No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

RUU Perampasan Aset, Ethics of Care: Jalan Panjang Mewujudkan Efek Jera Koruptor

14 September 2025
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Pemberantasan korupsi di Indonesia kembali berada di persimpangan jalan setelah wacana pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali mengemuka. Komisi III DPR menyatakan siap membahas draf terbaru. Meski memberi harapan, langkah itu tetap menyisakan keraguan publik: apakah instrumen hukum ini benar-benar mampu merampas keuntungan haram para koruptor, atau sekadar menambah daftar regulasi tanpa daya gigit.

Founder Ethics of Care, Farid Wajdi, menilai urgensi RUU tersebut tidak bisa ditawar. Selama ini, katanya, hukuman bagi pelaku korupsi lebih banyak berupa pidana penjara, sementara hasil kejahatan masih bisa dinikmati keluarga maupun jejaring pelaku.

“Lubang besar dalam sistem kita adalah pelaku memang kehilangan kebebasan, tetapi uang hasil jarahan masih sempat disembunyikan, dialihkan bahkan diwariskan. RUU perampasan aset hadir untuk menutup celah itu. Korupsi bukan hanya tindak pidana, melainkan pengkhianatan terhadap keadilan sosial. Tanpa pemulihan aset, hukuman terasa ompong,” ujar Farid, Sabtu (14/9).

Namun ia mengingatkan, undang-undang yang bagus di atas kertas belum tentu efektif di lapangan. RUU ini akan berhasil hanya jika dirancang dengan presisi, transparan, dan terbuka terhadap kontrol publik.

“Perampasan aset memang penting untuk pemulihan kerugian negara. Tapi jika prosedurnya kabur, ia berpotensi melanggar hak konstitusional warga. Ujian sebenarnya adalah bagaimana menyeimbangkan kebutuhan mengembalikan uang negara dengan prinsip fair trial dan asas praduga tak bersalah,” tegasnya.

Farid juga menyoroti kapasitas aparat penegak hukum yang akan menjadi ujung tombak implementasi aturan ini. Menurutnya, merampas aset koruptor tidak cukup hanya dengan penyidikan kasus suap biasa, tetapi membutuhkan keahlian forensik keuangan, kemampuan melacak arus dana lintas negara, hingga membaca skema pencucian uang.

“Pertanyaan reflektifnya: sudahkah aparat kita siap, atau masih terjebak dalam pola lama yang lamban, birokratis, dan rentan kompromi?” tanyanya.

BACA JUGA

Mujadid Rais: Instrumen CWLS Berpotensi Jadi Inovasi Keuangan Syariah Bagi Lembaga Zakat untuk Pemberdayaan Komunitas

Jokowi: Hukum Harus Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu, Ini Komentar Warganet

UMSU Siap Berkompetisi di PIMNAS ke-37

Bantah Budiman Sudjatmiko, Fadli Zon: Aidit Tak Ikut dalam “Penculikan” Soekarno-Hatta Jelang Proklamasi

Pesantren Didorong Jadi Pelopor Transisi Energi Berkeadilan Berbasis Nilai Keagamaan

Tantangan Kapolri dalam Merawat Satya Habrabu

Lebih jauh, ia menekankan efek jera dari RUU ini tidak bergantung pada ancaman pidana semata, melainkan konsistensi penerapan.

“Masyarakat akan percaya ketika benar-benar melihat aset koruptor disita, rumah mewah disegel, rekening dibekukan, dan harta dikembalikan untuk kepentingan rakyat. Kalau hanya segelintir kasus disentuh, sementara tokoh berpengaruh tetap lolos, citra hukum kembali runtuh,” ujar Farid.

Anggota Komisi Yudisial 2015-2020 ini juga mengingatkan bahwa dimensi politik tidak bisa diabaikan. Menurutnya, perampasan aset berpotensi menabrak kepentingan elite, termasuk jejaring bisnis dan politik tingkat tinggi, sehingga resistensi bisa saja muncul.

“Karena itu keterlibatan publik sipil, media, dan akademisi harus diperkuat sebagai pengawas independen. Tanpa tekanan masyarakat, proses legislasi rawan melenceng menjadi kompromi,” tambahnya.

Farid menutup dengan menegaskan bahwa pemberantasan korupsi bukan sekadar urusan regulasi, melainkan cermin komitmen bangsa.

“RUU Perampasan Aset, bila benar-benar disahkan dan dijalankan konsisten, bisa menjadi tonggak penting untuk mengembalikan uang negara sekaligus menegaskan bahwa korupsi tidak lagi menguntungkan. Tapi jika lagi-lagi berhenti di retorika, rakyat hanya akan menyaksikan episode lama: undang-undang hadir, korupsi tetap subur, dan publik yang menanggung biaya,” pungkasnya. (*)

 

 

Tags: Ethics of CareRUU Perampasan Aset
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
Muhammadiyah

Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset

by Mujaddid
5 September 2026
60
Komdigi Diminta Tegas Lindungi Hak Konsumen Digital dari Praktik Penghangusan Kuota
Nasional

Komdigi Diminta Tegas Lindungi Hak Konsumen Digital dari Praktik Penghangusan Kuota

by Mujaddid
31 Agustus 2026
58
Dosen Prodi Hukum UMJT Soroti RUU Perampasan Aset: Tidak Hanya Merampas, Aparat Perlu Dibenahi Integritasnya
Muhammadiyah

Dosen Prodi Hukum UMJT Soroti RUU Perampasan Aset: Tidak Hanya Merampas, Aparat Perlu Dibenahi Integritasnya

by Mujaddid
29 Agustus 2026
63
Ethics of Care: Putusan MK Larang MBG Pakai Anggaran Pendidikan adalah Bentuk Koreksi Konstitusional yang Sangat Krusial
Nasional

Ethics of Care: Putusan MK Larang MBG Pakai Anggaran Pendidikan adalah Bentuk Koreksi Konstitusional yang Sangat Krusial

by Mujaddid
30 Juli 2026
62
Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden
Daerah

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

by Mujaddid
15 Juli 2026
62
Rayap Besi ala Medan
Daerah

Rayap Besi ala Medan

by Mujaddid
15 Juni 2026
97
Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?
Daerah

Ethics of Care Kritisi Proyek BRT Mebidang Rp1,9 Triliun: Mengurai Macet atau Memacetkan Kota?

by Mujaddid
11 Juni 2026
61
Angka Kasus Keracunan Program MBG Terus Meningkat, Ethics of Care: Bukan Sekadar Statistik, tapi Potret Kegagalan Sistemik
Nasional

Bukan Hanya Tetapkan Tersangka, Ethics of Care Desak Audit Forensik Menyeluruh Program MBG

by Mujaddid
4 Juni 2026
72
Potret Satu Tahun Prabowo: Hukum Bertekuk Lutut ke Atas
Nasional

Blackout Sumatera, Ethics of Care Desak Audit Total Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional

by Mujaddid
24 Mei 2026
90
Budaya Tertib Berlalu Lintas
Nasional

Budaya Tertib Berlalu Lintas

by Mujaddid
27 Maret 2026
125

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
  • Lulusan Terbaik Medkom UMY Bahas Fenomena Jastip dan Guru Gembul dalam Seminar Media dan Komunikasi UMJT
  • Belajar dari Kelangkaan BBM di Bali: FSPPB Dorong Pembenahan Tata Kelola lewat RUU Migas 2026
  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.