Kamis, Juli 16, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Nasionalisme Kaum Islamofobia

Mujaddid by Mujaddid
2022/02/17
in Esai, Islam, Kebangsaan, Nasional, Opini, Percikan
Reading Time: 5 mins read
0
Nasionalisme Kaum Islamofobia

Ilustrasi.

Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Nirwansyah Putra

“…Istilah ‘Islam’, seperti yang sering digunakan sekarang, sekilas seperti sebuah hal sederhana saja, tapi pada kenyataannya merupakan bagian fiksi, label ideologis, penunjukan minimal dari sebuah agama yang disebut Islam. Tidak terlalu penting benar apakah telah terjadi korespondensi langsung antara istilah ‘Islam’ yang lazim digunakan di dunia Barat dengan variasi kehidupan yang sangat besar yang sedang terjadi di dalam dunia Islam, yang sekarang populasinya telah mencapai 800 juta orang (sekarang lebih 1,3 miliar), (menempati) jutaan mil persegi wilayah di Afrika dan Asia, puluhan kelompok masyarakat, negara, sejarah, geografi, kebudayaan. Di sisi lain, ‘Islam’ adalah suatu berita khusus yang menimbulkan trauma di Barat… Selama beberapa tahun terakhir ini, terutama karena peristiwa di Iran telah menarik perhatian Eropa dan Amerika dengan begitu kuat, media kemudian membahas pada Islam: mereka menggambarkannya, memberi karakteristik terhadapnya, dianalisis, membuat kursus singkat untuk membahasnya dan akhirnya membuat diri mereka ‘sudah tahu’”.

Kalimat di atas ditulis oleh Edward Wadie Said dalam Covering Islam: How the Media and the Experts Determine How We See the Rest of the World (1997). Said mengindikasikan kesenjangan informasi yang cukup menganga dan mendalam mengenai Islam walau dia telah diyakini dan dipraktekkan selama seribuan tahun lebih. Tapi, kita dapat saja menuduh Amerika dan Eropa dengan klaim pengetahuan dan sainsnya itu, telah sengaja dan tidak adil dalam meneropong, melihat, mendalami dan memelajari Islam, baik dari segi ajaran maupun umatnya.

Tuduhan seperti itu bisa diperkuat dengan catatan-catatan serius Barat mengenai Islam yang ditulis kelompok militer yang menjajah, usahawan yang berdagang, hingga ilmuwan yang menyebarluaskan penelitiannya selama ratusan tahun di negara-negara Islam, baik di jazirah Arabia, Afrika hingga Asia. Lihatlah informasi ini: Christiaan Snouck Hurgronje, salah seorang orientalis terkemuka, diketahui telah meminang seorang putri dari Indonesia, mempunyai empat orang anak dan kemudian mengubah namanya menjadi “Haji Abdoel Ghaffar”. Dia juga berhasil memasuki Makkah, walau setelah itu –berdasar atas suratnya kepada koleganya bernama Carl Bezold pada 18 February 1886– dia mengaku berpura-pura masuk Islam untuk kepentingan penyelidikannya. Diputar lebih ke belakang, perang Salib antara kekuasaan Islam-Kristen selama ratusan tahun sejak abad ke-11 silam, juga menjadi faktor terjadinya transfer informasi mengenai Islam dan kekuatan Eropa. Bagaimana mungkin Eropa tak mengeja Islam ketika dunia digenggam Islamic Golden Age?

Karena itu ketika disebut terjadi kesenjangan informasi yang begitu massif antara Eropa (Amerika Serikat pada dasarnya dibentuk oleh Eropa) terhadap Islam, sebenarnya frasa itu ditelaah ulang saja. Apalagi, ketika Amerika dan Eropa diklaim memelajari kembali Islam dan umat Islam di masa kini, kita dapat menduga ada raksasa keanehan yang disembunyikan di sana. Toh, peperangan antara Eropa terhadap Islam, bukan sekedar perang wacana, juga bukan hanya terjadi di masa modern hingga pasca Perang Dunia II. Jadi pada dasarnya, Eropa dan Amerika sangat paham seluk belum Islam dan umat Islam.

Tak heranlah ketika istilah “jihad” disandingkan dengan “fundamentalisme”, “radikalisme” dan lain-lain istilah yang bernada menyudutkan Islam, maka mudah diduga ada motif jahat yang berselubung. Juga ketika kekuasaan dan aparatur keamanan-pemerintahan di negara-negara yang mempunyai posisi tawar rendah terhadap Amerika dan Eropa, juga terjangkit virus aneh ini: Islam dinobatkan sebagai pesakitan, penjahat dan pemicu peperangan tiada akhir. Kita dapat saja membawa kasus global itu ke negara Indonesia, sebuah negara berpenduduk muslim terbesar dunia. Ini virus aneh sekaligus sangat berbahaya dan mematikan.

Page 1 of 3
123Next
Tags: IslamophobianasionalismeNirwansyah Putra
Previous Post

Manusia

Next Post

Perang Tiada Akhir Melawan Narkoba

Related Posts

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

Ethics of Care: Kelangkaan BBM Berulang di Sumut adalah Kegagalan Sistemik, Bukan Insiden

15 Juli 2026
107
Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
109
Pertamina: Agonizing Indonesia

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
151
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Puisi-puisi Zahra Nur Alfiyah

Puisi~puisi Zahra Nur Alfiyah (2)

14 Juli 2026
109
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
118
Next Post
Azmi Syahputra: Mafia Peradilan dan Jual Beli Hukum itu Ada

Perang Tiada Akhir Melawan Narkoba

Heboh! Spanduk Bertulis "Malang Tolerant City,  Not Halal City" di Kota Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20082 shares
    Share 8033 Tweet 5021
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11917 shares
    Share 4767 Tweet 2979
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9189 shares
    Share 3676 Tweet 2297
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6311 shares
    Share 2524 Tweet 1578
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6099 shares
    Share 2440 Tweet 1525

OPINI

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah
Daerah

Belum Sempat Mengenal, Sudah Harus Berpisah

15 Juli 2026
109
Pertamina: Agonizing Indonesia
Daerah

Pertamina: Agonizing Indonesia

15 Juli 2026
151
Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya
Esai

Ketika Negara Lupa Menjaga Hak untuk Percaya

14 Juli 2026
105
Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan
Daerah

Ketika Orang Batak Mengajarkan Kelembutan

14 Juli 2026
118
Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan
Daerah

Mengapa Perkaderan Bukan Pengkaderan

13 Juli 2026
114
Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’
Daerah

Menjalani Hidup yang ‘Excellent’, Bukan ‘Sok Paten’

13 Juli 2026
117

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan