No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Faisal Basri: Kesalahan Fatal Indonesia Tangani Pandemi Karena Terlalu Menuhankan Ekonomi dan Memberhalakan Investasi

16 Juli 2021
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Ekonom senior NDEF, Faisal Basri

Ekonom senior NDEF, Faisal Basri

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Jakarta || Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Faisal Basri menyebut kesalahan fatal dari penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia karena terlalu menuhankan ekonomi dan memberhalakan investasi. Padahal menurutnya masalah kesehatan harus lebih dulu diselesaikan, baru ekonomi bangkit.

Ia mengungkapkan, keberpihakan pemerintah terhadap ekonomi dibandingkan nyawa manusia terlihat dari tetap dibukanya penerbangan internasional. Banyaknya tenaga kerja asing, terutama dari China yang diperbolehkan masuk ke Indonesia.

“Ini kesalahan sejak awal, yang membuat pandemi berlama-lama dan semakin buruk karena kita menuhankan ekonomi dan memberhalakan investasi,” ujarnya dalam Diskusi Online INDEF ‘PPKM Darurat, Ekonomi Melambat’, Jumat (16/7).

Faisal mengatakan, selama ini pemerintah selalu mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu yang minus 5 persen masih lebih baik dibandingkan Filipina yang anjlok 12 persen. Padahal, ekonomi Filipina turun dalam karena mengutamakan penanganan COVID-19 ketimbang ekonominya.

BACA JUGA

Jutaan Pelaku UMKM Terjerat Rentenir, Muhammadiyah Dorong Pemerintah Dirikan BMT dan BTM di Daerah

Azmi Syahputra: Harus Ada Lembaga Independen Penyimpanan Barang Sitaan Narkoba

Protes Keras Pelarangan Ceramah di BUMN Pelni, Anwar Abbas: Apa Buktinya Mereka Radikal?!

Akademisi UMSU Dukung Gagasan Gerakan Literasi Baru Mendikdasmen Abdul Mu’ti

Mahfud MD Diresuffle?, Shohib: Harusnya Ia Sudah Mundur Lebih Dini

Prof Din Usulkan Wawasan Islam Berkemajuan Dibangun Berdasarkan Kosmopolitan Pemikiran

“Setelah kasus turun, ekonomi mereka (Filipina) naik. Apakah di tengah pandemi kita masih berhalukan investasi yang sebenarnya kita juga enggak dapat apa-apa,” lanjutnya.

Sementara di Indonesia, lanjut Faisal Basri, panglima perang untuk menangani pandemi kebanyakan dari orang yang menjabat posisi ekonomi seperti Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Josua Pardede.

“Ibu Nadia (Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemkes RI) ada di mana? Minoritas. Jadi suara kesehatan tidak terdengar, apalagi kalau Pak Luhut sudah ngomong ‘diam kau!’ Saya rasa di dunia, Pak Luhut yang paling sibuk, jadi tidak meresapi apa yang seharusnya dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Riset Indef Berly Martawardaya juga sepakat tentang kesehatan harus lebih didahulukan agar ekonomi bisa bangkit. Menurutnya, di masa sulit ini, pertumbuhan ekonomi melambat tidak masalah karena memang dalam kondisi sakit.

Karena itu, justru yang sakit yaitu dari sisi kesehatannya harus segera ditangani lebih dulu. Indonesia, menurutnya perlu belajar dari Vietnam dan Filipina yang bisa menangani kesehatan lebih dulu, baru mementingkan ekonomi.

“Ekonomi perlu dibius terencana dan sengaja diperlambat agar bisa istirahat. Jadi jangan disuruh lanjut saja. Ekonomi need to stop to safe, karena ekonomi bisa dibangkitkan, tapi nyawa manusia enggak bisa,” jelasnya.

Peneliti Indef Media Askar dan Research Associate Imperial College London, Dian Kusuma juga sepakat kesehatan harus didahulukan agar ekonomi bangkit.

“PPKM Darurat harus bisa menekan penyebaran virus dan pemilihan vaksin yang efektif harus dilakukan untuk menghadapi virus varian delta yang meluas di Indonesia,” tegasnya. (*)

Tags: Ekonom senior NDEFFaisal Basri
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Nasional

Ekonom: Kenaikan PPN 12 Persen Tak Adil dan Sengsarakan Rakyat

by Mujaddid
21 Agustus 2024
55
Faisal Basri: Jualan Vaksin adalah Tindakan Biadab
Nasional

Faisal Basri: Jualan Vaksin adalah Tindakan Biadab

by Mujaddid
11 Juli 2021
110
Disebut Sebagai Influencer Pemerintah, Faisal Basri Minta Klarifikasi KSP
Nasional

Disebut Sebagai Influencer Pemerintah, Faisal Basri Minta Klarifikasi KSP

by Mujaddid
4 September 2020
216

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Gandeng PDM Sabang, SPs UMSU Gelar PkM Berbasis Potensi Lokal
  • Amankan Dua Laga Kandang Beruntun, PSMS Tekuk Persikad Depok 4-0
  • Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
  • Kapolri Baru Tetap Polisi
  • Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971
Nasional

Mengembalikan Kedaulatan yang Tergadai: Perlunya RUU Migas 2026 Berkiblat Pada UU No. 8/1971

Kapolri Baru Tetap Polisi
Jufri Daily

Kapolri Baru Tetap Polisi

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan
Islam

Benteng Takwa Cegah Ghazwul Fikri: Menuju Kebangkitan Islam Berkemajuan

Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”
Nasional

Kapolri Baru, “Menguji Kewenangan, Menagih Kepercayaan”

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi
Nasional

UMSU di Panggung 2045: Menjawab Kompas Kapolri di Era Bonus Demokrafi

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Ringan
      • Nukilan
      • Kiat
      • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.