Site icon TAJDID.ID

Paradoks

Oleh: Jufri

Ketua PD Muhammadiyah Kota Tebing Tinggi

 

Saya terkesima membaca himbauan Presiden Prabowo agar guru menambah silabus pelajaran kesadaran jaga hutan. Jika benar, himbauan itu bagus saja, tapi perlu benar diperhatikan bahwa guru di sekolah dipastikan hanya sedikit yang tau apa yang terjadi dengan hutan kita. Mereka pasti orang baik-baik yang hanya mengetahui bahwa hutan memang harus dijaga. Lebih baik Presiden meminta menteri kehutanan menghitung jumlah hutan dan meninjau ulang konsesi hutan menjadi perkebunan atau berapa banyak hutan lindung yang sudah berubah menjadi hutan industri. Atau benarkah hutan yang ditebangi itu hutan industri yang secara berkala ditanami kembali?

Jika Presiden ingin serius untuk menjaga Indonesia, maka Presiden juga harus serius dalam menjaga hutan Indonesia dari pembalakan liar atau illegal logging, dan juga perambah hutan legal yang kemungkinan menyalahi peruntukannya.

Kalau perlu presiden perintahkan menteri kehutanan, menteri perindustrian, menteri pertanian, kapolri, panglima TNI dan lainnya untuk serius menjaga hutan kita dari perambahan dan penambangan, baik yang legal, apalagi yang ilegal.

Sebab jika hanya dijadikan tambahan dalam pelajaran, saya yakin tidak efektif, sama saja dengan silabus pelajaran anti korupsi yang sudah pernah diterapkan, dan tidak berpengaruh apa-apa, karena di sekitar sekolah pun sering terjadi praktek korupsi. Bahkan pelajaran agama yang jam pelajarannya ditambah pun tak berdampak terhadap karakter bangsa, karena sistem yang berjalan disekitar kita memang paradoks atau bertolak belakang.

Bangsa kita ini bangsa slogan, dimana ungkapan dalam slogan sering jauh berbeda dengan apa yang dilakukan dan dipraktekkan. Sangat banyak hal seperti itu terjadi disekitar kita. Belum lagi kebiasaan laporan asal bapak senang , menambah paradoksnya Indonesia, termasuk soal pemeliharaan hutan dan lingkungan.

Itu belum lagi jika kita baca keterlibatan para petinggi dan pengusaha negeri dalam ikut mengurangi jumlah hutan karena bisnisnya berhubungan dengan perkebunan dan pertambangan. Paradoks memang.

Berikut sebagian tentang kerusakan hutan di Indonesia,

Kerusakan hutan di Indonesia adalah salah satu isu lingkungan paling serius di Asia Tenggara. Indonesia pernah memiliki tutupan hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia, namun deforestasi dan degradasi hutan terus menggerusnya.

Penyebab Kerusakan Hutan

Ada beberapa penyebab utama kerusakan hutan:

1. Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit

Perubahan lahan hutan menjadi perkebunan skala besar. Terjadi terutama di Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi. Parahnya sering disertai pembakaran lahan.

2. Penebangan Liar (Illegal Logging)

Marak terjadi sejak tahun 1990-an yang melibatkan jaringan lokal hingga internasional.

Merusak hutan primer dan mengurangi keanekaragaman hayati.

3. Pertambangan
Tambang emas, batubara, dan nikel merusak hutan secara masif.

Lubang bekas tambang banyak tidak direklamasi.

4. Kebakaran Hutan dan Lahan

Banyak dipicu oleh pembukaan lahan dengan membakar, sehingga menyebabkan kabut asap lintas negara.

5. Pembangunan Infrastruktur

Jalan, bendungan, dan permukiman baru membuka akses untuk perambah hutan.

Dampak Kerusakan Hutan

1. Ekologis

2. Sosial

3. Ekonomi

4. Global.

Indonesia menjadi salah satu penyumbang emisi karbon terbesar dari sektor kehutanan.

Upaya Pemerintah dan Masyarakat

Pertama, melakukan moratorium Izin Hutan Primer dan Gambut. Dan pembatasan izin baru sejak 2011 untuk mengurangi deforestasi.

Kedua, penegakan hukum terhadap pembalak liar melalui operasi gabungan polisi, KLHK, dan TNI.

Ketiga, melakukan rehabilitasi dan reboisasi melalui Program Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan. Juga menggalakkan penanaman kembali di lahan kritis.

Keempat, Perhutanan Sosial. Memberikan izin kelola kepada masyarakat agar hutan dipertahankan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kelima, membangun kolaborasi dengan NGO dan komunitas WWF, WALHI, Auriga, dan organisasi lokal aktif dalam advokasi dan pemulihan hutan.

Daerah dengan Kerusakan Terparah

Sumatera Selatan, Riau, Jambi (pembakaran dan sawit). Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, maraknya ilegal logging
Sementara Kalimantan Tengah dan Barat (gambut dan pertambangan).
Papua (konversi hutan alam )

***

Lalu bagaimana dengan hutan Indonesia, dan apa yang dilakukan pemerintah dan penegak hukum dalam melindungi hutan Indonesia? , faktanya hutan terus berkurang, dan bencana terus bertubi-tubi datang pada banyak wilayah di negeri ini. (*)

 

Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

Exit mobile version