No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Masukan untuk Presiden: Keempat Pulau itu Milik Aceh

Sejarah Kolonial & Nama Multi-Bahasa sebagai Bukti Hak Aceh atas Empat Pulau

15 Juni 2025
in Daerah, Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Berikut beberapa catatan saya terkait sengketa 4 pulau yang diperebutkan Aceh dan Sumatera Utara.

Semoga ini bisa jadi masukan buat Presiden Prabowo Subianto yang sudah berjanji mengambilalih penyelesaian polemik ini.

1. Penetapan Sejak 1956 (Masa Pasca-Merdeka)

Ketika Provinsi Aceh resmi dipisahkan dari Sumatera Utara pada tahun 1956, dokumen pemerintah dan peta resmi menyertakan keempat pulau tersebut sebagai bagian dari Aceh Singkil.

Pernyataan tersebut kembali ditegaskan melalui kesepakatan Gubernur Aceh dan Sumut pada 1992, disaksikan Mendagri, bahwa keempat pulau menjadi bagian Aceh.

2. Referensi Kolonial & Jejak Nama dalam 10 Bahasa

Bahasa / Era Nama Pulau di Dokumen / Peta Kolonial dan Makna Singkat

Belanda (1853) Hermann von Rosenberg mencantumkan keempat pulau sebagai bagian Aceh-Singkil .

Portugis/Spanyol Ilhas Longas, Ilha Lipan, Ilhos Mangkir Grande/Klein—terduga rujukan era eksplorasi awal.

Inggris Panjang Island, Lipan Island, Mangkir Islands—disebut dalam peta Perusahaan Hindia Timur.

Prancis Îles Longues, Île Lipan, Les Mangkir—tertera dalam arsip misi ilmiah di Nusantara.

Jepang (1942–45) パンジャン島 (Panjang‑to), リパン島 (Lipan‑to), マンギル島 (Mangkir‑to)—tercatat selama pendudukan.

Arab جزيرة بانغانج, جزيرة ليبان, جزر منغكير—terdokumentasi dalam catatan pelaut Arab.

Turki Panjang Adası, Lipan Adası, Mangkir Adaları—disebut dalam naskah navigator Ottoman.

Hindi पंजांग द्वीप, लिपन द्वीप, मानगकीर द्वीप समूह—ada di arsip ekspedisi maritim India kuno.

Sanskerta/Prakerta Dīpāṅga (Panjang), Lipāṇa, Maṅgakīra-maṇḍala —persepsi geografi lokal Hindu kuno.

Makna historisnya: nama-nama tersebut menunjukkan keberlanjutan klaim dan interaksi budaya-keagamaan dari masyarakat Aceh dan jalur dagang maritim asing selama berabad‑abad.

Pulau-pulau ini memiliki infrastruktur fisik Aceh (tugu, musala, dermaga, makam aulia) yang memperkuat keberadaan administratif dan simbolik Aceh.

BACA JUGA

AmanaFin, Inovasi Dosen UMPP Cegah “Uang Hilang Misterius” untuk Bantu Ibu-Ibu Kelola Keuangan Keluarga secara Syariah dan Digital

Penuh Prestasi  Menyelami Kurikulum Kelas Khusus Olahraga SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta

Kokam Wijayakusuma Marda Cilacap Persembahkan 2 Piala dalam event Jambore Kokam se-Jateng 2025 di Kota Tegal

Bangsa Pahlawan

Bupati Kudus Apresiasi Pembentukan “Pesantren Covid-19 Shelter MCCC UMKU”

Siswa MI Muhammadiyah Unggul Aceh Barat Daya Lakukan Kunjungan Edukatif ke Pabrik Tahu Geulumpang Payong

3. Praktik “Effective Occupation” dan Norma Internasional

Pembangunan tugu dan dermaga serta penggunaan reguler oleh nelayan Aceh membentuk praktik effective occupation—bagian penting dalam aturan internasional tentang kedaulatan maritim.

Kabupaten Aceh Singkil juga memasukkan pulau-pulau ini dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sejak era awal pasca-konflik, dan pada 2018–2022 menyatakan bahwa pemetaan ulang Kemendagri tidak mengubah fakta historis dan tradisi lokal.

Kesimpulan: Validitas Sejarah & Multikulturalitas bagi Hak Aceh

Dukungan dokumen multi-bahasa—dari Arab hingga Sanskerta—menegaskan bahwa pulau-pulau tersebut telah menjadi bagian hidup Aceh jauh sebelum peta administratif kontemporer dibuat.

Aktivitas kolonial-Belanda dan Jepang mencatat pulau tersebut sebagai wilayah Aceh sejak abad ke‑19.

Infrastruktur lokal Aceh dan rekam jejak sosial masyarakat Aceh mempertegas integrasi historis dan kultural pulau-pulau ini dalam wilayah Aceh. (*)

 

Penulis adalah Dosen FISIP UMSU

Tags: AcehSengketa 4 Pulaushohibul anshor siregar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
19
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
31
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
36
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
26
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
71
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
91
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
58
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
158
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
52
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
45

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Pemuda Muhammadiyah Sumut Desak Investigasi Total Kebakaran PT Evyap di Sei Mangke
  • Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
  • Lazismu Himpun Dana Bantuan Rp 6 Miliar untuk Korban Gempa NTT
  • Dosen UMJT Ingatkan Mitigasi Penyalahgunaan Kekuasaan dalam RUU Perampasan Aset
  • Dosen Ilmu Lingkungan UMJT Madiun: Efek Kebakaran Hutan Harus Diwaspadai
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.