No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Abdul Mu’ti Sebut Virus Covid-19 adalah Sunatullah, Bukan Sengaja Diciptakan oleh Tiongkok

26 Agustus 2021
in Muhammadiyah, Nasional
Reading Time: 1 min read
0
A A
1
Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Jakarta || Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan ia tidak setuju dengan pendapat yang meyakini bahwa virus Covid-19 sengaja diciptakan oleh Tiongkok. Menurutnya, keyakinan tidak berdasar yang muncul akibat sentimen politik itu  tidak masuk akal.

“Karena ternyata mereka (Tiongkok) terdampak oleh Covid ini. Saya kira tidak mungkin dengan logika yang sederhana saja bahwa satu negara menciptakan virus yang dengan itu merugikan negaranya sendiri,” ujar Mu’thi dalam forum diskusi Kanal Convey Indonesia, Jumat (23/7), dikutip dari muhammadiyah.or.id.

“Bahwa dia jualan vaksin iya, tapi kerugian yang diciptakan akibat oleh Covid ini jauh lebih besar daripada profit yang dia dapatkan dari berjualan vaksin itu. Ini bisa kita lihat karena ekonomi ini kan saling bertaut satu sama lain,” imbuhnya.

Belum lagi dari sisi pariwisata, Mu’ti menjelaskan bahwa Tiongkok mengalami kerugian besar akibat ditutupnya destinasi wisata dari berbagai negara ke negeri tirai bambu itu.

BACA JUGA

Ismail Fahmi: Media Sosial Berperan Penting Majukan PTMA

Pertamina: Agonizing Indonesia

Ustadz Dwi Jatmiko: Meneladani Keluarga Ibrahim dengan Amal Berkemajuan

Sebagian Besar dari SBN, Pemerintah Tambah Utang Lagi Rp 991 Triliun di 2022

Diklat Instruktur KOKAM, Peserta Dibekali Manajemen Kebencanaan

KH Sudirman Kupas At Taubah Ayat 128, Ternyata ini Maknanya

“Nah bayangkan berapa turis Indonesia yang karena Covid ini tidak datang ke China. China itu kan salah satu pemasarannya adalah masyarakat Indonesia, bahkan ada paket umroh yang juga lewat China. Begitu sekarang tidak ada penerbangan, semuanya kan selesai dan dampaknya akan sangat besar,” jelas Mu’ti.

Mu’ti mengatakan Covid-19 adalah masalah bersama yang tidak baik dishare. Menurutnya, virus Itu sesuatu yang terjadi karena manusia memang sebagai bagian dari sunatullah.

“Kalau manusia itu tidak hidup bersih, tidak menjaga kesehatan, maka berbagai penyakit itu bisa terjadi dan itu adalah sunatullah,” jelasnya.

“Dan karena itu kita kemudian ketika penyebab virus ini adalah ketidakbersihan, maka solusinya adalah mencuci tangan, menjaga jarak, kemudian menghindari kontak supaya tidak ada splash dari lidah kita dan seterusnya. Itu kan semuanya ikhtiar ilmiah yang itu bisa dijelaskan secara ilmiah dan saintifik,”  pungkasnya. (*)

Tags: abdul mu'tiCOVID-19MuhammadiyahTiongkok
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Muhammadiyah dan FSPPB Bahas Masa Depan Tata Kelola Migas
Muhammadiyah

Muhammadiyah dan FSPPB Bahas Masa Depan Tata Kelola Migas

by Mujaddid
8 Oktober 2026
56
Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

by Mujaddid
7 Oktober 2026
55
Muktamar 49 Muhammadiyah dan Aisyiyah: Merawat Kebersamaan, Menjaga Ruh Islam Berkemajuan
'Aisyiyah

Marhaban Muktamar 49 dan Tantangan Tata Kelola Lingkungan

by Mujaddid
2 Oktober 2026
61
Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang
Daerah

Dari Sorong ke Medan: Perjumpaan Singkat, Pelajaran Panjang

by Mujaddid
17 September 2026
61
Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia
Internasional

Resmi Jadi Canselor UMAM, Raja Muda Perlis Siap Bawa UMAM Menuju Kelas Dunia

by Mujaddid
14 September 2026
73
Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan
Jufri Daily

