No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Prof Din Syamsuddin: Revitalisasi PCIM Harus Dilakukan Serius dan Terencana

31 Mei 2022
in Internasional, Islam, Muhammadiyah, Muktamar
Reading Time: 3 mins read
0
A A
0
Prof Din Syamsuddin.

Prof Din Syamsuddin.

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Surakarta || Ketua Umum PP Muhammadyah  periode 2005-2010 dan 2010-2015, Prof Dr Din Syamsuddin PhD mengatakan, Dunia Islam dan Muhammadiyah dewasa ini, selain menghadapi tantangan, tapi juga mempunyai peluang. Bahkan ada momentum bagi kebangkitan dunia Islam dan peradaban Islam.

“Muhammadiyah sangat qualified untuk menjadi leading sector dan unit sector, sebagai motor penggerak. Alasannya, bukan hanya karena Muhammadiyah berada di negeri yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tapi juga gerakan Muhammadiyah dalam lintasan satu abad itu juga diakui oleh dunia,” ujarnya dalam Seminar Pra Muktamar di UMS, Senin (30/5).

Selain itu, Prof Din juga menilai Infrastruktur gerakan Muhammadiyah cukup kuat.

“Terus terang saja kalau di tingkat dunia Islam kita mendapat pujian, walaupun untuk bergerak secara lebih global masah kalah dibandingkan dengan gerakan-gerakan Islam lain, seperti Ikhwanul Muslimin,” imbuhnya.

Kemudian dikatakannya, momentum yang tersedia sekarang adalah dunia yang oleh banyak pakar disebut dengan the world of disorder, yakni dunia yang berantakan atau dunia yang tidak teratur. Kemudian the world of uncertain, yakni dunia yang serba tak pasti, atau sering juga disebut dunia yang mengalami gangguan besar (big desruption).

“Dari fenomena-fenomena tersebut terlihat dunia sedang berpikir tentang masa pasca pandemi (post pandemic time). Artinya dunia yang bagaimana? Apakah kembali ke new normal sebelum pandemi atau justru keadaan sebelum pandemi itulah yang menyebabkan dunia seperti yang saya sebutkan tadi, yakni dunia yang penuh dengan ketidaktertiban dan ketidakpastian,” paparnya.

“Nah, sekarang banyak percakapan di tingkat global untuk merancang suatu tata dunia baru pasca pandemi,” imbuhnya.

Bersamaan dengan itu, lanjut Prof Din, sekarang sudah mulai muncul kritik terhadap globalisasi, bahkan sudah ada usulan tentang deglobalisasi untuk mengganti sistem tatanan dunia yang rusak karena terlalu antroposentistik, terlalu berpusat kepada manusia sebagai pusat kesadaran. Tidak bersifat teosentristik yang kemudian melahirkan humanisme sekuler dan liberalisme. Dan kemudian terjadilah arus liberalisasi ekonomi, liberalisasi politik dan juga liberalisasi budaya.

Sementara, lanjut Prof Din, realitas yang terjadi sekarang adalah ketiadaan damai. Sekarang peace tidak lagi dilawankan dengan war, walaupun perang-perang terus terjadi dimana dari data terakhir terjadi konflik bersenjata di 120 lokasi di dunia.

“Namun lebih besar dari sekedar perang itu, sekarang masayarakat dunia dihadapkan dengan situasi yang disebut dengan the absence of peace atau ketiadaan perdamaian dalam bentuk kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan, diskriminasi sampai kepada kekerasan dalam berbagai bentuknya dan juga kerusakan ekologis yang menjadi momok sekarang ini dalam bentuk perubahan iklim dan pemanasan global yang mana PBB sudah lama bergerak setelah MDGs gagal, dan sekarang diganti dengan SDGs yang juga belum tentu bisa berhasil,” sebutnya.

Menurut Prof Din, di tengah kondisi inilah momentum bagi dunia Islam tampil untuk menjadi penyelesai masalah (problem solver). Tetapi persoalannya, pada diri Dunia Islam juga sedang banyak masalah, selain kemiskinan, kebodohan, kesulitan bersatu dan ada masalah-masalah yang lebih akut lagi, seperti faksionalisasi dan tampilnya kelompok-kelompok yang membawa pesan Islam beraroma kekerasan. Bahkan di luar sana terjadi, bukan hanya gejala tapi fakta maraknya kebencian terhadap Islam atau Islamofobia.

“Ini menjadi back-drop adanya peluang, baik peluang yang tersedia maupun kita harus mentransformasi tantangan menjadi peluang. Maka dengan penuh optimisme para cendikiawan muslim sebetulnya sudah cukup lama, setidaknya sejak tahun 2005 sudah mulai memunculkan gagasan peradaban alternatif (the alternative civilitation), yakni sebuah peradaban pengganti. Tapi sayang sampai sekarang belum ada yang serius menyusun konsep dan strategi peradaban,” katanya.

“Oleh karena itulah Muhammadiyah menghadapi tantangan tapi juga memiliki peluang,” ungkapnya.

Revitalisasi PCIM

Lantas apa yang harus dilakukan Muhammadiyah? Prof Din mengatakan, Alhamdulillah sekarang ini infrastruktur dari peran-peran internasional Muhammadiyah cukup tersedia, misalnya sekarang Muhammadiyah sudah memiliki PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah) di 29 negara.

