No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Candu Kekuasaan dan Monopoli Kebenaran

7 November 2025
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Foto ilustrasi by AI.

Foto ilustrasi by AI.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Pernahkah Anda memperhatikan betapa sering para calon pemimpin tampil dengan wajah teduh, tutur lembut, dan janji penuh kerendahan hati? Mereka bicara tentang pentingnya perubahan, pro rakyat kecil, dan berjanji akan selalu amanah. Tapi beberapa tahun setelah kekuasaan berhasil diraih, wajah yang sama itu tiba-tiba berubah. Senyum yang dulu sederhana kini menyeringai penuh kuasa.

Itulah sifat alami kekuasaan: ia candu yang memabukkan, bahkan bagi mereka yang semula berniat tulus. Setelah merasakan manisnya kekuasaan, muncul rasa takut baru . Bukan takut gagal melayani rakyat, tapi takut kehilangan kekuasaan itu sendiri. Dan dari sinilah penyakit klasik penguasa dimulai: mempertahankan kekuasaan dengan segala cara, bahkan yang paling licik sekalipun.

* * *

Dalam teori, kekuasaan di tangan penguasa adalah amanah. Tapi dalam praktik, ia sering berubah menjadi alat pembela diri. Begitu kursi empuk kekuasaan digenggam, logika pengabdian perlahan tergantikan oleh logika pertahanan diri.

Setiap kritik dianggap ancaman. Setiap perbedaan pandangan dicurigai sebagai makar. Dan setiap upaya koreksi dituding ingin menjatuhkan pemerintah. Maka demi “stabilitas”, penguasa mulai mengatur siapa yang boleh bicara dan sejauh mana rakyat boleh berpikir.

Kekuasaan, sebagaimana kata filsuf Italia Niccolò Machiavelli, memang tidak pernah berjalan seiring dengan moral. Dalam “The Prince”, ia menulis bahwa penguasa yang ingin langgeng harus siap mengabaikan moral, bahkan menghalalkan segala cara demi mempertahankan kekuasaan negara. Bagi Machiavelli, keberlangsungan kekuasaan adalah keutamaan tertinggi.

Lantas kemudian banyak yang mencemooh ajarannya sebagai sesat. Tapi sejarah membuktikan: justru para penguasa yang menolak Machiavelli di depan publik sering diam-diam mempraktikkannya dengan tekun. Mungkin karena di dunia politik, kejujuran adalah kemewahan yang jarang bisa dibeli.

 

BACA JUGA

Aisyiyah Tak Lekang oleh Waktu di Tengah Tantangan Zaman Digital

Heboh Mural Mirip Wajah Jokowi, Ini Sejarah 404: File Not Found

Bersyukurlah Menjadi Takmir Masjid

UAS Galang Donasi untuk Beli Kapal Selam Pengganti KRI Nanggala-402

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

Mahasiswa S1 Teknik Sipil Unimed Torehkan Prestasi dalam Ajang Lomba Semar LKTIN FILM 2023 di UNS Surakarta

Dari Monopoli Kebenaran ke Industri Pembenaran

Albert Einstein pernah berkata, “Mencari kebenaran lebih berharga daripada menguasainya.” Tapi bagi dunia politik, prinsip itu dianggap lugu. Bagi penguasa, yang penting bukan menemukan kebenaran, melainkan menguasai siapa yang berhak menafsirkannya.

Kebenaran pun berubah menjadi proyek. Ia diproduksi di ruang-ruang kekuasaan, dikemas oleh para juru bicara, dan disebarkan lewat media resmi. Maka terbentuklah apa yang disebut “industri pembenaran”—sebuah sistem yang menjustifikasi apa pun yang dilakukan penguasa, meski sesat sekalipun, asal terlihat sah.

Kita pernah mengalaminya di masa Orde Baru. Selama puluhan tahun, hanya ada satu versi kebenaran: versi pemerintah. Siapa pun yang berbeda dianggap subversif. Media dikontrol, oposisi dibungkam, dan rakyat disuruh patuh atas nama “keamanan nasional”. Dan tragisnya, banyak yang benar-benar percaya bahwa itu semua demi kebaikan bangsa.

Kini, bentuknya lebih halus. Tak lagi lewat senjata, tapi lewat algoritma dan narasi digital. Kritik bisa dikaburkan dengan pencitraan. Fakta bisa ditenggelamkan oleh buzzer. Kebenaran bisa dikalahkan oleh tren.

 

Ketakutan yang Melahirkan Kezaliman

Ironinya, semakin besar kekuasaan, semakin besar pula rasa takut yang menyertainya. Penguasa mulai takut kehilangan legitimasi, takut dikritik, takut digulingkan. Ketakutan itu lalu melahirkan kebijakan represif, aturan yang membatasi kebebasan, dan pembungkaman atas nama ketertiban.

Dalam logika penguasa, semua tindakan itu sah — karena katanya, “demi rakyat.” Padahal, yang sebenarnya dijaga bukan rakyat, tapi kekuasaannya sendiri.

Dari sinilah muncul paradoks terbesar dalam sejarah politik: penguasa yang takut kehilangan kekuasaan akhirnya kehilangan kemanusiaannya sendiri.

 

Epilog

Kekuasaan selalu tampak indah dari luar. Ia menjanjikan kehormatan, pengaruh, dan kemampuan mengubah nasib orang banyak. Tapi bagi mereka yang pernah merasakannya, kekuasaan adalah candu yang tak pernah membuat kenyang. Begitu diraih, ia menuntut lebih: lebih kuasa, lebih kontrol, lebih pujian.

Dan pada titik itu, sesungguhnya penguasa tak lagi memimpin, justru ia dikuasai oleh kekuasaannya sendiri.

Jika kekuasaan benar-benar ujian, maka sejarah sudah mencatat: terlalu sedikit pemimpin yang lulus. Sisanya hanya mengulang kisah lama, berganti nama, berganti partai, berganti era — namun dengan pola yang sama: dari rakyat, untuk rakyat, tapi berakhir untuk diri sendiri. (*)

Tags: kekuasaanTulisan M. Risfan Sihaloho
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Plot Twist dalam Drama Politik
Editorial

Plot Twist dalam Drama Politik

by Mujaddid
19 September 2026
74
UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
121
Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

by Mujaddid
7 September 2026
72
Politik: Cara Merampok Dunia
Nasional

Politik: Cara Merampok Dunia

by Mujaddid
26 Agustus 2026
112
Sirkus ‘Cancel Culture’: Hari ini Mengamuk, Besok Lupa, Lusa Memuja
Nasional

Sirkus ‘Cancel Culture’: Hari ini Mengamuk, Besok Lupa, Lusa Memuja

by Mujaddid
20 Agustus 2026
78
Ilusi Mengubah Sistem dari Dalam
Nasional

Ilusi Mengubah Sistem dari Dalam

by Mujaddid
1 September 2026
86
Jurus “Ad Hominem”
Nasional

Jurus “Ad Hominem”

by Mujaddid
1 September 2026
81
Kita adalah Bangsa Besar?
Esai

Kita adalah Bangsa Besar?

by Mujaddid
1 September 2026
91
Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia
Esai

Ketika Keadilan Menjadi Milik yang Kuat: Membaca Plato di Tengah Realitas Indonesia

by Mujaddid
1 Juni 2026
96
Alegori Gua Plato dan Fenomena Kritik terhadap Kekuasaan di Indonesia
Nasional

Alegori Gua Plato dan Fenomena Kritik terhadap Kekuasaan di Indonesia

by Mujaddid
30 Mei 2026
115

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.