No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Dari Sekolah ke Palestina: Antara Gelaja Egosentris Lembaga & Menghidupkan Visi Peradaban

5 Juli 2025
in Esai, Internasional, Islam, Muhammadiyah, Opini
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Alvin Qodri Lazuardy

 

Malam itu, SM Tower menjadi sebuah tempat pilihan atas sebuah diskusi yang semula saya kira akan berjalan seperti biasa: tentang pengelolaan sekolah, service excellent, dan strategi kemajuan Amal Usaha Muhammadiyah. Saya hadir sebagai bagian dari Majelis Tarjih dan Tajdid, memenuhi panggilan Ustadz Fatin Hamam selaku Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah. Tak ada ekspektasi berlebihan, kecuali menyimak, mencatat, dan membawa pulang satu dua hal baru untuk diterapkan. Namun siapa sangka, malam itu berubah menjadi titik balik dalam cara saya memahami arah perjuangan pendidikan Islam.

Pak Ghufron Mustaqim, tokoh IT yang akrab dengan startup Evermos dan kini menjadi bagian dari Sarekat Usaha Muhammadiyah (SUMU), tampil bukan sebagai teknokrat biasa. Di saat hadirin menanti paparan teknis tentang bagaimana mengelola sekolah unggul dengan pelayanan prima, beliau justru membuka layar dengan slide Masjidil Aqsa. Bukan sekadar gambar, tapi potongan sejarah. Bukan sekadar pembuka, melainkan pintu menuju visi yang lebih tinggi—tentang barokah, peradaban, dan tanggung jawab kolektif umat Islam atas Palestina.

Saya sempat tercengang. Ini forum pendidikan, mengapa kita bicara Yerusalem/Al Quds? Mengapa Mataram Islam disebut-sebut? Mengapa tiba-tiba Profesor Abdul Fattah Al-Awaisi muncul dalam kutipan? Namun seiring penjelasan Pak Ghufron mengalir, saya mulai melihat jalinannya: bahwa service excellent bukanlah sekadar keramahan resepsionis atau kecanggihan sistem absensi, tapi kesadaran mendalam bahwa sekolah adalah medan jihad peradaban. Ia membangun argumen bahwa pendidikan Muhammadiyah—yang disebut-sebut sebagai organisasi Islam keempat terkaya di dunia—punya potensi luar biasa untuk membebaskan Palestina. Ya, membebaskan. Bukan sekadar menyumbang. Tapi merancang, mendirikan, dan mengelola amal usaha di tanah yang sedang dijajah itu.

BACA JUGA

Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Ikuti Indonesia Future Leaders Camp 2025 Regional 2 di Padang

Prof Determann: Tradisi Ilmu Pengetahuan Islam Dukung Gagasan Kehidupan di Luar Bumi

Expo 50 UMKM Perempuan Meriahkan Resepsi Milad 109 Aisyiyah Sumut di UMSU

UMSU Bahas Kerjasama Teknologi Semikonduktor dengan DYTM Raja Muda Perlis

Dosen UMS Perkenalkan BEX-TI, Inovasi Latihan Pencak Silat di Universiti Teknologi Malaysia

Energi Hijrah

Sontak ruangan jadi senyap. Saya memperhatikan, di benak banyak guru dan kepala sekolah mungkin muncul pertanyaan, “Kita butuh panduan teknis, bukan mimpi besar.” Tapi saya justru mulai merasa inilah arah yang selama ini kita lupakan. Bahwa pendidikan tidak semestinya berhenti pada kompetisi antar sekolah, branding sosial media, atau piala lomba berbagai cabang keilmuan ataupun olah raga. Bahwa ada sesuatu yang lebih besar, lebih mendesak, dan lebih bermakna: mendidik untuk peradaban. Mendidik untuk kemerdekaan. Mendidik untuk Palestina.

Pak Ghufron mengisahkan, pascagenosida 2023 di Gaza, ia mengubah arah hidupnya. Urusan bisnis ia delegasikan. Fokusnya kini satu: membebaskan Palestina. Tidak dengan senjata, tapi dengan amal usaha. Dengan sekolah. Dengan rumah sakit. Dengan AUM lainnya. Saya terdiam. Di tengah kegaduhan dunia, ada seseorang yang masih menyimpan nyala cita-cita itu dalam hatinya.

Beliau tidak menafikan pentingnya service excellent. Tapi ia memberi makna baru padanya. Pelayanan terbaik bukan sekadar bagi orang tua murid, tapi bagi umat ini secara keseluruhan. Visi peradaban kita upayakan tertanam dalam sistem pendidikan kita. Dan Palestina adalah simbol dari krisis peradaban itu. Maka ketika kita mendidik, kita tidak sedang memoles citra lembaga, tapi menyiapkan generasi yang kelak bisa berdiri di tanah suci itu sebagai pendidik, penggerak, dan penolong.

Sayangnya, sebagian kita masih terjebak dalam ego lembaga. Ingin unggul sendiri. Ingin maju sendiri. Ingin hebat sendiri. Akhirnya, yang lahir bukan kolaborasi, tapi kompetisi berbumbu friksi. Sekolah-sekolah yang secara struktural satu keluarga, secara kultural satu garis juang, justru saling terjebak dalam rutinitas berlomba menampilkan diri unjuk boleh kelebihan, paling keren, paling modern. Ini bukan lagi service excellent. Ini service egosentris.

