulama Kufah, dan keputusan ini kemudian diikuti oleh Imam al-Dânî.

BACA JUGA

Djaginduang Dalimunthe, Menantu Pak ND Pane

Yunahar Ilyas: Tahun Baru Islam adalah Momen untuk Muhasabah

Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara, UMSU Tuan Rumah Konferensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan

Gerakan Filantropi Muhammadiyah di Desa Godog

Ekonomi Menuju Inflasi

The Power of Resistance: Mengapa Iran Tak Pernah Bisa Ditaklukkan

Kedua, mazhab Al-Madanî al-Akhîr, yang diriwayatkan oleh Isma’îl bin Ja’far dari Sulaimân bin Jimâz melalui Yazîd dan Syaibah. Mazhab ini menetapkan jumlah ayat sebanyak 6214.

Ketiga, mazhab Ahl Makkah, yang disebutkan oleh Imam al-Dânî dan bersandar pada riwayat Abdullah bin Katsîr dari Mujâhid, dari Ibn Abbas, dari Ubay bin Kaab, dari Rasulullah saw.; jumlah ayat menurut mereka adalah 6210.
Keempat, mazhab Ahl Bashrah, diriwayatkan melalui Athâ’ bin Yasâr dan Âshim al-Jahdirî, lalu disandarkan kepada Ayyub bin al-Mutawakkil. Mereka menghitung jumlah ayat sebanyak 6204.

Kelima, mazhab Ahl Damaskus, berdasarkan riwayat Yahyâ al-Dzimârî dari Abdullah bin `Âmir al-Yahshibî dari Abu Dardâ’, dengan penisbatan jumlah ayat ini kepada Utsman bin Affan. Menurut mazhab ini jumlah ayat adalah 6227, dan ada pula riwayat lain yang menyebut 6226.

Keenam, mazhab al-Humushî, dinisbatkan kepada Syuraih bin Yazîd al-Humushî al-Hadhramî, dengan jumlah ayat 6232. Ketujuh, mazhab Ahl Kufah, yang diriwayatkan oleh Hamzah dan Sufyân dari Ali bin Abi Thalib melalui para perawi terpercaya. Menurut mereka jumlah ayat al-Qur’an adalah 6236, yang dikenal sebagai jumlah versi al-Kûfî.
Yang perlu digaris bawahi bahwa Perbedaan ini tidak pernah dipahami sebagai perbedaan isi wahyu. Yang berbeda hanyalah penomoran dan cara membagi ayat, bukan teksnya. Setiap mazhab menggunakan riwayat yang jelas dan bersambung, sehingga semuanya tetap berada dalam koridor keilmuan. Karena secara ilmiah, ada beberapa poin penting, diantaranya teks al-Qur’an itu bersifat mutawatir yang berarti perbadaan itu hanya terletak pada tanda ayat bukan pada isi, perbedaan ini sudah dikenal dan disepakati sejak generasi sahabat dan tabi’in, dan metode penomoran ayat tidak memengaruhi hukum fiqh, tafsir, maupun qira’ah. Sebab ayat tetap dipahami dalam konteksnya, terlepas dari angka yang berada pada samping mushaf.

Dengan demikian, Perdebatan mengenai jumlah ayat sebetulnya bukan masalah substansi wahyu, melainkan masalah Sejarah perkembangan dan metode penghitungan terhadap ayat al-Qur’an secara utuh. Yang lebih penting dari angka tersebut adalah pemahaman terhadap struktur Al-Qur’an itu sendiri, kemudian konteks turunnya ayat, fungsi tafsir, serta kompetensi dalam membaca tradisi qira’ah. (*)

Tags: al-Qur'anJumlah Ayat Al~Qur'an
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Ramadan Tanpa Al-Qur’an: Ibadah Ramai, Tapi Hati Sepi?
Islam

Ramadan Tanpa Al-Qur’an: Ibadah Ramai, Tapi Hati Sepi?

by Mujaddid
20 Februari 2026
54
Ustadz Jatmiko: Jihad Akbar dengan Mensyiarkan Al~Quran
Daerah

Ustadz Jatmiko: Jihad Akbar dengan Mensyiarkan Al~Quran

by Mujaddid
24 Agustus 2025
45
Esai

Tanda-tanda Ilmiah dalam Al-Qur’an: Tekanan Atmosfer

by Mujaddid
29 Mei 2024
233
Berikan Nasihat di Wisuda Tahfidz PPAD, H Abduh Hisyam: Berinteraksi dengan Al Qur’an Tidak Sekedar Menghafal Saja
AUM

Berikan Nasihat di Wisuda Tahfidz PPAD, H Abduh Hisyam: Berinteraksi dengan Al Qur’an Tidak Sekedar Menghafal Saja

by Mujaddid
11 Juli 2023
81
Lelaki Tua ini Reparasi Al-Qur’an yang Rusak Secara Sukarela
Internasional

Lelaki Tua ini Reparasi Al-Qur’an yang Rusak Secara Sukarela

by Mujaddid
9 Juni 2023
159
Ramadhan dan Sejarah al~Qur’an
Esai

Ramadhan dan Sejarah al~Qur’an

by Mujaddid
1 April 2023
207
Kenalan Baru, Baru Kenalan….
Islam

Kenalan Baru, Baru Kenalan….

by Mujaddid
8 September 2022
161
Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan
Kutipan

Sesudah Kesulitan Ada Kemudahan

by Mujaddid
12 Agustus 2021
712
Menyejarah Pikiran Prof Al Yasa Abubakar
Kemuhammadiyahan

Prof Al Yasa’: Tajdid di Muhammadiyah Harus Berdasarkan Al-Qur’an, Hadits dan Ilmiah

by Mujaddid
13 Desember 2020
200
Al~Qur’an sebagai Sumber Utama Sejarah
Esai

Al~Qur’an sebagai Sumber Utama Sejarah

by Mujaddid
5 Desember 2020
1.6k

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia
  • Wabup Sergai Serahkan 1.036 Paket Perlengkapan Sekolah di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sei Rampah
  • Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda
  • IMM Kota Medan Apresiasi Langkah Cepat KPPG Medan Donal Simanjuntak Tinjau Korban Erupsi Sinabung
  • Membanggakan, Dosen UMJT Madiun Raih Peserta Terbaik Praktik Mengajar Program PEKERTI Kemendikti Saintek
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49
Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah
Daerah

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat
Islam

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.