Karya: Nadiya Nor Oktari
Kamu bumi,
maka aku deras yang senang jatuh berkali-kali
maka aku rintikan air yang senang mengetuk-ngetuk langit
lewat jauhnya jalur semesta ini, demi sebuah sentuhan transparan dengan bumiku.
Pada bumi,
Berani aku katakan,
aku ada hanya untuk kembali pada keindahanmu
aku diciptakan hanya untuk jatuh padamu.
Maka, jika di suatu hari tiba masaku hilang, tiba matahari itu datang,
Bumi jangan kecewa, itu sudah garisan waktu-Nya.
Terbiasalah bumi,
karena matahari itu lebih dinanti.
Terbiasalah bumi,
kapanpun kepergianku, akan kujanjikan kembaliku untuk bumi,
bumiku.
Purwokerto, 2023

















