No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Utang, Investasi dan Korupsi

25 Maret 2021
in Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Foto ilustrasi.

Foto ilustrasi.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Shohibul Anshor Siregar


Semua rezim pemerintahan hanyalah sejumlah orang yang diberi mandat memerintah termasuk mengambil kebijakan membuat utang. Pada dasarnya baik negara penghutang mau pun pemberi utang sadar betul bahwa yang dihitung sebagai potensi utama untuk kesepakatan hutang adalah potensi sumberdaya (alam maupun manusia) di negara penerima hutang.

BACA JUGA

Siswa 14 Tahun di Tual Tewas, Mahupiki Soroti Mentalitas Aparat dan Desak Proses Pidana Transparan

Jurus “Ad Hominem”

Cawe-cawe Jawa

Pengusaha Muhammadiyah ini Raih Penghargaan Bergengsi dari UGM dan Dapatkan Investasi Jutaan Dolar AS dari Modal Ventura

AI Mulai Masuk Sekolah, Jadi Topik Hangat di Dunia Pendidikan Indonesia

Jumlah Hadiah Tantangan Prof Suteki kepada Prof Mahfud Naik jadi Rp 11.350.000

Karena itu meski pun rezim berganti, tanggung jawab pembayaran utang beralih dan andalannya tetap sama, yakni sumberdaya.

Uutang Indonesia yang disepakati pada perjanjian Meja Bundar (dengan Balanda) dicicil hingga selesai pada tahun 2003 pada zaman Soeharto. Padahal kesepakatan itu dibuat oleh delegasi Indonesia pada tahun 1948.

Temuan Muhammad Ali, Lubna Khan, Amna Sohail dan Chin Hong Puah (2019) dalam penelitian mereka berjudul “The Relationship Between Foreign Aid And Corruption: A Case Of Selected Asian Countries”, FA Bantuan Asing (Foreign Aid, FA) memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap Indeks Persepsi Korupsi (Corruption Perception Index, CPI). Begitu FA meningkat, CPI menurun. Artinya, negara akan semakin korup dengan kehadiran FA.

Hal ini setidaknya dimungkinkan oleh dua hal utama.

Pertama, tata kelola yang buruk dan penyalahgunaan FA di negara penerima, sebagaimana sebelumnya oleh banyak ahli seperti Qayyum (2014) dan lain-lain telah pernah diperingatkan.

Kedua, terdapat kemungkinan luas bahwa uang FA itu selain memang jelas meningkatkan pendapatan pemerintah dan terutama digunakan untuk alasan strategis, tetapi FA itu sendiri mengabaikan jawaban atas kebutuhan nyata. Melalui cara inilah kegagalan pemerintah untuk menyediakan barang publik dapat menjadi penyebab signifikan atas fenomena meningkatnya korupsi.

 

Investasi dan Korupsi

Ahli lain seperti Tanzi (1998) telah lama memperingatkan bahwa kondisi di negara berkembang memiliki kekhususan tersendiri dalam budaya, demokrasi dan politiknya, yang begitu akrab dengan korupsi. Meningkatkan proyek investasi dan peningkatan ukuran pemerintahan selalu dapat bermakna mendorong lebih banyak korupsi.

Rekomendasi dari Muhammad Ali, Lubna Khan, Amna Sohail dan Chin Hong Puah (2019) adalah agar perwakilan publik memastikan peningkatan kapasitas dan keterbukaan dalam lingkungan kelembagaan dan tata kelola FA (DPR, Organisasi Sosial Kemasyarakatan, LSM, Kampus, dan lain-lain).

Memang, donor selalu mengasosiasikan FA dengan kualitas kelembagaan di negara penerima, tetapi karena motif politik mereka terbukti merasa tidak harus mengatur mekanisme begitu teknis untuk pemantauan uang bantuan dalam hal kinerja dan tata kelola lembaga secara berkala untuk memberantas korupsi.

Dana Moneter Internasional (IMF, 2005) mencatat bahwa kelemahan tata kelola negara-negara penerima FA dalam mempromosikan lebih banyak pembangunan dan infrastruktur adalah masalah besar di negara berkembang. Bank Dunia (2006) kemudian merumuskan indikator tata kelola yang mencakup berbagai variabel untuk mengukur kualitas kelembagaan dengan menggunakan sekitar 350 indikator yang diambil dari sejumlah lembaga di seluruh dunia. Namun perbaikan pengelolaan FA belum sebaik yang diharapkan.

Beberpa catatan lain dari Muhammad Ali, Lubna Khan, Amna Sohail dan Chin Hong Puah (2019) yang perlu diperhatikan ialah kekagalan rezim dalam mempertahankan stabilitas politik, menaikkan upah, mengurangi ketimpangan pendapatan dan menerapkan supremasi hukum untuk mengurangi tingkat korupsi. (*)


Penulis adalah Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut, Dosen FISP UMSU

Tags: investasikorupsiutangutang indonesia
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

Jangan Biarkan Nias Sendirian: PW Muhammadiyah Sumut Wajib Turun Membangun SDM
Nasional

Paradoks Demokrasi Indonesia dan Korupsi

by Mujaddid
19 September 2026
61
Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain
Nasional

Jika Korupsi Sudah Seperti Fardu Ain

by Mujaddid
24 Juli 2026
72
Perang Geng Berjubah Hukum
Nasional

Perang Geng Berjubah Hukum

by Mujaddid
11 Juli 2026
71
Mahupiki Apresiasi Peningkatan Kinerja Kejaksaan Agung
Nasional

Pakar Kritisi Pidato Klarifikasi Jampidsus: Hukum Membaca Bukti, Bukan Orasi!

by Mujaddid
10 Juli 2026
77
Komedi Hitam Penegakan Hukum
Nasional

Komedi Hitam Penegakan Hukum

by Mujaddid
1 September 2026
93
Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan
Muhammadiyah

Korupsi dan Hilangnya Akal Sehat Kekuasaan: Catatan Muhammadiyah untuk Indonesia Berkemajuan

by Mujaddid
7 Juli 2026
66
Begal Jalanan
Daerah

Begal Jalanan

by Mujaddid
15 Juni 2026
72
Dosen Hukum Pidana: Tragedi Daycare Yogya adalah Penyiksaan Terencana, Bukan Sekadar Kelalaian
Nasional

Mengapa Koruptor Baru Terus Lahir Pasca-OTT? Ini Analisis Pakar Hukum Pidana

by Mujaddid
8 Juni 2026
128
Busyro Muqoddas: Karakter Muhammadiyah itu Memberi, Tidak Meminta Apalagi Mengemis kepada Pemerintah
Muhammadiyah

Korupsi Lebih Berat dari Pandemi, Busyro Muqoddas Serukan Muhasabah Politik di Indonesia

by Mujaddid
22 Mei 2026
97
Menghitung Kerugian Negara
Nasional

Menghitung Kerugian Negara

by Mujaddid
7 April 2026
116

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.