Muhammadiyah Gerakanku: Bergerak dengan Ilmu, Berkemajuan dan Berkelanjutan

by Mujaddid
7 September 2026
71
Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT
Daerah

Muhammadiyah Telah Melayani 7.225 Penyintas Gempa Bumi NTT

by Mujaddid
5 September 2026
55
Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan
Jufri Daily

Jangan Jadikan Muhammadiyah Sekadar Kolam Perebutan

by Mujaddid
26 Agustus 2026
83
Simeulue Menyambut Kiai Menteri: Ketika Pendidikan, Dakwah dan Pengabdian Bertemu
Daerah

Simeulue Menyambut Kiai Menteri: Ketika Pendidikan, Dakwah dan Pengabdian Bertemu

by Mujaddid
25 Agustus 2026
124
Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib
Kemuhammadiyahan

Perlakuan Muhammadiyah kepada Habib

by Mujaddid
24 Agustus 2026
84

Comments 1

  1. Shohibul Anshor Siregar says:
    5 tahun ago

    Saya kira ada beberapa teori sunnatullah yang kemungkinan bisa dipergunakan bekerja dalam pemahaman terhadap asal-muasal vrus ini.

    Selain yang dikemukakan dalam berita ini, tentu ada sunnatullah lain yang mungkin sedang bekerja, yakni kesimpulan yang tak akurat berdasarkan keterbatasan atas sumber-sumber valid. Sunnatullah berikutnya ialah, netralitas yang sukar ditegakkan berhadapan dengan konflik dua kekuatan terbesar yang secara langsung intensitasnya dapat membahayakan negeri sendiri. Keberpihakan selalu memiliki alasan, namun sangat pasti, ditingkahi oleh ketidak-akuratan data, logika dan prosedur dalam pengambilan keputusan dapat terjerumus pada tragei mempertukarkan data kecil menjadi besar karena subjektivitas dan demikian pula sebaliknya.

    Masih ada kemungkinan sunnatullah yang lain? Tentu, silakan kembangkan sendiri saja.

    Sebagai penyeimbang saja, berikut “Lembar Fakta: Kegiatan di Institut Virologi Wuhan” yang dishare oleh negara “steru China” 15 JANUARI 2021 yang lalu.

    Selama lebih dari setahun, Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah secara sistematis mencegah penyelidikan yang transparan dan menyeluruh tentang asal mula pandemi COVID-19, memilih untuk mencurahkan sumber daya yang sangat besar untuk penipuan dan disinformasi. Hampir dua juta orang telah meninggal. Keluarga mereka berhak tahu yang sebenarnya. Hanya melalui transparansi kita dapat mempelajari apa yang menyebabkan pandemi ini dan bagaimana mencegah yang berikutnya.

    Pemerintah AS tidak tahu persis di mana, kapan, atau bagaimana virus COVID-19—dikenal sebagai SARS-CoV-2—awalnya menular ke manusia. Kami belum menentukan apakah wabah dimulai melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau akibat kecelakaan di laboratorium di Wuhan, China.

    Virus bisa muncul secara alami dari kontak manusia dengan hewan yang terinfeksi, menyebar dalam pola yang konsisten dengan epidemi alami. Sebagai alternatif, kecelakaan laboratorium dapat menyerupai wabah alami jika paparan awal hanya mencakup beberapa individu dan diperparah oleh infeksi tanpa gejala. Para ilmuwan di China telah meneliti virus corona yang diturunkan dari hewan dalam kondisi yang meningkatkan risiko paparan yang tidak disengaja dan berpotensi tanpa disadari.

    Obsesi mematikan PKC dengan kerahasiaan dan kontrol datang dengan mengorbankan kesehatan masyarakat di China dan di seluruh dunia. Informasi yang sebelumnya tidak diungkapkan dalam lembar fakta ini, dikombinasikan dengan pelaporan sumber terbuka, menyoroti tiga elemen tentang asal COVID-19 yang patut dicermati lebih lanjut:

    1. Penyakit di dalam Institut Virologi Wuhan (WIV):

    Pemerintah AS memiliki alasan untuk percaya bahwa beberapa peneliti di dalam WIV jatuh sakit pada musim gugur 2019, sebelum kasus wabah pertama yang diidentifikasi, dengan gejala yang konsisten dengan COVID-19 dan penyakit musiman umum. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitas klaim publik peneliti senior WIV Shi Zhengli bahwa ada “nol infeksi” di antara staf dan siswa WIV tentang SARS-CoV-2 atau virus terkait SARS.

