No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Seragamisasi Merusak Demokrasi

7 Februari 2021
in Nasional, Opini, Ulasan
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Foto ilustrasi.

Foto ilustrasi.

Share on Facebook
Share on Twitter

Oleh: Shohibul Anshor Siregar


Mental seragamisasi adalah arus politik yang salah, dan itu dikerjakan terus tanpa disadari secara sistematis merusak demokrasi dari dalam dan juga merusak hakekat otonomi. Bukan saja otonomi daerah tetapi otonomi budaya.

Makin salah lagi jika amat naif dipertentangkan dengan konsep NKRI. Namanya kesatuan, dan yang bersatu itu bukan huruf A semua, tetapi ada B, C, D dan berbagai kemajemukan lainnya yang sepanjang usia republik disalah boboti dengan pandangan politik yang sesat.

Saya ingin jelaskan dalam kerangka teori besar demikian: Kekuatan penyeragam di negeri ini terus beranggapan bahwa patronase itu penting. Mereka penganut teori usang bahwa ada bagian paling super di negeri ini dan kedudukannya sangat tinggi dan ada bagian-bagian yang paling terbelakang dan kedudukannya sangat rendah. Karena itu semua yang dianggap terbelakang dan rendah-rendah itu harus menyesuaikan diri dengan patron yang dianggap lebih super itu.

Itulah yang terjadi di Papua, mereka terus dianggap rendah dan seolah dianggap hanya patut dijadikan sebagai alasan amat logis dan lawfull untuk korupsi orang-orang Jakarta. Ketika mengkritik ini, lihatlah bagaimana respon orang kepada Natalius Pigai yang justru dibombardir anti Jawa saat ia dihinakan secara rasistik.

BACA JUGA

Jokowi Minta Junta Militer Myanmar Bebaskan Tapol, Netizen: Di Negerinya Sendiri Banyak Tapol

Menumbuhkan UMKM Berbasis Risk Acceptance Criteria (RAC)

Dr Alpi Sahari: Penegakan Hukum terhadap Penghasutan Bukan Ancaman Kebebasan Sipil

Prof Dadang Kahmad: Tes Doa Qunut Tidak Relevan untuk Mengukur Profesionalitas dan Nasionalisme

Bakti Sosial Salurkan Kacamata dan Rendangmu, Koarmada AL dan BKKBN Gandeng Lazismu Komitmen Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga Pesisir Muara Angke

Jokowi Ingin Produksi Mobil Listrik, Fadli Zon: Produksi Dulu Mobil Esemka yang Sudah Dijanjikan Sejak 7 Tahun Lalu

Aceh selalu dianggap deferior karena ia mampu berdiplomasi dengan pusat pengendali penyeragaman dan beroleh otonomi hingga sanggup memiliki qanun dan semangat shariah yang terus tumbuh.

Sumatera Barat dipandang oleh segelintir yang kurang akal sebagai kurang NKRI karena selalu memiliki kekuatan spritualitas yang sesungguhnya sadar tak sadar sudah terlalu banyak membimbing Indonesia ke arah pencerahan.

Jika diresume, ini adalah residual factors (faktor tersisa) dari alam penjajahan. Orang di pusat kekuasaan tetap merasa dirinya sebagai kawulo dan punggiran kekuasaan selalu diposisikan minor, kurang bermartabat dan lain sebagainya.

Karena itu banyak rakyat Indonesia yang merasa dirinya harus menjadi Jakarta. Perhatikan dilema psikologis orang-orang daerah yang menjadi anggiota DPR dan DPD RI, umumnya hanya akan menjadi penambah legitimasi disparitas, dan perjuangannya untuk memajukan daerahnya dikunci oleh kekuatan nasional kepartaian dan iklim yang dicptakan untuk itu.

Akan halnya opsi Pilkada 2020 atau 2024 sebagai perpanjangan semangat anti demokrasi dan anti otonomi dapat dilihat sebagai kehendak yang dengan penyeragaman akan lebih mudah menyalurkan hasrat kekuasaan.

Bayangkan jika pilkada akan diselengarakan 2024, berapa banyak jabatan kepala daerah yang akan “dilelang”. Ya, “dilelang”, dalam arti seluas-luasnya, termasuk secara implisit tak salah dimaknai pembandrolannya sekaligus.

Dengan begitu Indonesia akan diperangkap oleh Pemerintah Pusat melalui Mendagri untuk mendudukkan orang-orangnya menjadi kepala daerah. Untuk iklim pemilu di Indonesia, mekanisme itu wajib dimaknai sebagai jejaring perencanaan kecurangan massif, terstruktur dan seterusnya. Apa pun alasan di balik itu maksudnya adalah untuk memastikan keterpilihan calon presiden dan wakil presiden yang dirancang secara “licik” meski bersembunyi di balik regulasi.

Karena itu opsi 2024 wajib ditolak karena alasan demokrasi dan otonomi sekaligus melawan para penggantang kekuasaan yang tak memiliki iktikad mengin donesiakan Indonesia. Umumnya mereka adalah komprador yang siap sedia setiap saat “menjual” Indonesia dengan berbagai cara atas nama pembangjnan atau terminologi lain yang membius rakyat dalam ketersesatan yang amat serius.

Tentu rakyat Indonesia belum sembuh dari trauma pemilu 2019 yang banyak membawa korban dan tanpa kejelasan juntrungannya. Pilkada 2024 yang akan digabungkan dengan pemilu 2024 secara pasti menjanjikan kekacaubalauan dengan kemungkinan korban manusia yang bisa lebih besar.

Selamatkan Indonesia !!!!!! (*)


Penulis adalah Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut dan Dosen FISIP UMSU

Tags: Arus PolitikOtonomi Daerahshohibul anshor siregar
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
85
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
88
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
87
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
77
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
124
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
141
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
111
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
208
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
102
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
95

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.