Site icon TAJDID.ID

Kabar Memilukan, Tiga Ranting Aisyiyah di Batang Toru Terancam Hilang Disapu Banjir Bandang

TAJDID.ID~Medan || Musibah banjir bandang yang menerjang Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ketua Majelis Informasi dan Pustaka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (MPI PWM Sumut), Syaiful Hadi, menyampaikan kabar memilukan bahwa tiga dari lima Ranting Aisyiyah di Kecamatan Batang Toru terancam hilang akibat bencana besar tersebut.

Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya pada Senin (1/12), Syaiful Hadi menceritakan bagaimana dirinya hampir tak kuasa menahan air mata ketika menerima kabar dari Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Batangtoru, Rosa Melinda Siregar. Dengan suara terbata dan penuh tangis, Rosa melaporkan bahwa dari lima ranting Aisyiyah yang ada, tiga di antaranya — Ranting Garoga, Hutagodang, dan Aek Ngadol — luluh lantak diterjang banjir bandang.

“Amal usaha lenyap dan korban banyak,” ungkap Rosa dalam laporan yang disampaikan kepada Syaiful. Ia bahkan menyebut besarnya kemungkinan bahwa ketiga ranting tersebut tidak lagi tercatat sebagai bagian Aisyiyah Batangtoru karena kerusakan menyeluruh yang terjadi.

Syaiful menggambarkan situasi yang sangat memilukan, di mana warga persyarikatan masih terperangkap di lokasi bencana dalam kondisi penuh keputusasaan. Banyak dari mereka kehilangan tempat tinggal, fasilitas, dan amal usaha yang selama ini menjadi pusat kegiatan sosial dan dakwah.

Melihat besarnya dampak bencana, Syaiful Hadi mengajak seluruh elemen penanggulangan bencana Muhammadiyah untuk bergerak cepat. Ia menyerukan agar Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan LazisMu mengerahkan kekuatan penuh ke Batang Toru guna memberikan bantuan kemanusiaan, evakuasi korban, serta pemulihan pascabencana.

Hingga saat ini, situasi di Batang Toru masih menyisakan kesedihan dan ketidakpastian. Warga sangat berharap bantuan segera datang agar mereka bisa bangkit kembali dari bencana yang merenggut bukan hanya harta benda, tetapi juga harapan dan kehidupan sosial yang selama ini mereka bangun. (*)

 

Exit mobile version