No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Media Massa, Ilmuan Sosial dan Diskursus Lokal

19 Februari 2022
in Esai, Opini, PTM/A
Reading Time: 5 mins read
0
A A
0
Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Mujahiddin

 

Sejak tahun 1920an istilah media massa atau pers mulai digunakan untuk mengkatagorikan jenis media yang secara inplisit didisain untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat yang sangat luas. Di Indonesia media massa dikatagorikan juga sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi yang didalamnya dilaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media catak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.

BACA JUGA

Konsul Kehormatan Jerman Kunjungi UMSU, Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan

Menonton Masa Lalu, Menemukan Makna: Dari Lapangan Sederhana ke Kisah Sadio Mané

FISIP UMSU Teken MoA dan Kunjungan Balasan ke FISIPOL Unimal

Candu Populisme

Muhammadiyah dan Gerakan Pencerahan untuk Indonesia Berkemajuan

Muhammadiyah Harus Bisa Lestarikan Alam

Adanya kegiatan jurnalistik tersebut menjadikan media massa mempunyai fungsi sebagai alat kontrol sosial dalam kehidupan demokrasi dengan berperan membangun kepercayaan publik dan segaligus membangun legitimasi pemerintah. Di sini fungsi cover both side menjadi penting untuk dijalankan oleh media agar tercipta keseimbangan pada informasi yang akan disampaikan ke masyarakat dan pemerintah.

Terkadang dalam membangun informasi ke khalayak, media membutuhkan pandangan atau pendapat dari narasumber yang berkompeten. Narasumber yang berkompeten merupakan pakar-pakar yang berstatus sebagai akademisi di perguruan tinggi.

Pendapat para akademisi tersebut tentunya sangat dibutuhkan oleh media agar karya jurnalistik berupa pemberitaan yang dihasilkan oleh media bisa lebih dipercaya oleh publik dan mendapatkan status yang kredibel. Tidak hanya membutuhkan pendapat (statement), media massa juga membutuhkan opini-opini dari para akademisi untuk dijadikan pengetahuan tambahan bagi khalayak media sehingga tampilan media massa menjadi lebih informatif dan mempunyai nilai pengetahuan yang lebih.

Spencer dan  Marx

Hubungan antara media massa dan kelompok akademisi khususnya yang berada di wilayah rumpun ilmu sosial dan humaniora sungguh sangatlah dekat. Fenomena sosial dan politik, perubahan masyarakat, gerak pasar dan pertumbuhan ekonomi, penegakan hukum, hak asasi manusia dan distribusi keadilan, serta dampak-dampak pembangunan lainnya hanya bisa dijelaskan oleh mereka yang pakar di rumpun ilmu tersebut.

Media membutuhkan pakar-pakar ini untuk bisa membantu menjelaskan dan menganalisis perubahan-perubahan yang terjadi serta memprediksi dampak yang dihasilkan dari perubahan-perubahan yang sedang berlangsung. Terkadang, hasil analisis dan opini kiritis yang diberikan oleh para pakar ilmu sosial tersebut dapat menjadi postulat dalam memahami fenomena sosial.

Hal ini dapat dilihat pada karya-karya dua tokoh besar ilmu sosial yaitu Herbert Spencer dan Karl Marx. Kedua tokoh ini memiliki hubungan yang sangat dekat dengan dunia media khususnya media cetak pada masa itu.

Spencer misalnya, sebagai ilmuan yang berpengaruh pada bidang sosiologi, namanya justru terkenal luas di masyarakat dunia ketika menjadi penulis dan Redaktur The Economist. Spencer kemudian menjadi salah satu pemikir Inggris yang paling argumentatif dan paling banyak dibicarakan pada Priode Victoria. Pandangannya yang kuat terhadap masyarakat, membuat Spencer mampu menghasilkan berbagai karya monumental dan berkonstribusi nyata terhadap perkembangan sosiologi, seperti: The Proper Sphere of Government (1843), Social Statics (1851), Education: Intellectual, Moral, and Physical (1861), dan The Synthetic Philosophy. Selain itu, ada dua karya besar Spencer yang paling terkenal yakni: Descriptive Sociology (1870) dan Principles of Sociology yang ditulis antara tahun 1876-1896.

