No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Merindukan Politik Otentik di Tengah Kabut Kepalsuan Demokrasi

1 September 2026
in Nasional, Opini, Tilikan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: M. Risfan Sihaloho

 

Politik otentik bukan soal tampil sederhana atau menolak kemewahan. Ia adalah keberanian menjadi diri sendiri, berpikir jernih, dan berbicara jujur kepada publik — sekalipun tidak populer.

 

BACA JUGA

Penegakan PPKM Darurat oleh Sapol PP, Efektif atau Melanggar HAM?

Asfinawati Nilai Pemerintah Terus-menerus Bantah Kekacauan Penanganan Covid-19

Walikota Medan Apresiasi Panitia Muktamar 49 Muhammadiyah

Bertentangan dengan UUD, Muhammadiyah Tolak Rencana PPN Bidang Pendidikan

Komar Buton Warga Maluku Ekspedisi Keliling Danau Toba Naik Solu

Kunjangan Wamendikdasmen Fajar di SMP IT Dar Ma’arif NU Riau Disambut Marawis

Demokrasi hari ini kian kehilangan wajah aslinya. Ia memang masih tampak hidup — dengan pemilu, partai, dan kampanye — tetapi jiwanya makin samar, terselubung kabut kepalsuan.

Panggung politik menjadi pertunjukan glamor pesta-pora demokrasi yang narsistik. Para aktor tampil memukau, tapi sering kali hanya memainkan peran, bukan memperjuangkan gagasan. Di tengah situasi ini, kebutuhan akan politik otentik menjadi mendesak.

Politik otentik bukan soal tampil sederhana atau menolak kemewahan. Ia adalah keberanian menjadi diri sendiri, berpikir jernih, dan berbicara jujur kepada publik — sekalipun tidak populer. Dalam politik otentik, seorang pemimpin tidak berlindung di balik pencitraan, tapi berdiri tegak membawa nilai dan keberpihakan.

Sayangnya, ruang bagi politik seperti ini semakin sempit. Mesin demokrasi telah terkooptasi oleh logika pasar dan algoritma popularitas. Mereka yang mengedepankan kesungguhan dan keberanian bersikap, sering kali kalah oleh mereka yang pandai bersandiwara dan merawat ilusi. Para politisi diasah bukan untuk jujur, melainkan untuk menang. Kebenaran menjadi komoditas, bukan komitmen.

Baca juga: Ketika yang Lemah Melawan

Di titik inilah relevansi pemikiran Hannah Arendt menyeruak. Dalam bukunya The Human Condition, Arendt menekankan pentingnya aksi politik sebagai bentuk pengungkapan diri yang otentik di ruang publik.

Bagi Arendt, politik bukan sekadar urusan kekuasaan, melainkan forum untuk bertindak secara bebas, jujur, dan menunjukkan siapa diri kita sebenarnya. Ketika politik kehilangan ruang bagi tindakan otentik, ia berubah menjadi teater manipulasi — dan itulah yang sedang terjadi sekarang.

Arendt juga mengingatkan bahaya banalitas kejahatan — ketika orang-orang menjalankan sistem dengan patuh, tanpa refleksi moral. Ini mengancam demokrasi dari dalam. Politik otentik, sebaliknya, mengharuskan keberanian untuk berpikir, menilai, dan bertindak meski bertentangan dengan arus dominan.

Lihatlah bagaimana jargon kerakyatan dipakai sebagai hiasan, bukan pijakan. Janji ditebar tanpa niat untuk ditepati. Panggung debat politik lebih banyak diisi dengan retorika kosong ketimbang substansi. Dalam kabut seperti ini, rakyat pun kesulitan membedakan mana pemimpin sejati dan mana yang hanya aktor berbakat.

Di tengah pusaran ini, politik otentik menjadi kebutuhan etis sekaligus strategis. Hanya dengan otentisitas, kepercayaan publik bisa dipulihkan. Hanya dengan keberanian berkata apa adanya, politik bisa kembali menyentuh akar masalah. Hanya dengan ketulusan, para pemimpin bisa menyatu dengan rakyat — bukan sekadar menjadi manajer elektoral.

Politik otentik menuntut integritas, bukan sekadar intelektualitas. Ia lahir dari pergulatan batin, bukan skrip konsultan. Ia tumbuh dari pengalaman hidup bersama rakyat, bukan dari seminar di hotel bintang lima. Dan yang terpenting: ia tidak menjual harapan, tapi menanamkan harapan melalui tindakan nyata.

Tentu, memperjuangkan politik otentik bukan perkara mudah. Ia menantang sistem, melawan kebiasaan, dan menolak kompromi murahan. Tapi jika demokrasi ingin diselamatkan dari kehampaan, inilah jalan yang harus ditempuh. Kita tidak butuh lebih banyak aktor politik, namun kita butuh lebih banyak manusia politik yang mencerahkan, sebagaimana yang dicita-citakan Arendt: manusia yang berpikir, berani, dan bertindak dalam kejujuran.

Karena ketika panggung politik sudah terlalu sesak oleh kepalsuan, kejujuran yang sederhana bisa menjadi sesuatu yang sangat dirindukan. (*)

Tags: M Risfan SihalohoPolitik Otentik
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Maestro Sihaloho: Dari Mesin Tik Sebelas Jari hingga Dunia Jurnalistik
Daerah

Maestro Sihaloho: Dari Mesin Tik Sebelas Jari hingga Dunia Jurnalistik

by Mujaddid
15 Juni 2026
75
Jogetokrasi
Nasional

Jogetokrasi

by Mujaddid
23 Agustus 2025
83
Penjilat
Nasional

Penjilat

by Mujaddid
23 Juli 2025
176
Ketika yang Lemah Melawan
Nasional

Ketika yang Lemah Melawan

by Mujaddid
14 Juli 2025
85
Topeng Kekuasaan
Nasional

Topeng Kekuasaan

by Mujaddid
10 Juli 2025
114
Otoritarianisme: Ketika Kekuasaan Berhenti Mendengar, Rakyat Berhenti Bersuara
Esai

Otoritarianisme: Ketika Kekuasaan Berhenti Mendengar, Rakyat Berhenti Bersuara

by Mujaddid
8 Juli 2025
107
Nasional

Bangsa Pahlawan

by Mujaddid
10 November 2024
957
Demokrasi Distortif
Nasional

Demokrasi Distortif

by Mujaddid
29 Februari 2024
983
Politik Waktu
Nasional

Politik Waktu

by Mujaddid
3 Januari 2024
1k
Palsu
Nasional

Palsu

by Mujaddid
21 Agustus 2023
932

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.