    Infeksi yang tidak disengaja di laboratorium telah menyebabkan beberapa wabah virus sebelumnya di China dan di tempat lain, termasuk wabah SARS 2004 di Beijing yang menginfeksi sembilan orang, menewaskan satu orang.

    PKC telah mencegah jurnalis independen, penyelidik, dan otoritas kesehatan global untuk mewawancarai para peneliti di WIV, termasuk mereka yang sakit pada musim gugur 2019. Setiap penyelidikan yang kredibel tentang asal virus harus mencakup wawancara dengan para peneliti ini dan laporan lengkap. penyakit mereka yang sebelumnya tidak dilaporkan.

    2. Penelitian di WIV:

    Mulai setidaknya 2016 – dan tanpa indikasi berhenti sebelum wabah COVID-19 – peneliti WIV melakukan eksperimen yang melibatkan RaTG13, virus corona kelelawar yang diidentifikasi oleh WIV pada Januari 2020 sebagai sampel terdekat dengan SARS-CoV-2 (96,2 % serupa). WIV menjadi titik fokus untuk penelitian virus corona internasional setelah wabah SARS 2003 dan sejak itu mempelajari hewan termasuk tikus, kelelawar, dan trenggiling.

    WIV memiliki catatan yang diterbitkan dalam melakukan penelitian “gain-of-function” untuk merekayasa virus chimeric. Tetapi WIV belum transparan atau konsisten tentang catatannya mempelajari virus yang paling mirip dengan virus COVID-19, termasuk “RaTG13,” yang diambil sampelnya dari sebuah gua di Provinsi Yunnan pada 2013 setelah beberapa penambang meninggal karena penyakit mirip SARS.

    Penyelidik WHO harus memiliki akses ke catatan pekerjaan WIV pada kelelawar dan virus corona lainnya sebelum wabah COVID-19. Sebagai bagian dari penyelidikan menyeluruh, mereka harus memiliki penjelasan lengkap tentang mengapa WIV mengubah dan kemudian menghapus catatan online dari pekerjaannya dengan RaTG13 dan virus lainnya.

    3. Aktivitas militer rahasia di WIV:

    Kerahasiaan dan kerahasiaan adalah praktik standar untuk Beijing. Selama bertahun-tahun Amerika Serikat telah secara terbuka menyuarakan keprihatinan tentang pekerjaan senjata biologis China di masa lalu, yang tidak didokumentasikan atau dihilangkan oleh Beijing, meskipun kewajibannya jelas di bawah Konvensi Senjata Biologis.

    Meskipun WIV menampilkan dirinya sebagai lembaga sipil, Amerika Serikat telah menetapkan bahwa WIV telah berkolaborasi dalam publikasi dan proyek rahasia dengan militer China. WIV telah terlibat dalam penelitian rahasia, termasuk eksperimen hewan laboratorium, atas nama militer China setidaknya sejak 2017.

    Amerika Serikat dan donor lain yang mendanai atau berkolaborasi dalam penelitian sipil di WIV memiliki hak dan kewajiban untuk menentukan apakah ada dana penelitian kami yang dialihkan ke proyek rahasia militer China di WIV.

    Pengungkapan hari ini hanya menggores permukaan dari apa yang masih tersembunyi tentang asal-usul COVID-19 di Tiongkok. Setiap penyelidikan yang kredibel tentang asal usul COVID-19 menuntut akses yang lengkap dan transparan ke laboratorium penelitian di Wuhan, termasuk fasilitas, sampel, personel, dan catatan mereka.

    Ketika dunia terus berjuang melawan pandemi ini – dan ketika para penyelidik WHO memulai pekerjaan mereka, setelah lebih dari satu tahun tertunda – asal virus tetap tidak pasti. Amerika Serikat akan terus melakukan segala yang dapat dilakukan untuk mendukung penyelidikan yang kredibel dan menyeluruh, termasuk dengan terus menuntut transparansi dari pihak otoritas China.

    Tentu adalah sunnatullah jika seseorang yang secara subjektif memihaki China akan menolak begitu saja suara telaah dari lawan China ini.

    Begitulah.

    Reply

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.