No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Menggali Dampak Pergaulan Bebas di Zaman Modern

26 Oktober 2023
in Esai, Nasional, Opini
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Ilustrasi pergaulan bebas.

Ilustrasi pergaulan bebas.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Nabil Fadillah Wahyudi

Pergaulan bebas merupakan sebuah perilaku yang umumnya dilakukan oleh remaja untuk memenuhi hasrat dan keinginan yang menyimpang berbagai norma kehidupan. Pergaulan bebas juga telah menyita perhatian masyarakat modern saat ini. Hal ini dikarenakan dampak dari pergaulan bebas yang dapat merusak diri seseorang yang berada di dalam lingkup pergaulan bebas, merusak kelompok masyarakat, bahkan hingga negara dan agama. Dampak dari pergaulan bebas sendiri memang cukup fatal.

Terlebih lagi pada zaman sekarang, kemajuan teknologi dan mudahnya informasi yang tersebar melalui media sosial menjadikan pergaulan bebas semakin sulit dibendung. Cukup banyak fenomena pergaulan bebas, seperti banyaknya pernikahan dini karena hamil di luar nikah, angka kematian di usia remaja akibat tawuran, dan perubahan sikap tidak sopan anak terhadap orang tua karena orang tua terlalu membebaskan.

Salah satu dampak pergaulan bebas pada zaman sekarang adalah meningkatnya kasus pernikahan dini yang disebabkan oleh kehamilan di luar nikah. Hal ini menjadi masalah serius karena menyangkut kehidupan seseorang, terutama bagi perempuan yang akan melahirkan. Selain itu, dampak yang dihasilkan sangat merugikan bagi remaja yang terjerembab kasus ini.

Ditambah lagi kemudahan yang dijajakan teknologi dan media sosial, banyak sekali sesuatu yang tidak senonoh tersebar luas yang menyebabkan jiwa remaja yang ingin tahu semakin menggebu-gebu untuk coba-coba. Remaja yang sudah terserat kasus ini akan kesulitan melanjutkan pendidikan dan hal terakhir yang menjadi jawaban adalah sekolah paket.

Lalu, mereka akan sulit menjalankan kehidupan berumah tangga karena remaja masih memiliki tingkat emosi yang labil. Dampak lain yang cukup membuat miris adalah hubungan pernikahan mereka yang akan menemui status perceraian. Kasus menikah muda memang bukan menjadi hal yang tabu lagi di kehidupan masyarakat. Pernikahan dini juga dapat berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi keluarga. Ketika seseorang menikah di usia yang masih terlalu muda, maka mereka belum siap secara fisik maupun mental untuk menghadapi tanggung jawab yang besar, seperti mengasuh anak dan memenuhi kebutuhan keluarga. Oleh karena itu, banyak pasangan yang menikah muda sering mengalami masalah ekonomi, dan mereka juga cenderung memiliki tingkat pendidikan yang rendah.

Dampak pergaulan bebas yang tidak kalah meresahkan adalah meningkatnya angka kematian di usia remaja yang disebabkan oleh tawuran. Tawuran merupakan sebuah bentuk

perilaku yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kerugian yang besar bagi masyarakat. Selain menyebabkan kematian, tawuran juga dapat menyebabkan luka-luka yang parah, trauma psikologis, dan bahkan dapat menghancurkan karir masa depan seorang remaja. Tak lebih penyebab adanya fenomena tawuran pelajar ini dipicu dorongan dari kakak kelas di sekolahnya.

Hal lain yang menjadi pemicu adalah lagi-lagi penggunaan media sosial. Aksi saling ejek di media sosial menjadi salah satu penyebab terjadinya tawuran. Para remaja juga kerap menjadikan sosial media untuk menunjukkan aksi nakal mereka dengan bertujuan menghina dan mencari lawan untuk tawuran. Faktor yang memengaruhi meningkatnya tawuran adalah pergaulan bebas. Ketika seorang remaja terlalu bebas dalam bergaul, mereka cenderung menjadi kurang terkontrol dan tidak memiliki rasa tanggung jawab yang cukup.

Dampak pergaulan bebas pada kelas ketiga adalah perilaku anak yang menjadi tidak sopan terhadap orang tua karena orang tua terlalu membebaskan. Banyak orang tua yang terlalu bebas dalam mendidik anak-anak mereka, sehingga anak-anak tersebut tidak menghargai orang tua mereka dan bahkan bersikap kurang ajar. Hal ini dapat menyebabkan masalah dalam hubungan keluarga, dan bahkan dapat memicu konflik yang serius. Berbagai penyebab anak menjadi tidak sopan, antara lain orang tua yang tidak memberikan batasan yang jelas. Hal ini mengakibatkan anak menjadi merasa bebas untuk melakukan dan berbicara apapun sesuai keinginan mereka.

