Site icon TAJDID.ID

Pengamat Soal Ahok Akan Diajukan Jadi Cagubsu: Itu Penghinaan Besar!

TAJDID.ID-Medan || Salah satu rumor politik yang banyak diperbincangkan publik jelang perhelatan Pilkada 2024 adalah tentang kemungkinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok maju sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu).

Menanggapi rumor itu, analis politik FISIP UMSU, Shohibul Anshor Siregar mengatakan, jika benar itu merupakan sebuah bentuk penghinaan terhadap rakyat Sumatera Utara.

“Sekiranya benar Ahok dan para sponsornya berniat berebut jabatan Gubernur Provinsi Sumatera Utara pada Pilkada Serentak 2024 nanti, sesungguhnya hal itu adalah sebuah penghinaan besar terhadap rakyat daerah ini,” ujar Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PW Muhammadiyah Sumut ini, Sabtu (25/5).

“Mayoritas orang di Indonesia tetap ingat bahwa Ahok itu adalah mantan terpidana kasus penodaan Agama dan divonis 2 tahun penjara pada tahun 2017 yang lalu,” imbuhnya.

Joko Widodo mungkin sangat berhutang budi kepada Ahok sehingga diangkat sebagai Komisaris Utama Pertamina oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada 25 November 2019. Shohibul mengungkapkan, penunjukan Ahok sebagai salah satu pimpinan BUMN strategis sempat membuat heboh publik, terutama dari kalangan pegawai serikat pekerja Pertamina. Tetapi Joko Widodo tidak memperdulikan itu.

Dengan fakta itu, kata Shohibul, menjadi sangat jelas bahwa siapa pun, atau pihak mana pun, yang berusaha mengusulkan agar Ahok diajukan sebagai calon Gubernur Sumatera Utara pada pilgubsu 2024, mereka itu sedang berniat tak baik terhadap Sumatera Utara dan terhadap Indonesia.

“Itu harus dihentikan!” tegas Shohibul.

“Saya tidak tahu apakah hari ini Ahok masih diterima oleh penduduk Jakarta. Semestinya, jika popularitas dan elektabilitasnya masih meyakinkan, Ahok dan para sponsor di belakangnya harus menjadikan Jakarta sebagai satu-satunya target. Jika Jakarta tak akan menerimanya, jangan berfikir daerah lain memberinya karpet merah,” tambahnya.

Kepada Ahok dan mereka yang berfikir membaha Ahok ke Sumatera Utara Sumatera Utara, Shohibul meingatkan agar Sumatera Utara jangan dijadikan sebagai Provinsi Rebutan, tak ubahnya bangsa-bangsa kolonial datang dan berperang di sini untuk beroleh kedudukan politik untuk mengeksploitasi kekayaan sumberdaya yang melimpah.

“Jakarta, Ahok dan para sponsornya harus berhenti berfikir kolonialistik untuk beralih kepada konsistensi atas konstitusi. Rakyat Sumatera Utara berhak untuk beroleh pemimpin yang bermartabat. Banyak orang yang ingin berebut, tetapi rakyat Sumatera Utara tahu siapa yang memiliki idealitas, nasionalitas dan integritas dalam memperjuangkan hak-hak konstitusional rakyat,” pungkas Shohibul. (*)

 

Exit mobile version