No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Tokoh Agama dan Lintas Iman Riau Bersatu Hadapi Krisis Lingkungan

27 Februari 2025
in Daerah, Muhammadiyah
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Foto bersama peserta FGD Konsultasi tentang Kerja-Kerja Advokasi dalam "Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk Memitigasi dan Mengelola Risiko Lingkungan" pada Rabu 26 Februari 2025 di Pekanbaru, Riau.

Foto bersama peserta FGD Konsultasi tentang Kerja-Kerja Advokasi dalam "Keterlibatan Keagamaan dan Lintas Iman untuk Memitigasi dan Mengelola Risiko Lingkungan" pada Rabu 26 Februari 2025 di Pekanbaru, Riau.

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Pekanbaru || Krisis lingkungan yang semakin nyata menuntut aksi konkret dari berbagai elemen masyarakat. Menyadari peran penting agama dalam menjaga kelestarian bumi, Eco Bhinneka Muhammadiyah dan GreenFaith Indonesia menggelar Forum Group Discussion (FGD) di Pekanbaru, Riau.

Acara ini diikuti oleh 42 peserta dari beragam latar belakang, termasuk tokoh agama, ahli lingkungan, organisasi lintas iman, serta perwakilan kelompok disabilitas. Dari jumlah tersebut, 14 peserta merupakan perempuan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Bappenas serta Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Luar Negeri (FCDO) Pemerintah Inggris melalui Oxford Policy Management Limited (OPML).

Dengan tema “Keterlibatan Agama dan Lintas Iman dalam Mengelola Risiko Lingkungan”, diskusi ini bertujuan merumuskan langkah konkret dalam menghadapi tantangan lingkungan. Para peserta sepakat untuk mencari solusi strategis guna mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian diskusi di tiga kota—Sawahlunto, Ambon, dan Pekanbaru—FGD ini menjadi awal kolaborasi antarumat beragama dalam menjaga lingkungan. Hasil diskusi akan disampaikan kepada Kementerian Bappenas sebagai pertimbangan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

FGD ini merupakan bagian dari Inisiatif Pembangunan Rendah Karbon Fase-2 (LCDI2), yang bertujuan mengintegrasikan peran organisasi keagamaan dalam mengatasi tantangan lingkungan. Rekomendasi dari forum ini akan menjadi dasar penguatan kapasitas organisasi keagamaan dalam mendukung pembangunan rendah karbon di Indonesia.

Agama sebagai Kekuatan Transformasi Lingkungan

Dr. H.M. Rasyad Zein, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, menekankan bahwa pendekatan lintas agama adalah solusi efektif dalam menghadapi krisis lingkungan. “Semua agama mengajarkan nilai-nilai luhur untuk menjaga keseimbangan alam,” ujarnya.

Sementara itu, Parid Ridwanuddin, Manajer Program GreenFaith Indonesia, menyebutkan bahwa isu lingkungan seperti perubahan iklim, deforestasi, dan polusi telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia.

“Di Indonesia, dampak kerusakan lingkungan tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan, ekonomi, dan keamanan masyarakat,” katanya. Ia menegaskan bahwa ajaran agama yang menekankan pelestarian alam dapat menjadi dasar kuat untuk menggerakkan aksi nyata. “Agama bukan hanya soal ibadah, tetapi juga tanggung jawab moral terhadap lingkungan,” tambahnya.

BACA JUGA

Hakim Vonis Bebas Mujianto, Jaksa Ajukan Kasasi

UMSU Masuk Pemeringkatan Dunia QS Sustainability 2026, Peringkat 12 Nasional untuk Dampak Sosial

Lazismu Aceh Tenggara Bersama KNRP Aceh Galang Dana untuk Palestina

Sanni: Waspada, Pelonggaran di Penghujung Ramadhan Jadi Bahan Olokan dan Pojokkan Umat Islam

Rapimda I PDPM Simalungun, PWPM: Jadilah Pemuda Negarawan dan Jangan Ada yang Dizalimi

Berbagi Berkah, Lazismu OKU Timur bersama IMM Kolaborasi Salurkan Ta’jil Ramadhan