Maka narasi Pak Ghufron perlu didengar ulang. Bukan untuk dipuji, tapi untuk direnungi. Apakah benar orientasi sekolah-sekolah kita hari ini masih berada di rel peradaban? Atau justru melaju kencang menuju jurang individualisme lembaga? Visi yang beliau bawa bukan visi awang-awang. Ia berpijak pada realitas kekuatan umat dan pengalaman sejarah. Tapi juga menatap jauh ke cakrawala masa depan umat Islam: bahwa barokah (baroknaa haulahu) di Palestina tak akan tergapai jika kita tak memerdekakannya. Dan kemerdekaan itu, seperti kemerdekaan Indonesia dulu, tak lahir dari senjata semata, tapi dari semangat kolektif membangun basis kekuatan: pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.

Saya menulis ini bukan sebagai catatan seminar, tapi sebagai ajakan. Agar kita—para pendidik, kepala sekolah, aktivis Muhammadiyah—kembali menyatukan langkah. Kita tak sedang berlomba membuat brosur terbaik, SPMB terbanyak tapi sedang mempersiapkan generasi pembebas. Kita tak sedang mengincar rangking nilai atau viralitas TikTok sekolah, tapi sedang menanamkan semangat jihad peradaban. Jika Palestina adalah titik awal dan akhir perjuangan umat ini, maka sekolah kita adalah tempat memulainya.

Mari pikirkan kembali hal-hal yang sekiranya berpotensi memberikan gejala egosentris lembaga. Mari naikkan level orientasi kita. Jadikan setiap ruang kelas sebagai ruang pembebasan. Jadikan setiap apel pagi sebagai penguatan ruh jihad. Jadikan setiap silabus sebagai jalan menuju kemerdekaan Palestina. Visi ini besar, tapi bukan berarti tak mungkin. Kita hanya perlu mulai hari ini. (*)

 

Biodata Penulis

Alvin Qodri Lazuardy, pegiat literasi asal Tegal sekarang membina sebuah gerakan literasi bernama alfuwisdom dengan sebuah wadah badan usaha CV. Alfuwisdom Mitra Prima bergerak di bidang penerbitan buku, Bookshop dan Pelatihan Literasi bertempat Piyungan, Yogyakarta.
Tags: Alvin Qodri LazuardyGhufron MustaqimSUMU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

SUMU Catalyst Bahas Strategi Membangun Bisnis Tahan Krisis di Tengah Ketidakpastian
Muhammadiyah

SUMU Catalyst Bahas Strategi Membangun Bisnis Tahan Krisis di Tengah Ketidakpastian

by Mujaddid
31 Agustus 2026
1
SUMU Bekasi Raya Dorong Pelaku Usaha Perkuat Jejaring Lokal dan Tembus Pasar Global
Daerah

SUMU Bekasi Raya Dorong Pelaku Usaha Perkuat Jejaring Lokal dan Tembus Pasar Global

by Mujaddid
26 Agustus 2026
12
Anggota SUMU Helmy Chandra Kembangkan MesinLaundry, Hadirkan Solusi Bisnis Laundry Terintegrasi
Daerah

Anggota SUMU Helmy Chandra Kembangkan MesinLaundry, Hadirkan Solusi Bisnis Laundry Terintegrasi

by Mujaddid
18 Agustus 2026
19
SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”
Daerah

SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM Lewat Kopdar Bertema “Big Deal, Big Opportunity”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
9
Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan
Daerah

Business Gathering UMKM Jawa Timur 2026: Muhammadiyah Perkuat Agenda Industrialisasi melalui Ekosistem Wirausaha Berkemajuan

by Mujaddid
20 Juli 2026
9
SUMU Catalyst Kenalkan Peluang Bisnis Perak melalui Webinar Bersama SilverMu
Muhammadiyah

SUMU Catalyst Kenalkan Peluang Bisnis Perak melalui Webinar Bersama SilverMu

by Mujaddid
13 Juni 2026
11
Human Capital University Dorong Peningkatan Kompetensi Kerja melalui Pelatihan & Sertifikasi BNSP
Nasional

Human Capital University Dorong Peningkatan Kompetensi Kerja melalui Pelatihan & Sertifikasi BNSP

by Mujaddid
22 Mei 2026
27
Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern
Muhammadiyah

Dari Receh ke Ratusan Juta, Webinar SUMU CATALYST Kupas Strategi Bangun Bisnis Snack Modern

by Mujaddid
19 Mei 2026
58
SUMU Buka Program “Exclusive Business Trip” ke Yiwu China, Dorong Pengusaha Akses Produk Langsung dari Pabrik
Internasional

SUMU Buka Program “Exclusive Business Trip” ke Yiwu China, Dorong Pengusaha Akses Produk Langsung dari Pabrik

by Mujaddid
9 Mei 2026
24
SUMU Dorong Pengusaha Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Bisnis, Sediakan Layanan Instalasi Open Claw AI Business Assistant
Muhammadiyah

SUMU Dorong Pengusaha Manfaatkan Teknologi untuk Pengelolaan Bisnis, Sediakan Layanan Instalasi Open Claw AI Business Assistant

by Mujaddid
4 Mei 2026
38

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
  • Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
  • Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
  • UMSU Bangga Jadi Tuan Rumah Pengukuhan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM
  • PP Muhammadiyah Kukuhkan Raja Muda Perlis sebagai Canselor UMAM di UMSU
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat
Jufri Daily

Belajar dari Daun Kelor: Sederhana, Sehat, Berkelanjutan dan Kaya Manfaat

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang
Daerah

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.