Rabu, Juli 22, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

Mujaddid by Mujaddid
2025/07/13
in 'Aisyiyah, Daerah, Muhammadiyah, Nasyiatul 'Aisyiyah
Reading Time: 4 mins read
0
Dari Sampah jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster dari Plastik Bekas
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

TAJDID.ID~Banyuwangi || Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul Aisyiyah, setelah perjalanannya sejak 2022 hingga 2025 mendorong kolaborasi lintas iman yang peduli terhadap pelestarian lingkungan.

Penutupan dilaksanakan di Balai Desa Gelagahagung, yang dihadiri 45 orang peserta dari kaum muda lintas iman, yang tergabung di dalam komunitas Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan Banyuwangi (AMONG), tokoh lintas iman, Kepala Desa Glagahagung, dan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Banyuwangi.

Kepala Desa Glagahagung, Mimin Budiarti menyampaikan bahwa sebagai desa dampingan Eco Bhinneka, warga di Glagahagung merasakan langsung dampak positif dari berbagai program yang dijalankan. “Manfaat yang dirasakan mulai dari pengelolaan sampah hingga kegiatan lintas iman yang berhasil membangun kebersamaan warga, bahkan dalam kerja bakti di kawasan hutan yang sebelumnya sulit mengumpulkan partisipasi lintas kelompok,” ujarnya.

Mimin berharap, semangat kolaborasi dan silaturahmi yang telah terjalin bisa semakin mengakar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, Ariati Dina Puspitasari, mengungkapkan apresiasinya atas pelibatan aktif perempuan muda dalam program Eco Bhinneka yang dinilai relevan dengan Gerakan Keluarga Tangguh Nasyiatul Aisyiyah melalui pendekatan Eco Family, di mana perempuan berperan mengelola lingkungan dari rumah. “Kami sangat bersyukur bisa berkolaborasi dengan Ibu Kepala Desa dan warga Glagahagung, serta didukung oleh Ranting Aisyiyah dan Muhammadiyah yang memungkinkan program ini berjalan baik,” ujarnya.

“Kami juga bahagia karena terbentuknya komunitas lintas iman Anak Muda Eco Bhinneka Blambangan (AMONG) menjadi ruang belajar bersama tentang nilai-nilai keberagaman dan kepedulian lingkungan, dan NA juga mendapatkan perspektif baru tentang inklusifitas, di mana kami belajar mempraktekkannya di sini,” tambahnya.

Ariati berharap inisiatif seperti pelatihan pembuatan loster dan sabun ramah lingkungan dapat mendukung pengembangan perekonomian masyarakat di Glagahagung dan terus berlanjut di masa depan.

Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan toleransi melalui kerja nyata di lapangan. “Anak muda tidak bisa hanya berdialog di meja. Mereka harus terlibat langsung dan menjadi teladan. Eco Bhinneka membuktikan bahwa identitas agama bisa berjalan seiring dengan identitas universal sebagai warga bangsa yang peduli lingkungan dan kemanusiaan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kerja sama lintas iman yang telah terbangun dapat dilanjutkan dan diperluas ke sektor ekonomi berkelanjutan.

Hening juga mengapresiasi kini Nasyiatul Aisyiyah melalui program ini telah menyusun Modul Eco Bhinneka Muhammadiyah – Nasyiatul Aisyiyah, dan punya Duta Green Nasyiah 100 orang di seluruh Indonesia. “Duta Green Nasyiah ini bisa dikembangkan tidak hanya urus sampah dan tanaman, bisa juga green terkait energi, livelihood, kesejahteraan perempuan,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Hening menyebutkan bahwa di Banyuwangi, Eco Bhinneka Muhammadiyah akan melanjutkan dengan program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE) selama 2 tahun ke depan, untuk memperkuat kepemimpinan orang muda lintas iman dalam merespons krisis iklim melalui pendekatan keadilan gender dan ekofeminisme.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi, Dr. Mukhlis Lahuddin, menegaskan bahwa hakikat dari beragama adalah membawa kedamaian, kegembiraan, kebermanfaatan, kepedulian, dan penghormatan bagi sesama. “Kalau tidak membawa kedamaian, berarti belum merasakan nikmatnya beragama,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap insan beriman seharusnya mempraktikkan nilai kepedulian dan tolong-menolong, tanpa memandang latar belakang agama. “Hari ini kita membuat loster dan sabun ramah lingkungan, sebelumnya kita terjun dan besuk sungai. Semua ini adalah wujud kebermanfaatan yang selaras dengan perintah agama,” imbuhnya.

Dalam refleksinya, Dr. Mukhlis Lahuddin menggambarkan konsep beragama melalui metafora sajadah—mulai dari sajadah pendek (urusan pribadi), sajadah panjang (urusan bersama), hingga sajadah luas (ruang lintas batas). Menurutnya, keterlibatan dalam kehidupan sosial yang lebih luas akan melahirkan pemikiran inklusif dan tindakan nyata, termasuk dalam pengelolaan sampah dan perlindungan lingkungan. “Merawat kerukunan itu proses panjang. Semoga kegiatan ini bermanfaat besar bagi kita semua, bagi masyarakat dan lingkungan kita, dan ujungnya membantu pemerintah, baik di tingkat desa hingga nasional, sesuai dengan bidangnya masing-masing,” pungkasnya.