Jihad Ekologis: Perlawanan terhadap Krisis Lingkungan

Dr. Muhammad Ikhsan, Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah Riau, menekankan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari maqasid syariah (tujuan syariah). Ia menyoroti peran organisasi keagamaan dalam mengedukasi masyarakat, mempengaruhi kebijakan, dan mendorong praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Dr. Elviriadi, M.Si, akademisi dan aktivis lingkungan, menyoroti angka deforestasi yang mencapai 11.000 hektar per tahun di Riau. Ia menyerukan perlunya “Jihad Ekologis”, yaitu keterlibatan aktif agama dalam melawan krisis lingkungan yang disebabkan oleh degradasi moral dan spiritual. “Agama harus menjadi kekuatan transformatif dalam menegakkan keadilan ekologis,” tegasnya.

Pdt. Masieli Zendrato, Sekretaris Umum PGI Wilayah Riau, mengajak gereja untuk menjadi “Eco Church”, yaitu gereja yang ramah lingkungan dan aktif dalam advokasi lingkungan. “Gereja tidak hanya harus berbicara, tetapi juga bertindak nyata dalam menjaga ciptaan Tuhan,” ujarnya.

Dari perspektif umat Buddha, Jonno, perwakilan Persatuan Umat Buddha Provinsi Riau, menekankan pentingnya regulasi yang tegas dalam pengelolaan lingkungan. “Tanpa kebijakan yang kuat, upaya pelestarian lingkungan akan sia-sia,” katanya. Ia juga menyoroti perlunya keadilan dalam pengelolaan sumber daya alam, terutama dalam menyelesaikan konflik lahan.

Jaelani, Wakil Bendahara Majelis Ulama Indonesia, menegaskan pentingnya penegakan hukum yang tegas dalam pelestarian lingkungan. Sementara itu, Frans, perwakilan dari PGI, bahkan mengusulkan hukuman berat bagi perusak lingkungan sebagai bentuk komitmen terhadap keadilan ekologis.

Kesadaran Kolektif untuk Masa Depan Bumi

Wirdati Irma, Ketua LLHPB PW ‘Aisyiyah Riau, menekankan pentingnya penyadaran masyarakat mengenai isu lingkungan. “Kita tidak hanya menjadi penikmat lingkungan, tetapi juga penjaganya,” ujarnya. Ia mencontohkan kampanye edukasi di sekolah-sekolah tentang pelestarian gambut dan mangrove sebagai langkah nyata dalam membangun kesadaran generasi muda.

Diskusi ini menunjukkan bahwa agama bukan sekadar keyakinan spiritual, tetapi juga motor perubahan sosial dalam menghadapi krisis lingkungan. Dengan kolaborasi lintas iman, diharapkan muncul aksi-aksi nyata yang mampu menjaga keberlanjutan lingkungan demi generasi mendatang.

Tentang Eco Bhinneka Muhammadiyah

Muhammadiyah menginisiasi Eco Bhinneka untuk mendorong kerukunan umat beragama di Indonesia melalui pendekatan lingkungan. Pada tahun 2025, Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Oxford Policy Management Limited (OPML) melaksanakan kegiatan konsultasi tentang kerja-kerja advokasi dalam keterlibatan keagamaan dan lintas iman untuk memitigasi dan mengelola risiko lingkungan di Sawahlunto (Sumatera Barat), Pekanbaru (Riau), dan Ambon (Maluku). Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran agama dan lintas iman dalam mengelola risiko lingkungan dan perubahan iklim. Dalam kegiatan ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah bekerja sama dengan GreenFaith Indonesia.

Tentang LCDI

Low Carbon Development Indonesia (LCDI) atau Pembangunan Rendah Karbon Indonesia merupakan platform pembangunan yang bertujuan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan sosial melalui kegiatan pembangunan yang beremisi Gas Rumah Kaca (GRK) rendah serta meminimalkan eksploitasi Sumber Daya Alam (SDA). Program ini mendorong pengembangan berkelanjutan yang mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Tentang GreenFaith Indonesia
GreenFaith adalah lembaga lintas iman yang berpusat di New York sejak 1992 dan kini telah berkembang di 11 negara. GreenFaith adalah gerakan yang mendorong kerja sama lintas agama untuk mengurangi dampak perubahan iklim.

