No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Abdul Mu’ti: Ketua PDM dengan Bupati/Walikota Selevel, Bedanya di Tunggangan dan Tunjangan

5 Juni 2023
in Muhammadiyah, Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Sekum PP Muhammadiyah, Prof Abdul  Mu'ti . (Foto: twitter)

Sekum PP Muhammadiyah, Prof Abdul Mu'ti . (Foto: twitter)

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Blitar || Sekretaris Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengatakan, level Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) di sebuah kota/kabupaten mungkin selevel dengan walikota maupun bupati.

“Akan tetapi yang membedakan dari kedua pejabat ini adalah tunggangan dan tunjangannya,”  Guru Besar Bidang Pendidikan Islam ini dalam acara Pengukuhan PDM, PDA dan IMM Cabang Blitar, Sabtu (3/6).

Selain itu, lanjut Mu’ti, yang membedakan antara ketua PDM dengan Walikota/Bupati adalah sistem kepemimpinan. Dijelaskannya, di Muhammadiyah yang berlaku adalah sistem kolektif kolegial, artinya kepemimpinan terletak pada sistem bukan sinten atau siapa ‘tokoh’.

Kelebihan dari sistem ini adalah sebuah organisasi tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya meski pimpinan atau ketuanya tidak ada di tempat,” sebut Mu’ti. dikutip dari laman muhammadiyah.or.id.

Mu’ti menuturkan, pada 2017 ketika dirinya, Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Siti Noordjannah Djohantini (Ketua Umum PP ‘Aisyiyah), dan almarhum Suyatno (Bendahara Umum PP Muhammadiyah) berangkat haji bersamaan, roda kepengurusan PP Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah masih bisa berputar sebagaimana mestinya, tidak ada ketakutan akan kudeta terhadap kepemimpinan di Muhammadiyah.

“Tapi tetap aman-aman saja, walaupun ketua umum haji, sekretaris umum haji, bendahara umum haji organisasi tetap berjalan, organisasi masih tetap bisa dikelola sebagaimana mestinya. Karena kita mengembangkan sistem kepemimpinan kolektif kolegial,” ungkap Abdul Mu’ti.

BACA JUGA

PP ‘Aisyiyah Gelar Webinar Nasional “Pembelajaran Program Membangun Keluarga dan Komunitas Lenting dalam Masa Pandemi Covid-19”

PPK ORMAWA HMJ KS FISIP UMSU di Desa Simandulang Hasilkan 12 Buku Modul Pemberdayaan Masyarakat

Ayo Ikuti Acara Khusus Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027: Pak Ketum PP Muhammadiyah Menyapa Para Murid Sekolah/Madrasah Muhammadiyah se-Indonesia

Eco Bhinneka Muhammadiyah dan Majelis Sinode GPIB Perkuat Kerjasama Lestarikan Lingkungan

SMA Muhammadiyah 1 Taman Gelar Karya Seni Budaya dan Tradisi Lokal Sidoarjo

Prof Amien Rais Ingatkan PP Muhammadiyah Jangan Terlalu Sering Keluar-Masuk Istana

Termasuk ketika terjadi pengambilan keputusan, jabatan ketua umum, sekretaris umum dan bendahara umum harus mengikuti keputusan bersama yang ditentukan oleh quorum dalam permusyawaratan atau rapat. Pada posisi tersebut, pimpinan bukan hanya menempatkan dirinya sebagai yang ‘paling’ dibandingkan lainnya, sebab pimpinan atau ketua harus bisa menjadi makmum atau followers.

“Sehingga saat ini followership itulah yang saat ini agak sulit, terutama dalam kehidupan kebangsaan kita ini. Orang itu lebih siap tampil menjadi yang terdepan, tetapi tidak siap tampil untuk dipimpin oleh yang lainnya itu. Dan inilah yang saya rasa menjadi tantangan dalam kepemimpinan nasional kita sekarang ini,” imbuhnya.

Hemat Mu’ti, kenyataan kepemimpinan dalam konteks kebangsaan memiliki perbedaan dengan kondisi atau realitas kepemimpinan yang ada di Muhammadiyah. Pasalnya, di Muhammadiyah orangnya lebih tidak bersedia mengajukan diri sebagai pimpinan atau ketua, bahkan saling mendorong yang lain untuk menjadi ketua.

Dia menekankan, dalam konteks kepemimpinan nasional seseorang harus bisa menempatkan diri untuk siap dipimpin, bukan hanya mau memimpin. (*)

Tags: Abdul Mu'thiMuhammadiyahPimpinan dalam Muhammadiyah
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

by Mujaddid
12 Oktober 2026
68
Muhammadiyah dan FSPPB Bahas Masa Depan Tata Kelola Migas
Muhammadiyah

Muhammadiyah dan FSPPB Bahas Masa Depan Tata Kelola Migas

by Mujaddid
8 Oktober 2026
56
Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

by Mujaddid
7 Oktober 2026
55
Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

by Mujaddid
2 Oktober 2026
61
Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang
Daerah

Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang

by Mujaddid
17 September 2026
61
Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
Internasional

Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia

by Mujaddid
14 September 2026
73
Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa
Internasional

Kukuhkan Raja Muda Perlis Jadi Canselor UMAM, Prof. Abdul Mu’ti Berharap Jadi Jembatan Ilmu Pengetahuan Dua Bangsa

by Mujaddid
14 September 2026
66
Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

by Mujaddid
7 September 2026
71
Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
Daerah

Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT

by Mujaddid
5 September 2026
55
Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan
Jufri Daily

Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan

by Mujaddid
26 Agustus 2026
83

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
  • Terpilih Secara Aklamasi, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut Periode 2026–2030
  • Kaji Industri Komunikasi Hadapi Disrupsi, UMY dan UMJT Gelar Seminar di Madiun
  • Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
  • SMeCK Hooligan Apresiasi League Cup, Siap Jadikan Medan Tuan Rumah yang Ramah
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban
Esai

Menulis: Dari Sekadar Merangkai Kata hingga Memahat Peradaban

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara
Daerah

Kontribusi Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Pencerahan Kehidupan Bangsa dan Bernegara

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.