No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Shohibul Anshor Siregar: Tuntutan Tutup TPL Terbentur Kepentingan Nasional Ekstraktivis

25 September 2025
in Daerah, Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Foto ilustratif by ChatGPT.

Foto ilustratif by ChatGPT.

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Suara menuntut penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) terus bergema. Dari komunitas masyarakat adat di sekitar Danau Toba, aktivis lingkungan, hingga organisasi masyarakat sipil, semua menyuarakan keresahan yang sama: kerusakan ekologis yang semakin parah dan ruang hidup yang kian terancam. Namun, di balik suara lantang itu, benteng besar menghadang—yakni kepentingan nasional yang masih berwatak ekstraktivis.

Hal ini disampaikan Shohibul Anshor Siregar, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), sekaligus Sekretaris Yayasan Advokasi Hak Konstitusi Indonesia (YAKIN), Jakarta. Menurutnya, problem TPL tidak bisa dilihat semata-mata sebagai sengketa perusahaan dengan masyarakat lokal, melainkan sebagai gambaran lebih besar tentang arah pembangunan Indonesia.

“Negara kita masih menempatkan ekstraktivisme sebagai wajah kepentingan nasional. Itu sebabnya desakan menutup TPL sulit diterima, walau bukti kerusakan ekosistem di sekitar Danau Toba sudah parah,” ujar Siregar.

Luka Ekologis di Danau Toba

Bagi masyarakat sekitar Danau Toba, operasi TPL meninggalkan jejak panjang kerusakan. Ekosistem hutan yang dulu menjadi benteng penyangga kehidupan kini berubah menjadi lahan monokultur eukaliptus. Sumber air yang dulunya jernih kini tercemar limbah industri.

“Air, tanah, dan udara telah berubah kualitasnya. Ini bukan lagi soal protes emosional masyarakat adat, tapi fakta ekologis yang bisa diukur,” tegas Siregar.

Kerusakan itu berdampak langsung pada hilangnya sumber pangan, berkurangnya hasil pertanian, serta meningkatnya risiko bencana lingkungan. “Masyarakat adat kehilangan ruang hidup. Generasi baru dipaksa berhadapan dengan masa depan yang lebih rapuh,” tambahnya.

Data Kuantitatif Konsesi TPL

Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara (LHKP PWM Sumut) ini menekankan bahwa besarnya skala izin usaha TPL menjadi bukti bahwa ekstraktivisme telah lama dilegitimasi negara.

Izin awal TPL mencapai 269.060 hektare berdasarkan SK No.493 KPTS-II Tahun 1992.

Dari total itu, sekitar 167.912 hektare konsesi masih aktif, dengan 46.885 hektare berada di Bentang Alam Tele, kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi dan fungsi ekologis vital.

Tidak kalah penting, ± 36.500 hektare dari konsesi TPL berada dalam Daerah Tangkapan Air (DTA) Danau Toba, zona yang seharusnya dilindungi untuk menjamin suplai air bersih dan keseimbangan hidrologi.

Setidaknya 23 komunitas adat Batak memiliki wilayah adat yang tumpang tindih dengan konsesi TPL, memicu konflik berulang dari masa ke masa.

“Data ini menunjukkan bukan sekadar konflik kecil, tapi kerusakan sistemik yang melibatkan fungsi ekosistem esensial dan kehidupan nyata masyarakat,” ujar Siregar.

 

Ekstraktivisme sebagai Kepentingan Nasional

Mengapa tuntutan menutup TPL begitu sulit direspons negara? Jawabannya, menurut Siregar, ada pada paradigma pembangunan nasional yang masih berwatak ekstraktivisme.

Sejak Orde Baru hingga hari ini, negara menempatkan eksploitasi sumber daya alam sebagai pilar utama pembangunan. Hutan ditebang, tambang digali, danau dieksploitasi—semua dikemas dalam narasi kepentingan nasional dan pertumbuhan ekonomi.

“Ketika negara mengatasnamakan kepentingan nasional, yang dikorbankan justru lingkungan hidup, masyarakat adat, dan ruang hidup generasi mendatang,” ujarnya.

