No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result
Home
Nasional

Mensyukuri 2 Dekade, MAARIF Institute Luncurkan Buku Perjalanan Lembaga

by Mujaddid
31 Mei 2023
in Nasional
Reading Time: 3 mins read
0
0
0
SHARES
131
VIEWS
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Jakarta || Tahun ini, usia MAARIF Institute genap 20 tahun. Di usianya hari ini, MAARIF Institute sejak awal berdirinya teguh berkomitmen menjadi salah satu pilar bangsa yang bergerak untuk kerja-kerja kemanusiaan, merawat kebinekaan, mendorong penegakan HAM, memperjuangkan kebebasan beragama dan mensosialisasikan watak dan ciri khas Islam Indonesia sebagai agama rahmatan li al-alamin, inklusif, dan toleran serta memiliki kesesuaian dengan demokrasi yang berpihak kepada keadilan.

Dalam rangka mensyukuri dua dekade tersebut, MAARIF Institute luncurkan Buku “Katalisator Perekat Kebinekaan Membangun Generasi Inklusif”. Buku yang ditulis oleh Abdul Mu’ti (PP. Muhammadiyah), Musdah Mulia (Aktivis Perempuan), Alissa Wahid (Jaringan Gusdurian), dan kawan-kawan lainnya yang juga menjadi kolega MAARIF Institute ini berkisah tentang perjalanan lembaga dalam mengawal pikiran-pikiran Buya Syafii tentang keindonesiaan, keagamaan dan kemanusiaan yang tujuannya tidak lain untuk menampilkan karakter bangsa yang moderat.

Acara yang digelar di Aula Ahmad Dahlan, Lt. 1 Gedung Dakwah PP. Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat ini, dihadiri oleh sejumlah narasumber, antara lain: Musdah Mulia (Penulis Buku Ensiklopedia Muslimah Reformis), Jack Manuputty (Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-gereja), M. Wahyuni Nafis (NCMS) dan Desvian Bandarsyah.(UHAMKA). Acara ini dipandu oleh Moh. Shofan (Direktur Program MAARIF Institute).

Suyoto, Pengurus Yayasan Ahmad Syafii Maarif, dalam sambutan pembuka, menyampaikan rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena di usia dua dekade ini, MAARIF Institute telah berkomitmen untuk menyebarluaskan gagasan-gagasan Buya Syafii. Hal ini, menurutnya, tentu tidak mudah di tengah tantangan dan dinamika berbagai ragam persoalan yang berkembang di tanah air.

“Selamat ulang tahun MAARIF Institute, Semoga Tuhan terus memudahkan perjalanan MAARIF untuk tidak berhenti berkarya serta menerangi perjalanan bangsa,” pungkas Suyoto.

Abd. Rohim Ghazali, Direktur Eksekutif MAARIF institute, dalam sambutannya juga mengatakan bahwa apa yang kini dikembangkan oleh MAARIF Institute selama 20 tahun terakhir ini, tidak lain merupakan ikhtiar untuk merealisasikan gagasan besar Buya Syafii yang terangkum dalam konsep keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

“Sebagaimana layaknya sebuah organisasi, tentu masih ada kekurangan dan ketidaksempurnaan yang bisa dijadikan sebagai bahan evaluasi untuk proyeksi ke depan. Terlebih, selama perjalanan dua dekade terakhir ini dunia telah berkembang sangat cepat. Salah satu pendorong perubahan adalah revolusi teknologi informasi dan telekomunikasi, di mana pada satu sisi kesempatan setiap orang dengan mudah mendapatkan informasi secara terbuka, seiring bertumbuhnya masyarakat yang lebih demokratis, toleran, dan berkeadilan”, terang Rohim.

Rohim menambahkan, “Buya Syafii sudah meninggalkan kita setahun yang lalu. Kita semua menjadi pewaris, bukan hanya pemikiran-pemikiran Buya Syafii yang sangat brilian dan kritis dalam menyoroti masalah-masalah bangsa, tetapi juga mewarisi keteladanan dan kesederhanaan. Kita bukan sekedar mengenang tapi juga bagaimana bisa melanjutkan pemikiran Buya Syafii”.

Sementara, narasumber pertama, Musda Mulia dalam paparannya, mengatakan, “Sebagai orang yang sering dilibatkan dalam berbagai program MAARIF Institute, menurut hemat saya, hal paling menonjol dilakukan oleh MAARIF Institute selama dua dekade kehadirannya adalah upaya-upaya pencerdasan bangsa melalui program penguatan literasi agama”, ujarnya.

Musdah melanjutkan, hakikatnya, ini adalah kerja-kerja pemerintah sesuai tujuan bernegara, di antaranya mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, kita semua sadar, pemerintah memiliki banyak keterbatasan sehingga masyarakat sipil diharapkan berpartisipasi aktif membangun bangsa. Di sinilah MAARIF Institute menunjukkan kepeduliannya sebagai elemen masyarakat sipil yang berkiprah untuk kecerdasan bangsa dan kemajuan peradaban manusia.

Sementara Jacky Manuputty, melihat bahwa selama dua dekade, MAARIF Institute bekerja keras untuk menggerakan gairah intelektualisme dan mengembangkan Islam berkemajuan yang progresif, toleran dan anti kekerasan melalui Sekolah Kebudayaan dan Kemanusiaan (SKK) Ahmad Syafii Maarif dan berbagai program lainnya.

“Tantangan MAARIF Istitute setelah dua dekade pengabdiannya tentu tidak ringan. Melembagakan dan menggelorakan gagasan dan keteladanan Buya Syafii melalui manajemen pengetahuan dan pengelolaan tata-laku untuk memperkuat kohesi sosial terus digerus oleh praktek-praktek intoleransi, persekusi, dan narasi kebencian berbasiskan agama yang masih marak terjadi di Indonesia, terutama ketika kita menghadapi tantangan tahun politik menuju ke Pemilihan Umum saat ini”, terang Jacky.

Dua narasumber lainnya, Wahyuni Nafis dan Desvian Bandarsyah, berharap MAARIF Institute, diharapkan untuk tetap berkomitmen pada wawasan keislaman yang mendasarkan pada kemaslahatan kemanusiaan dan keindonesiaan. “Karena itu, apresiasi pada dua dekade MAARIF Institute ini, sebenarnya kita berikan kepada para penggeraknya,” ujar Wahyuni Nafis.

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Pengurus Yayasan MAARIF Institute, Rizal Sukma, Clara Joewono, M. Amin Abdullah, Suyoto; Associate MAARIF Institute, Ahmad Najib Burhani, Yayah Khisbiyah, serta sejumlah pejabat negara, pengurus pusat Muhammadiyah, Aisyiyah, NA, Pemuda, serta para akademisi, aktivis, awak Media, dan jaringan MAARIF Institute.

Acara yang dihadiri tidak kurang dari 200 orang peserta ini diharapkan bisa menjadi energi baru dalam upaya mensosialisasikan gagasan dan cita-cita sosial Buya Syafii, baik di ranah keislaman, kebangsaan yang mengusung nilai-nilai keterbukaan, kesetaraan dan kebhinnekaan yang dapat diwariskan kepada anak-anak bangsa. (*)

Kontributor: Ahmad Soleh

Tags: 20 Tahun MAARIF InstituteBuku “Katalisator Perekat Kebinekaan Membangun Generasi Inklusif”MAARIF Institute

Related Posts

MAARIF Institute Kecam Persekusi Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Sejumlah Daerah
Daerah

MAARIF Institute Kecam Persekusi Shalat Idulfitri Muhammadiyah di Sejumlah Daerah

22 Maret 2026
66
Seratus Pelajar Jambore Pelajar MAARIF Institute Dialog bersama Wamen Fajar
Daerah

Seratus Pelajar Jambore Pelajar MAARIF Institute Dialog bersama Wamen Fajar

20 November 2025
29
Jembatani Pemikiran Islam Indonesia ke Dunia Arab, Dubes RI untuk Tunisia Serahkan Terjemahan Buku Buya Syafii
Internasional

Jembatani Pemikiran Islam Indonesia ke Dunia Arab, Dubes RI untuk Tunisia Serahkan Terjemahan Buku Buya Syafii

8 Agustus 2025
33
MAARIF Institut Sesalkan Pelarangan Jalsah Salanah Komunitas Muslim JAI
Internasional

MAARIF Institute Soal Evakuasi Warga Gaza ke Indonesia: Kukuhkan Dominasi Imperialis atas Palestina

14 April 2025
42
Wamendikdasmen Dorong Generasi Muda untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045
Muhammadiyah

Wamendikdasmen Dorong Generasi Muda untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045

24 Desember 2024
69
MAARIF Award 2022 Dibuka, Warganet Usulkan Nama Habib Rizieq dan Jokowi
Nasional

MAARIF Award 2022 Dibuka, Warganet Usulkan Nama Habib Rizieq dan Jokowi

16 Agustus 2022
152

Recent Posts

  • Refleksi 81 Tahun Indonesia Merdeka: Soekarno-Hatta dan Wajah Kepemimpinan Indonesia
  • Akademisi UMJT Madiun Kritik Pelecehan Ayat Suci dalam The Sounds Project, Tekankan Pentingnya Etika
  • 81 Tahun: Sudah Berapa Persen Merdeka Kita?
  • Gebyar HUT RI 81 dan Syiar Muktamar 49 Muhammadiyah, PRM Titi Papan Gelar Beragam Kegiatan
  • UMSU 1957 FC: Dari Lapangan Kampus, Menendang Bola Kemajuan

Recent Comments

  1. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  2. Waras mengenai Unik dan Edukatif, MuTu Fest Membatik SD Muhammadiyah 1 Bancar Kenalkan Batik Tulis pada Anak TK dan RA
  3. Ashsaism mengenai IMM Sumsel Dukung Zaki Nugraha jadi Caketum pada Muktamar IMM XX Palembang
  4. Ay mengenai Temanku
  5. Akuntansi mengenai Dukung Swasembada Pangan Nasional, Penyuluh Pertanian OKUT Normalisasi Saluran Irigasi

Follow TAJDID.ID on:

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

© 2026 JNews – Premium WordPress News & Magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?
Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required.
Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.