Di Indonesia, GreenFaith berdiri sejak 2023 dengan fokus pada Faith for Climate Action, yaitu aksi nyata individu lintas agama dalam mengatasi dampak perubahan iklim, pelatihan lintas agama untuk climate justice, serta membangun perspektif lintas agama dalam transisi energi. Update kegiatan GreenFaith Indonesia dapat diikuti melalui Instagram @greenfaith.id.*

Kontributor: Farah Adiba 

Tags: Eco Bhinneka MuhammadiyahJihad EkologisLow Carbon Development Indonesia (LCDI)
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Penguatan Kapasitas Tim Pengelola Jadi Langkah Lanjutan Pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA
'Aisyiyah

Penguatan Kapasitas Tim Pengelola Jadi Langkah Lanjutan Pengembangan Hutan Wakaf SITI KANAYA

by Mujaddid
12 Oktober 2026
87
Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim
'Aisyiyah

Aisyiyah, LATIN, Eco Bhinneka Muhammadiyah Inisiasi Hutan Wakaf SITI KANAYA di Jatim

by Mujaddid
2 September 2026
54
Eco Bhinneka Gelar ToT Pengelolaan Sampah, Dorong Perempuan dan Pemuda jadi Penggerak Lingkungan
Daerah

Eco Bhinneka Gelar ToT Pengelolaan Sampah, Dorong Perempuan dan Pemuda jadi Penggerak Lingkungan

by Mujaddid
20 Agustus 2026
59
Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan
'Aisyiyah

Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

by Mujaddid
28 Juli 2026
60
Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim
Nasional

Komunitas Lintas Iman Rumuskan Agenda Bersama untuk Keadilan Iklim

by Mujaddid
11 Juni 2026
60
Dari Tanah Konservasi Papua Barat, SMAMCO Manokwari Hadirkan Model Pendidikan Masa Depan
Daerah

Dari Tanah Konservasi Papua Barat, SMAMCO Manokwari Hadirkan Model Pendidikan Masa Depan

by Mujaddid
29 Mei 2026
77
Asia Hub Convening di Jakarta Dorong Arsitektur Baru Kolaborasi Lintas Iman di Asia
Internasional

Asia Hub Convening di Jakarta Dorong Arsitektur Baru Kolaborasi Lintas Iman di Asia

by Mujaddid
19 Mei 2026
75
PWM Jabar Perkuat Kampanye Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan di Kalangan Anak Muda
Daerah

PWM Jabar Perkuat Kampanye Kerukunan dan Kepedulian Lingkungan di Kalangan Anak Muda

by Mujaddid
11 Mei 2026
77
Mengubah Cara Pandang: Dari Bumi sebagai Objek Menjadi Ruang Kehidupan Bersama
Muhammadiyah

Mengubah Cara Pandang: Dari Bumi sebagai Objek Menjadi Ruang Kehidupan Bersama

by Mujaddid
6 Mei 2026
81
Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Perkuat Kader Muda Lintas Iman Rawat Bumi dan Kebhinnekaan
Muhammadiyah

Akademi Eco Bhinneka Muhammadiyah Resmi Dibuka, Perkuat Kader Muda Lintas Iman Rawat Bumi dan Kebhinnekaan

by Mujaddid
1 Mei 2026
84

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
  • Jadi Role Model SMP Unggulan, Muhammadiyah Rawamangun Studi Tiru ke SMP UMP
  • Rislah Islam Kesemestaan
  • Perkuat Keterampilan Praktik 516 Mahasiswa, Laboratorium Hukum FH UMSU Bekali Puluhan Asisten
  • UMSU Vibes
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?
Daerah

Matahari Bersembunyi di Balik Asap: Bencana Alam atau Bencana Ekologis?

Rislah Islam Kesemestaan
'Aisyiyah

Rislah Islam Kesemestaan

UMSU Vibes
Muhammadiyah

UMSU Vibes

Jangan Polos Memandang Politik
Nasional

Jangan Polos Memandang Politik

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah sebagai Kekuatan Ekonomi Strategis Bangsa: Dari Jasa Kemerdekaan menuju Kedaulatan Hulu-Hilir

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung
Jufri Daily

Setiap Orang Perlu Panggung dan Punggung

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.