No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Ethics of Care Kritik Proyek Sekolah Garuda: Pemerintah Terjebak dalam Obsesi Infrastruktur

12 Oktober 2025
in Uncategorized
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Founder Ethics of Care, Farid Wajdi, menilai pemerintah belum benar-benar belajar dari sejarah panjang proyek mercusuar pendidikan di Indonesia. Ia menyoroti kebijakan pembangunan Sekolah Garuda—sekolah model berbiaya hingga Rp200 miliar per unit—yang dinilai hanya mempercantik wajah pendidikan tanpa menyentuh persoalan mendasar.

Menurut Farid, langkah pemerintah yang bersemangat membangun sekolah unggulan di berbagai daerah menunjukkan salah urus prioritas anggaran pendidikan.

“Masih banyak sekolah dasar yang atapnya bocor, laboratorium rusak, dan guru yang harus membeli spidol dengan uang sendiri. Di tengah kondisi itu, pemerintah justru membangun sekolah baru yang megah dengan dalih melahirkan ‘talenta masa depan’. Ini bukan visi pendidikan, ini salah urus arah,” ujar Farid di Medan, Ahad (12/10/2025).

Anggota Komisi Yudisial 2015-2020 ini menegaskan, ketika anggaran pendidikan masih terbatas, keputusan membangun sekolah baru dengan biaya besar justru menunjukkan kaburnya orientasi kebijakan publik.

“Bukankah lebih rasional bila dana ratusan miliar itu digunakan memperkuat sekolah yang sudah ada—yang kondisinya nyata, menjerit, dan jauh dari kata layak?” tambahnya.

BACA JUGA

Paman Sam: Halal No, Thayyib Yes

This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

Vonis MK: Alih Status Pegawai KPK jadi ASN Konstitusional

Pakistan launches deadly strikes along Afghan border

How much should we be prepared to pay for our food?

The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

Farid juga mengingatkan bahwa program Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat yang kini menimbulkan polemik luas berpotensi menciptakan sistem pendidikan dua jalur (dual-track system): antara sekolah elitis dan sekolah biasa.

“Anak-anak di Sekolah Garuda akan menikmati fasilitas lengkap, sementara jutaan siswa lain tetap bergulat di ruang kelas pengap dengan bangku reyot. Ini bukan sekadar soal keadilan anggaran, tapi juga filosofi dasar: untuk siapa pendidikan nasional dibangun?” tegasnya.

Lebih jauh, Ketua Majelis Hukum & HAM PW Muhammadiyah Sumut ini menyebut pemerintah terjebak dalam obsesi infrastruktur, seolah kemajuan pendidikan bisa diukur dari megahnya bangunan.

“Gedung megah tanpa guru berkualitas hanyalah monumen diam. Pendidikan bukan pameran kemewahan, tapi proses membangun manusia dari bawah,” ujarnya.

Ia juga menilai, tanpa desain sistemik yang menjamin transfer praktik baik dari Sekolah Garuda ke sekolah lain, proyek tersebut hanya akan menjadi etalase kebijakan.

“Kalau memang Sekolah Garuda dimaksudkan sebagai model, mestinya ada mekanisme pembinaan guru, perbaikan kurikulum, dan pendampingan berkelanjutan. Kalau tidak, ini hanya proyek cantik di atas kertas—indah dilihat, tapi miskin dampak,” jelas Farid.

Farid menutup dengan menegaskan bahwa esensi pembangunan pendidikan adalah pemerataan kualitas dan perhatian yang konsisten.

“Ribuan sekolah rakyat hanya butuh sanitasi layak, internet, dan buku yang mutakhir. Di situlah letak keadilan pendidikan. Sebelum menambah deretan sekolah unggulan, benahi dulu fondasi sistem yang timpang. Kalau tidak, Sekolah Garuda hanya akan menjadi simbol paradoks—megah dari luar, tapi kosong dari jiwa kemanusiaan,” pungkasnya. (*)

 

Tags: Ethics of CareSekolah Garuda
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Komdigi Diminta Tegas Lindungi Hak Konsumen Digital dari Praktik Penghangusan Kuota
Nasional

Komdigi Diminta Tegas Lindungi Hak Konsumen Digital dari Praktik Penghangusan Kuota

by Mujaddid
31 Agustus 2026
58
Ethics of Care: Putusan MK Larang MBG Pakai Anggaran Pendidikan adalah Bentuk Koreksi Konstitusional yang Sangat Krusial
Nasional

Ethics of Care: Putusan MK Larang MBG Pakai Anggaran Pendidikan adalah Bentuk Koreksi Konstitusional yang Sangat Krusial

by Mujaddid
30 Juli 2026
62
Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden
Daerah

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

by Mujaddid
15 Juli 2026
62
Rayap Besi ala Medan
Daerah

Rayap Besi ala Medan

by Mujaddid
15 Juni 2026
97
Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?
Daerah

Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?

by Mujaddid
11 Juni 2026
61
Angka Kasus Keracunan Program MBG Terus Meningkat, Ethics of Care: Bukan Sekadar Statistik, tapi Potret Kegagalan Sistemik
Nasional

Bukan Hanya Tetapkan Tersangka, Ethics of Care Desak Audit Forensik Menyeluruh Program MBG

by Mujaddid
4 Juni 2026
72
Potret Satu Tahun Prabowo: Hukum Bertekuk Lutut ke Atas
Nasional

Blackout Sumatera, Ethics of Care Desak Audit Total Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

by Mujaddid
24 Mei 2026
90
Budaya Tertib Berlalu Lintas
Nasional

Budaya Tertib Berlalu Lintas

by Mujaddid
27 Maret 2026
125
Ethics of Care Soroti MBG Ramadan: Label Bergizi, tapi Menghina Akal Sehat
Daerah

Ethics of Care Soroti MBG Ramadan: Label Bergizi, tapi Menghina Akal Sehat

by Mujaddid
25 Februari 2026
101
Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi
Daerah

Catatan Kritis 1 Tahun Duet Rico–Zakiyuddin: Kota Butuh Aksi, Bukan Sekadar Narasi

by Mujaddid
19 Februari 2026
91

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.