TAJDID.ID~Medan || Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara membuka posko bagi dosen dan tenaga kependidikan di.lingkungan kampus yang menjadi korban banjir serta memberikan bantuan langsung bagi warga korban banjir di sejumlah titik di Medan.
Rektor UMSU, Prof.Dr.Agussani, MAP mengungkapkan, pihak universitas membuka posko dengan menjadikan kampus sebagai lokasi pengungsian sementara bagi para dosen dan tenaga kependidikan yang terendam banjir di Kota Medan. Tercatat ada puluhan dosen dan tendik yang terdata rumahnya tergenang air sehingga terpaksa mengungsi.
“Bagi para dosen dan tendik yang rumahnya tergenang air dan terpaksa harus mengungsi, pihak universitas menyiapkan gedung kampus untuk tempat tinggal sementara,” kata Rektor didampingi Wakil Rektor I, Prof. Dr. Muhammad Arifin, SH, M Hum, WR II, Prof. Dr. Akrim, MPd, WR III, Dr. Rudianto, MSi kepada media di Medan.
Rektor yang sebelumnya mendampingi Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr Haedar Nasir melakukan kunjungan kehormatan ke Malaysia bertemu dengan Raja Perlis langsung mengunjungi warga Muhammadiyah yang menjadi korban banjir di sejumlah titik pengungsian setiba di Medan. Selanjutnya UMSU bersama PW Muhammadiyah Sumut membuka posko di Gedung PWM Sumut di Jalan Sisingamangaraja untuk warga sekitar yang menjadi korban banjir.
Dalam kesempatan itu Rektor juga meminta para pimpinan universitas untuk segera melakukan aksi tanggap darurat membantu para dosen dan tenaga kependidikan yang terdampak banjir di Medan. Selain menyediakan posko, para dosen dan tendik yang menjadi korban banjir di Medan juga mendapatkan bantuan berupa uang untuk membeli kebutuhan.
Pihak universitas juga memberlakukan kebjiakan work from home dan kuliah daring selama tiga hari terhitung sejak Kamis (27/11). Langkah ini diambil karena khawatir dengan situasi cuaca ekstrim yang mengancam keselamatan sivitas akademika UMSU.
Rektor mengingatkan kepada seluruh sivitas akademika UMSU untuk saling berkordinasi dan memberikan informasi terkait situasi yang terjadi karena cuaca ekstrim. Sivitas akademika juga diingatkan untuk waspada dan memastikan semua peralatan dalam.kondisi tidak tersambung dengan arus listrik.
“Kepada seluruh sivitas akademika UMSU diharapkan terus .memantau perkembangan banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dan terus berkordinasi dan saling bertukar informasi,” katanya.
Ditegaskan, pihak universitas juga terus memantau kondisi mahasiswa yang mengikuti kegiatan di luar negeri antara lain di Thailand yang juga mengalami musibah banjir. “Sejauh ini semua dalam kondisi sehat dan kita tentu berharap situasi dan kondisi bencana banjir dan longsor ini bisa segera pulih dan normal,” katanya. (*)