Selain itu, anak menjadi kurang memiliki pengendalian diri dalam bertindak dan bertutur kepada orang tua. Penyebab selanjutnya adalah anak yang tidak memiliki kepedulian terhadap norma sosial. etika anak diberikan kebebasan yang berlebihan, mereka mungkin tidak belajar atau tidak peduli dengan norma sosial yang berlaku dalam interaksi dengan orang dewasa. Mereka mungkin tidak menghargai tata krama atau etika dalam berbicara atau bertindak terhadap orang tua, dan akhirnya menjadi tidak sopan.

Lalu, penyebab lain anak menjadi tidak sopan adalah kurangnya pengawasan orang tua. Orang tua yang terlalu membebaskan anak mereka mungkin tidak melibatkan diri secara aktif dalam mengawasi atau mendampingi perkembangan anak mereka. Akibatnya, anak mungkin tidak mendapatkan arahan atau pengarahan yang memadai dalam belajar berbicara sopan dan bertindak dengan hormat terhadap orang tua.

Hal lain yang menjadi penyebab anak menjadi tidak sopan adalah pengaruh lingkungan bermasyarakat dan bersosial. Selain mendapatkan suatu pengajaran di rumah, anak juga mendapatkannya di lingkungan ia bermain dan belajar. Mereka menangkap apa yang mereka dapatkan di luar. Kebebasan untuk bergaul di luar rumah harus dibatasi dan diperhatikan untuk menyaring sesuatu yang mereka dapat di luar rumah.

Setiap pribadi manusia memiliki dinamika yang berbeda. Dengan begitu, orang tua tidak bisa menyamakan strateginya dengan orang lain untuk mendidik dan menjaga anaknya. Inilah penting untuk memastikan bahwa kebebasan yang diberikan kepada anak tetap dalam batasan yang sehat, dan memberikan bimbingan dan pengarahan yang diperlukan dalam memahami dan menghargai norma sopan santun terhadap orang tua dan otoritas.

Dari berbagai macam dampak dan penyebab dari pergaulan bebas, menjelaskan bahwa pergaulan bebas adalah perilaku yang menyimpang dan merugikan diri sendiri dan pihak lain. Remaja merupakan pribadi yang sedang serba ingin tahu dan coba-coba. Remaja harus lebih berwaspada dan hati-hati dalam bergaul dan memilih teman. Mereka harus banyak mematuhi norma-norma yang berlaku dan bergerak dengan batasan-batasan yang tidak menyimpan dan sesuai dengan ajaran agama.

BACA JUGA

Harga BBM Tidak Kunjung Turun, Jokowi Disomasi

Kepemimpinan Ulama Muda: Membumikan Spirit Tajdid dalam Arena Pelajar

Akademis UMSU Bongkar Neo-Feodalisme Politik: Oligarki Memangsa Demokrasi!

Ironi Jenazah Pandemi Corona

Silaturahmi Alumni Universitas Muhamadiyah Sumatera Utara

Muhammadiyah 111 Tahun

Penting juga bagi orang tua, guru, dan masyarakat untuk untuk memberikan perhatian yang cukup terhadap pergaulan bebas pada zaman sekarang. Diperlukan upaya yang lebih besar dalam memberikan pendekatan yang seimbang antara memberikan kebebasan kepada remaja dan mengajarkan nilai-nilai moral, norma sosial, serta penghargaan terhadap otoritas dan orang tua. Pendidikan seksual yang komprehensif dan pendekatan yang holistik dalam pengasuhan anak dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak negatif dari pergaulan bebas pada zaman sekarang, termasuk kasus pernikahan dini, angka kematian remaja akibat tawuran, dan anak menjadi tidak sopan terhadap orang tua. Jadilah remaja yang bertanggung jawab kepada diri sendiri, orang tua, dan masyarakat. Mencegah hal yang buruk masuk ke dalam kehidupan demi masa depan yang lebih cerah. Gunakanlah teknologi dan media sosial untuk melakukan hal baik kepada diri sendiri dan orang lain. Sebagai remaja, kita juga harus memilah budaya luar yang masuk di tengah kehidupan bermasyarakat. Remaja yang baik adalah remaja yang menggunakan waktu emasnya untuk melakukan hal yang baik. (*)

Penulis adalah mahasiswa Universitas Padjadjaran

Tags: Pergaulan Bebas
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

No Content Available

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Budak Tahta (Buta)
  • Korban Dugaan Kriminalisasi, Nenek Marlina Diputus Lepas oleh Hakim di PN Lubuk Pakam
  • Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
  • 50 Petugas LazisMu Sumut akan Ikuti Program Akademi Jurnalistik Filantropi
  • KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Budak Tahta (Buta)
M. Risfan Sihaloho

Budak Tahta (Buta)

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia
Daerah

Sastra, Pendidikan, Religiositas, dan Jagat Batin Manusia

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini
Daerah

Catatan Kritis Puisi-puisi Mantra Karya Heri Isnaini

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan
Muhammadiyah

Alumni PTM Garda Terdepan Islam Berkemajuan

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.