Prof Din menilai, revitalisasi jaringan internasional Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara ini bagus sekali. Apalagi selain PCIM yang anggotanya terdiri dari warga negara yang sedang belajar dan berdiaspora di manca negara, juga sudah dari dulu terbentuk sister organitation Muhammadiyah di sejumlah negara, yakni organisasi dengan nama Muhammadiyah, logo dan benderanya sama, tapi tidak memiliki hubungan organisatoris dengan Muhammadiyah di Indonesia.

“Ini mutlak perlu jadi perhatian Muktamar dan PP Muhammadiyah terkait revitalisasi PCIM. Tentu harus dilakukan secara serius dan terencana. Jadi tidak menunggu mereka yang membentuk, tapi dari Indonesia ada upaya yang terencana untuk menambah PCIM, minimal di 57 negara OKI, karena ada orang-orang Muhammadiyah di sana,” ujarnya.

Namun, kata Prof Din, PCIM-PCIM ini harus diberi mandat sebagai tempat berkumpulnya keluarga besar Muhammadiyah.

Kemudian PCIM-PCIM ini selain menjadi Kedutaan Besar Muhammadiyah di luar negeri juga menjadi mediator Muhammadiyah dengan lembaga-lembaga pendidikan. instansi-instansi pemerintah setempat, dunia usaha, termasuk untuk berdakwah di kalangan masyarakat setempat.

BACA JUGA

Antisipasi Dampak El-Nino, MPM PP Muhammadiyah Gelar Talk Show

Kiat Menjaga Benteng Hati dari Serbuan Serdadu Setan

Tokoh Agama dan Lintas Iman Riau Bersatu Hadapi Krisis Lingkungan

Wabup Simalungun Zonny Waldi Apresiasi Pengajian Muhammadiyah Serbalawan

UMSU Gelar Live Streaming “Harvest Blood Moon” Kolaborasi 4 Negara

SUMU Kolaborasi Dengan Marvin Perceka Edukasi Dorong Pertumbuhan Bisnis Bimbingan Belajar Berbasis Kemitraan di Era Digital

“Kalau ini saja kita bisa lakukan, maka internasionalisasi Muhammadiyah akan lebih nyata lagi,” pungkasnya. (*)

 

Tags: Din Syamsuddininternasionalisasi muhammadiyahMuhammadiyahPCIMSeminar Pra Muktamar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan
Jufri Daily

Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan

by Mujaddid
26 Agustus 2026
30
Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib
Kemuhammadiyahan

Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib

by Mujaddid
24 Agustus 2026
29
FKIP UMSU Gelar Pengabdian Internasional di Thailand, Latih Guru Sekolah Islam Satun  Terapkan Metode Deep Learning
Internasional

FKIP UMSU Gelar Pengabdian Internasional di Thailand, Latih Guru Sekolah Islam Satun Terapkan Metode Deep Learning

by Mujaddid
24 Agustus 2026
31
Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah
Jufri Daily

Dua Busur Panah Muhammadiyah dari Jawa Tengah

by Mujaddid
8 Agustus 2026
61
SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah
Jufri Daily

SatuMu: Menyatukan Data, Menguatkan Gerakan Muhammadiyah

by Mujaddid
4 Agustus 2026
27
Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ
Kemuhammadiyahan

Sinergi Bareng Dewan Pers, PP Muhammadiyah Siap Gelar Hari Pers dan Literasi 2026 di UMJ

by Mujaddid
4 Agustus 2026
7
Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban
Jufri Daily

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah adalah Kesediaan untuk Berkorban

by Mujaddid
24 Juli 2026
44
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

by Mujaddid
13 Juli 2026
24
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

by Mujaddid
13 Juli 2026
26
Politik Helm Pak AR: Kearifan Muhammadiyah dalam Berbangsa dan Menyiapkan Generasi Berkemajuan
Esai

Politik Helm Pak AR: Kearifan Muhammadiyah dalam Berbangsa dan Menyiapkan Generasi Berkemajuan

by Mujaddid
10 Juli 2026
54

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Qori Internasional UMSU Daud Sitorus Wakili Indonesia di Kroasia
  • Wabup Sergai Serahkan 1.036 Paket Perlengkapan Sekolah di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Sei Rampah
  • Perkuat Tim Liputan Muktamar 49, MPI PWM dan PW IPM Sumut Sepakat Gelar Akademi Jurnalis Muda
  • IMM Kota Medan Apresiasi Langkah Cepat KPPG Medan Donal Simanjuntak Tinjau Korban Erupsi Sinabung
  • Membanggakan, Dosen UMJT Madiun Raih Peserta Terbaik Praktik Mengajar Program PEKERTI Kemendikti Saintek
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Konten Kreator ‘Parmitu’
Daerah

Konten Kreator ‘Parmitu’

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Daerah

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah
Daerah

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Daerah: Pemda Gali Potensi Pengelolaan Usaha Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49
Daerah

Bingkisan Usaha Kecil, Semangat Besar: UMKM Serdang Bedagai Menyambut Muktamar 49

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah
Daerah

Stop Ekstraksi Modal! Saatnya Bank Wajib Pihaki Ekonomi Daerah

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat
Islam

Ekonomi Umat Tanpa Dominasi Hulu Tak Berdaulat

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.