Kontradiksi dengan Slogan Pembangunan Berkelanjutan

Pemerintah kerap mengusung jargon green economy, pembangunan berkelanjutan, hingga transisi energi. Namun, Siregar menilai semua itu tidak lebih dari retorika jika praktik di lapangan masih mengandalkan ekstraktivisme.

“Tidak mungkin kita berbicara soal green economy sementara praktik ekstraktivisme seperti TPL tetap dilanggengkan. Itu kontradiksi yang jelas,” katanya.

Ia mengingatkan, jika paradigma ini tidak berubah, maka cita-cita pembangunan berkelanjutan hanya akan menjadi slogan politik tanpa substansi.

 

Tuntutan Publik dan Jalan Buntu

Sejak bertahun-tahun lalu, berbagai kelompok masyarakat sudah menyuarakan penolakan terhadap TPL. Demonstrasi, audiensi, hingga jalur hukum ditempuh. Namun, hasilnya kerap menemui jalan buntu.

Menurut Siregar, hal ini disebabkan karena negara lebih memilih memihak pada logika investasi daripada keberlanjutan ekologi. “Selama kepentingan nasional dipersempit hanya pada pertumbuhan ekonomi, maka aspirasi rakyat kecil akan terus terpinggirkan,” ujarnya.

 

Seruan Perubahan Paradigma

BACA JUGA

LLHPB PWA Jatim Ucapkan Terimakasih, 4 Daerahnya Dipercaya Kelola Program Penanaman Pohon dan Sayur dengan Sistem Pola Asuh

FE-PKY: Ketua Mahkamah Agung Harus Berintegritas dan Layak Jadi Teladan

Muhammadiyah Aceh Berduka, Said Mahyiddin Berpulang ke Rahmatullah

Jumat Berkah SDIT Muhammadiyah Manggeng Galang Donasi Kemanusian untuk Palestina

Terbitkan Surat Edaran, Tito Izinkan Plt, Pj dan Pjs Kepala Daerah Pecat hingga Mutasi Pegawai

Azmi Syahputra: Surat Edaran Kapolri Terkait UU ITE Sudah Tepat

Di tengah kebuntuan itu, Siregar menyerukan perlunya perubahan mendasar pada paradigma pembangunan Indonesia. Ekstraktivisme harus segera ditinggalkan, digantikan dengan model pembangunan yang menempatkan keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial sebagai fondasi utama.

“Jika negara benar-benar serius dengan agenda keberlanjutan, maka keberanian menutup industri yang terbukti merusak lingkungan harus diambil. Ini bukan soal mengurangi investasi, tetapi soal menyelamatkan masa depan,” tegasnya.

 

Tantangan Politik dan Harapan Baru

Siregar menyadari, langkah ini tidak mudah. Ada kekuatan besar yang menopang ekstraktivisme, mulai dari kepentingan politik, ekonomi, hingga jaringan oligarki. Namun, ia tetap percaya bahwa suara publik bisa menjadi pendorong perubahan.

“Gerakan masyarakat sipil tidak boleh berhenti. Walau TPL sulit ditutup sekarang, tekanan publik yang konsisten bisa memaksa negara mengubah arah kebijakan. Jangan biarkan kepentingan nasional terus didefinisikan hanya oleh ekstraktivisme,” pungkasnya.

Kasus TPL menjadi cermin besar bagi arah pembangunan Indonesia. Apakah negara akan terus bertahan dalam paradigma lama yang mengorbankan ekosistem demi pertumbuhan ekonomi? Atau berani beralih menuju pembangunan yang benar-benar berkelanjutan?

Pertanyaan itu kini mengemuka, sementara Danau Toba dan masyarakat sekitarnya menunggu jawaban yang adil. (*)

Tags: danau tobaPT Toba Pulp Lestari (TPL)PT TPLshohibul anshor siregarYayasan Advokasi Hak Konstitusi Indonesia (YAKIN)
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
85
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
88
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
87
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
77
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
124
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
141
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
111
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
208
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
102
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
95

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.