Tokoh Agama Kristen, Wiyono, menyampaikan apresiasi atas kegiatan Eco Bhinneka yang dinilainya sangat positif dan perlu diperluas. “Kita ini hidup menghirup oksigen yang sama, punya tanggung jawab yang sama untuk menjaga bumi. Kalau kegiatan seperti ini bisa terus digarap dan ditularkan, mungkin peristiwa menyayat hati di tempat lain bisa dicegah. Kami mendukung penuh meski belum memiliki program khusus, dan berharap jemaat bisa aktif mengelola alam di sekitarnya,” ungkapnya.

Tokoh Agama Katolik, Widodo, menyoroti pentingnya keteladanan dan aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Ia menilai militansi kaum muda di Eco Bhinneka memberikan contoh luar biasa. “Kalau saja semua kecamatan di Banyuwangi memiliki program ini, Dinas Lingkungan Hidup akan sangat terbantu. Kami, umat Katolik, mengapresiasi setinggi-tingginya dan berharap program ini berlanjut,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini telah memberi inspirasi di lingkungan gereja.

Tokoh Agama Buddha, Eka, mengungkapkan bahwa Eco Bhinneka membuka ruang silaturahmi yang memperkuat persaudaraan lintas iman. “Kami yang semula sungkan dan ragu, kini merasa menjadi bagian dari gerakan ini. Sekecil apa pun yang kami lakukan, manfaatnya terasa, terutama dalam membangun kedekatan antarumat beragama,” tuturnya.

Ketua PWNA Jawa Timur, Desi Ratnasari, menegaskan bahwa kader Nasyiatul Aisyiyah telah menjadi bagian penting dari gerakan edukasi dan ekologi melalui Eco Bhinneka. “Merawat bumi adalah bagian dari ibadah, dan keberagaman adalah kekuatan. Perempuan, khususnya kader NA, punya peran strategis sebagai eco-influencer di keluarga dan masyarakat,” katanya. Ia berharap praktik-praktik baik yang telah dimulai dapat menjadi “getuk tular” bagi daerah lain.

Kepala UPT Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi, Amrullah, menyebut bahwa Gerakan Eco Bhinneka ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan di Banyuwangi. Ia juga menekankan pentingnya sinergi semua pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan darurat sampah, serta menyebut bahwa Pemkab Banyuwangi tengah memperkuat program Banyuwangi Hijau yang menggabungkan model pengelolaan sampah perkotaan dalam konsep sampah sirkular dengan penekanan pada solusi daur ulang guna meningkatkan nilai ekonomi sampah. (*)

✒️ Farah/Lia

Tags: Eco Bhineka Muhammadiyah
Previous Post

Dari Sampah jadi Solusi: Pemuda Lintas Iman Banyuwangi Bikin Sabun dan Ventilasi Roster dari Plastik Bekas

Next Post

Laut Kita, Mutiara yang Terkikis: Refleksi atas Potensi Kelautan Indonesia

Related Posts

Mahasiswa Prodi Kebidanan dan Adminkes UMJT Asah Kompetensi dengan PKL di RSI Siti Aisyah Madiun

Mahasiswa Prodi Kebidanan dan Adminkes UMJT Asah Kompetensi dengan PKL di RSI Siti Aisyah Madiun

22 Juli 2026
102
Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Posisi Strategis PNFI dalam Ekosistem Pendidikan Nasional

22 Juli 2026
102
Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

Rektor UMSU Panen Melon Hydroponik Fakultas Pertanian: Dorong Pengembangan Greenhouse sebagai Inovasi Pertanian Modern

22 Juli 2026
114
FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

FH UMSU bersama Posbakum Aisyiyah Sumut Edukasi Masyarakat Cegah Kejahatan “Rayap Besi” melalui Literasi Hukum dan Teknologi Laporan-150

22 Juli 2026
112
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Next Post
Laut Kita, Mutiara yang Terkikis: Refleksi atas Potensi Kelautan Indonesia

Laut Kita, Mutiara yang Terkikis: Refleksi atas Potensi Kelautan Indonesia

KopiKiRun 2025, Event Lari Sehat dan Ngopi Bersama Berbasis Komunitas

KopiKiRun 2025, Event Lari Sehat dan Ngopi Bersama Berbasis Komunitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20086 shares
    Share 8034 Tweet 5022
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6313 shares
    Share 2525 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6100 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah
Nasional

Delayed Gratification sebagai Fondasi Keluarga Sakinah Muhammadiyah

22 Juli 2026
203
Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua
AUM

Dari Manokwari: Menyalakan Cahaya Muhammadiyah di Tanah Papua

21 Juli 2026
119
Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara
Nasional

Demokrasi yang Kehilangan Suara: Ketika Kritik Dipandang sebagai Ancaman Negara

20 Juli 2026
110
Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 
'Aisyiyah

Medan, Kota Sejarah dan Cahaya Gerakan Islam Menyambut Muktamar 49 Muhammadiyah 

20 Juli 2026
126
Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia
Daerah

Dari Darul Arqam ke Manokwari: Betapa Luasnya Indonesia

20 Juli 2026
110
Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda
Jufri Daily

Tiga Final Piala Dunia dan Satu Harapan untuk Garuda

19 Juli 2026
173

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan