No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Dr Rudianto: Perguruan Tinggi Berperan Penting Cetak Jurnalis Masa Depan

9 Februari 2023
in Muhammadiyah, Nasional, PTM/A
Reading Time: 4 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Pakar Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Dr Rudianto mengungkapkan, ada pergeseran paradigma hubungan teknologi dengan media massa.

“Dulu teknologi digunakan media dianggap jadi penentu kehidupan. Sekarang justru berbalik, malah kini giliran media massa yang sepertinya akan menghadapi problem besar disebabkan perkembangan teknologi,” ujarnya ketika menjadi salah satu narasumber Seminar Nasional “Media Sehat untuk Rakyat di Era Digital” dalam rangkain peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2023 di Kampus UMSU, Rabu (8/2/2023).

Rudianto menjelaskan, pada tahun 60 an, di tengah dunia media massa mendapatkan teknologi yang canggih, Marshal Mc Luhan menerbitkan sejumlah karya, diantaranya. The Gutenberg Galaxy (1962), Understanding Media (1964, The Medium is the Massage (1967). Di dalam karya-karyanya tersebut Mc Luhan mengatakan karena teknologilah ummat manusia akan berubah cara hidupnya.

“Teringat dengan pendapat Mc Luhan tersebut, justru sekarang ini saya melihat kebalikannya, bahwa karena teknologilah media terseok-seok dan menentukan masa depan media massa,” sebut Wakil Rektor III UMSU ini.

Karena perkembangan teknologi, tak dapat dihindari industri media, khususnya media cetak, berada di ambang jurang kepunahan.

“Tentu masih segar dalam ingatan kita bagaiman sebuah koran besar nasional seperti Republika yag terbit sejak taun 1993 akhirnya “punah” tidak terbit lagi sejak awal tahun 2023, menyusul sejumlah media nasional lainnya yang duluan tumbang. Tentunya kita ikut berduka dengan kondisi ini,” tuturnya.

Namun meskipun demikian, Rudianto masih tetap mengutarakan optimisme sembari menyampaikan sebuah kitipan dari lembaga penelitian Tow Centre Colombia School of Journalism pada tahun 2014. Kutipan tersebut berbunyi; “the journalism industry is dead, but journalism exist in many place”.

Bonus Demografi dan Peran Gen Z

Selanjutnya, Rudianto mengatakan, ternyata bonus demografi di Indonesia ikut mempengaruhi  gaya hidup dan cara penggunaan teknologi, terutama  yang berkaitan dengan tegnologi informasi.

BACA JUGA

Kabar Baru: Kader Muhammadiyah Rilis Buku Ajar Pendidikan Agama Islam di Era Digital

FH UMSU dan Lions Club Tandatangani MoU Bidang Kesehatan Mental

Jurnalistik Berkemajuan Menyambut Muktamar 49

Stigma Masyarakat Terhadap Muhammadiyah

Turkish University Fair 2025, UMSU Jalin Kerjasama Internasional dengan Edutolia Education dan 3 Kampus di Turki

Sultan Langkat Keluarkan Maklumat Sikapi Petisi Syarikat Masyarakat Adat Melayu

Mengutip data yang dirilis Meltwater, Rudianto membeberkan, bahwa sekarang Gen Z (usia 13 sampai dengan 44 tahun) itu jumlahnya lebih dari 50 persen penduduk Indonesia, dan sisanya yang berumur 45 tahun ke atas jumlahnya berkisar 30 sampai 40 persen.

Dikatakannya, ada realitas yang menggembirakan, bahwa ketika Gen Z menggunakan teknologi yang di cari di google searches itu ternyata luar biasa positif.

“Ternyata yang paling banyak diakses oleh Gen Z adalah Translate, belajar bahasa Inggris, dan sebagainya. Tak ada yang aneh-aneh. Artinya, mereka ingin belajar sesuatu yang baru. Tentunya ini realitas yang menggembirakan kita, terlebih bila dikaitkan dengan media sehat di era digital,” ujarnya.

“Sekali lagi, kecenderungan ini menunjukkan Gen Z Indonesia itu menyenangi sesuatu yang sehat,” imbuhnya.
Kemudian Rudianto menjelaskan norma dan ciri khas dari Gen Z, seperti freedom, customization, scurtinity, integrity, collaboration, entertainment, speed dan innovation.

Dari norma-norma yang dimiliki Gen Z itu, Rudianto optimis hal-hal negatif seperti hoaks bisa akan hilang jika Gen Z menguasai dunia digital di negeri ini.

Selanjutnya, Rudianto menyinggung soal prediksi media massa di tahun 2023. Mengutip hasil riset lembaga riset Deloitte dari Belanda, ia mengungkapkan sejumlah perkiraan masa depan media massa.

Pertama, masih adanya optimisme industri jurnalistik akan berusaha mati-matian untuk bertahan dengan tradisionalisme jurnalistiknya.

Kedua, berita akan dikonsumsi secara tidak langsung lewat multi platform.

Ketiga, Konten akan diproduksi oleh atificial intelegensia.

Keempat, meningkatnya tekanan terhadap inovasi bisnis media massa.

Kelima, Disinformasi meningkat, berita berkualitas dibutuhkan.

Dan kelima, tekanan sosial pada jurnalisme akan semakin meningkat

 Determinasi Big Tech dan Jurnalisme Data

Kemudian Rudianto mengungkapkan tren terkini perkembangan media di era digital. Dikatakannya, sekarang ini potret media di dunia itu sangat coraki oleh fenomena Big Tech dan Jurnalisme data yang dipelopori dan disponsori Google dengan mensubsisdi media-media mainstream di seluruh dunia agar bisa bertahan dan tetap tumbuh di tengah terpaan serta ancaman perkembangan teknologi.

“Namun, , pada tahun 2018 ada konferensi di Italia yang membeberkan temuan mengejutkan yang menyebutkan bahwa ternyata Google itu tidak sedang mengajarkan media-media mainstream bagaimana untuk bertahan. Tapi temuannya adalah dengan uang itu Google sedang mengakuisisi atau mengambilalih media-media mainstrean di seluruh dunia itu agar menjadi bagian dari Big Tech,” ungkapnya.

“Technology Company itu dengan uangnya bisa leluasa semaunya melakukan apa saja, termasuk mengendalikan media-media mainstream,” imbuhnya.

Hal yang lebih krusial lagi, lanjut Rudianto, apa yang ditemukan dalam konferensi itu implikasinya bukan cuma pada media massa, tapi semua sisi kehidupan kemudian menjadi bagian dari Big Tech yang dikendalikan oleh technology company, termasuk dunia perguruan tinggi.

“Contohnya, sekarang ini perguruan tinggi akan cukup resah jika peringkat Webometricsnya anjlok, karena webometriks juga merupakan bagian kerjaan dari technology company,” kata Rudianto.

Namun, meskipun demikian, Rudianto menilai fenomena ini tidak bermakan buruk saja, ada juga sisi positifnya. Dikatakannya, banyak sisi positif dari fenomena big tech dan big data yang bisa dimanfaatkan untuk kemaslahatan.

Peran Perguruan Tinggi

Pertanyaan selanjutnya, kata Rudianto, apakah kita tidak bisa menghindar atau lari dari cengkraman dominasi teknologi digital itu?

“Saya kira kita tidak bisa menghindarinya. Kita justru bagian tak terpisahkan dari teknologi itu dan hidup dengan teknologi itu,” tegasnya.

“Sekarang bagaiman langkah kita kedepan. Tentu dunia pendidikan akan mengambil peran untuk itu. Kita harus menghasilkan SDM jurnalisme masa depan yang dapat diandalkan untuk menyiasati tantangan tersebut, dan ini tanggungjawab perguruan tinggi,” tambahnya.

Rudianto mengingatkan, Hari Pers Nasional tidak boleh meninggalkan perguruan tinggi sebagai wadah pencetak jurnalisme masa depan.

Dijelaskannya, sosok jurnalis masa depan itu adalah mereka yang menguasai data dan mampu mengelola statistik. “Karena semua akan ditampilkan dalam bentuk jurnalisme data,” ujarnya.

Selain itu, jurnalis masa depan juga harus mengerti dan memahami siapa audiensnya serta memiliki kompetensi yang komplit.

“Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM jurnalis masa depan yang jago mendisain, memproduksi, mengkoding dan sebagainya,” kata Rudianto.

Bukan cuma itu,  jurnalis masa depan harus menguasai storytelling dan project manajemen. Jurnalis masa depan juga harus memiliki open mind.

“Jangan terjebak dengan romantisme kesuksesan media di masa lampau,” jelasnya.

Terakhir, Rudianto menyebut  jurnalis masa depan itu harus memiliki softskill berupa publik -persona. (*)

Tags: Big DataBig TechFISIP UMSUGen ZHPNJurnalis Masa DepanjurnalismeJurnalisme datajurnalistikRudiantoUMSU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
Daerah

Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif

by Mujaddid
10 Oktober 2026
52
Berlangsung Meriah, PKKMB SPs UMSU Diisi dengan Kuliah Umum, Bazar UMKM, hingga Aksi Sosial
Daerah

Berlangsung Meriah, PKKMB SPs UMSU Diisi dengan Kuliah Umum, Bazar UMKM, hingga Aksi Sosial

by Mujaddid
10 Oktober 2026
57
FISIP UMSU Terima Kunjungan Universitas Utara Malaysia dan Gelar Sharing Session
Internasional

FISIP UMSU Terima Kunjungan Universitas Utara Malaysia dan Gelar Sharing Session

by Mujaddid
8 Oktober 2026
76
DPD RI Goes to School Hadir di FISIP UMSU, Mahasiswa Diajak Kenali Peran dan Kewenangan DPD RI
Daerah

DPD RI Goes to School Hadir di FISIP UMSU, Mahasiswa Diajak Kenali Peran dan Kewenangan DPD RI

by Mujaddid
7 Oktober 2026
55
Gandeng PDM Sabang, SPs UMSU Gelar PkM Berbasis Potensi Lokal
Daerah

Gandeng PDM Sabang, SPs UMSU Gelar PkM Berbasis Potensi Lokal

by Mujaddid
5 Oktober 2026
61
Perkuat Sinergi Antar-PTMA, SPs UMSU Sambangi UNMUHA Banda Aceh dan Buka Peluang Studi Lanjut
Daerah

Perkuat Sinergi Antar-PTMA, SPs UMSU Sambangi UNMUHA Banda Aceh dan Buka Peluang Studi Lanjut

by Mujaddid
2 Oktober 2026
65
SPs UMSU Perkuat Silaturahmi dan Sosialisasi Program Pascasarjana di UMMAH Aceh
Daerah

SPs UMSU Perkuat Silaturahmi dan Sosialisasi Program Pascasarjana di UMMAH Aceh

by Mujaddid
2 Oktober 2026
75
568 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB FT UMSU 2026, Dekan Tekankan Fokus Kuliah dan Raih Prestasi
Daerah

568 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB FT UMSU 2026, Dekan Tekankan Fokus Kuliah dan Raih Prestasi

by Mujaddid
1 Oktober 2026
53
Rektor UMSU Hadiri Penandatanganan PKS Pendidikan Profesi Guru Bersama Mendikdasmen
Muhammadiyah

Rektor UMSU Hadiri Penandatanganan PKS Pendidikan Profesi Guru Bersama Mendikdasmen

by Mujaddid
1 Oktober 2026
58
Masta Kolosal IMM UMSU 2026, Rektor Titipkan Lima Salam Bravo dan 4 Pilar Pendidikan
Daerah

Rektor Beri Kejutan di Masta Kolosal IMM UMSU 2026, Tiga Mahasiswa Baru FISIP Dapat Hadiah Laptop

by Mujaddid
30 September 2026
66

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.