Hampir sama dengan Spencer, Karl Marx yang merupakan tokoh sosiologi juga mendesiminasikan hasil pemikirannya melalui tulisan-tulisan di media massa. Marx pernah tercatat sebagai koresponden harian New York Tribune. Di media ini, Marx banyak menulis berbagai isu yang terkait dengan krisis di Eropa dan kapitalisme global pada saat itu. Artikel pertama Marx untuk media massa tersebut diterbitkan pada 21 Agustus 1852 dengan judul: The Elections in England – Tories and Whigs. Secara keseluruhan New York Tribune menerbitkan 67 artikel yang ditulis oleh Marx bersama rekannya Engels. Menariknya, pada rentang waktu yang sama, Marx dapat melakukan kompilasi tiga buku yang kemudian dikenal dengan nama The Crisis Notebooks. Di buku tersebut, Marx membuat catatan yang melimpah tentang krisis ekonomi, kecenderungan pasar modal, fluktuasi perdagangan dan kebangkrutan ekonomi yang sedang terjadi di dunia.

Secara keseluruhan, baik Spencer dan juga Marx sebenarnya menggunakan media massa untuk kepentingan kritik dan penyebaran idiologi pengetahuan yang mereka anut. Spencer menggunakan media massa untuk menuliskan artikel-artikelnya yang berisikan pemahaman teori-teori evolusi; sebagai pengikuti darwinisme, Spencer secara matang menjelaskan masyarakat sebagai sebuah proses evolusi. Frasa yang paling terkenal dari teori evolusi Spencer adalah “Survival of The Fittest”.

Sedangkan Marx menggunakan media untuk terus melakukan agetasi dan propaganda terhadap gerakan kelas bawah dan buruh untuk melawan hegamoni kapitalisme. Michael Perelman dalam tulisannya berjudul; “Karl Marx and Henry Carey in the New-York Tribune”, menjelaskan bahwa Tribune menjadi kendaraan bagi Marx untuk mencapai masyarakat trans-atlantik dengan “membuat perang tersembunyi” bersama Henry Carey di mana etos editorial medianya dibuat bersifat progresif dan anti-perbudakan. (Bersambung ke hal 2)

Page 1 of 3
123Next
Tags: Diskursus LokalFISIP UMSUIlmuan SosialMedia MassaMujahiddinUMSU
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

by Mujaddid
12 September 2026
55
Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
Internasional

Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara

by Mujaddid
12 September 2026
10
UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 
Daerah

UMSU Kembali Peroleh 3 Sertifikat Paten 

by Mujaddid
12 September 2026
10
PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027
Daerah

PT KIM Siap Dukung Sukses Muktamar 49 Muhammadiyah 2027

by Mujaddid
12 September 2026
17
Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa
Daerah

Rimbawati, Dosen UMSU yang Mengubah Rongsokan dan Limbah Menjadi Energi untuk Desa

by Mujaddid
10 September 2026
5
85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

Sinergisme PPL: Penguatan Kebijakan Pembangunan Daerah

by Mujaddid
8 September 2026
30
Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial
Daerah

Dosen FISIP UMSU dan Mahasiswa KKN Edukasi Ibu-ibu PKK Desa Bulu Cina tentang Teknologi AI dan Aman Bermedia Sosial

by Mujaddid
8 September 2026
26
85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir
Daerah

85 Mahasiswa Prodi IAP FISIP UMSU PPL di Kabupaten Samosir

by Mujaddid
8 September 2026
56
KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial
Daerah

KKN Tematik UMSU Ajak Kaum Ibu Desa Sicanggang Bijak Bermedia Sosial

by Mujaddid
7 September 2026
12
Prodi Teknik Mesin UMSU Jembatani Teori Perkulihan dan Praktik Industri Perkapalan Lewat Kunjungan ke PT Waruna Shipyard
Muhammadiyah

Prodi Teknik Mesin UMSU Jembatani Teori Perkulihan dan Praktik Industri Perkapalan Lewat Kunjungan ke PT Waruna Shipyard

by Mujaddid
5 September 2026
11

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang
  • Kampus Berdampak, Prodi Biokewirausahaan UMJT Gelorakan Literasi Numerasi di SMAN Mejayan Madiun
  • UMSU Melejit
  • Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
  • Tuan Rumah Konferensi Next-D 2026, UMSU Kumpulkan 200 Pakar Digital Lintas Negara
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang
Daerah

Bertumbuh Bersama Tapak Suci UIN Raden Fatah Palembang

UMSU Melejit
Muhammadiyah

UMSU Melejit

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital
Nasional

Analisis Strategi School Branding Melalui Integrasi Model AIDA dan Teori Identitas Sosial dalam Ekosistem Pendidikan Digital

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional
Muhammadiyah

Membangun Ekosistem Dakwah dan Gerakan Terpadu Wujudkan Kesejahteraan Nasional

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA
Kemuhammadiyahan

Muhammadiyah di Abad Kedua: Meneguhkan Gerakan Peradaban di Era VUCA

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh
Internasional

Gerakan Organisasi Pemuda: Cetak Pemimpin Publik Tangguh

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.