No Result
View All Result
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
SAVED POSTS
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
TAJDID.ID
No Result
View All Result

Shohibul Sebut Coretan Dinding “Rebut Alat Produksi” Miliki Makna Simbolis yang Dalam

6 Januari 2021
in Daerah, Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
A A
0
Coretan dinding bertuliskan 'Rebut Alat Produksi' di salah satu bangunan di jalan protokol Kota Medan. (foto: rks)

Coretan dinding bertuliskan 'Rebut Alat Produksi' di salah satu bangunan di jalan protokol Kota Medan. (foto: rks)

Share on Facebook
Share on Twitter

TAJDID.ID~Medan || Sosiolog FISIP UMSU (Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara) Shohibul Anshor Siregar menyebut, coretan dinding dengan tulisan “rebut alat produksi” memiliki makna simbolis yang dalam.

Hal itu disampaikannya saat menjawab wartawan perihal adanya coretan dinding bertuliskan ‘Rebut Alat Produksi’ di salah satu bangunan di jalan protokol Kota Medan, Selasa, (5/1/2021).

“Kelihatannya itu memiliki makna simbolis yang dalam. Coretan itu menunjukkan pembuatnya amat sadar bahwa ketimpangan sosial yang begitu parah adalah sesuatu yang dihasilkan oleh kondisi struktural yang berlangsung sejak zaman penjajahan. Ia menuntut perombakan struktural,” sebut Shohib.

Ia mencontohkan, Sri-Bintang Pamungkas di dalam bukunya ‘Ganti Rezim Ganti Sistim’ (2014) menyoroti hal ini dengan mengawali kajian dengan sebuah pertanyaan. ‘Mengapa Indonesia susah maju?’

“Ia (Sri-Bintang) memberi 4 hipotesis dan menjawabnya dalam pembahasan buku tebal itu. Pertama, terlalu lama dijajah oleh bangsa asing yakni : Portugis (1509 – 1595), Spanyol (1521 – 1692), Belanda (1602 – 1942), Perancis (1806 – 1811), Inggris (1811 – 1816), Jepang (1942 – 1945). Akibatnya, bersemilah penyakit mental yang oleh banyak ahli tentang Indonesia disebut dengan istilah inlanderitas,” paparnya.

Kedua, lanjut dijelaskan Shohib, terlalu lama didikte bangsa asing dan lembaga asing.

“Ketiga, terlalu lama dijajah oleh bangsa sendiri dan keempat adanya kelompok minoritas yang menguasai ekonomi serta politik,” jelas Koordinator Umum Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya (‘nBasis) ini.

Masih menurut Shohib, saat Perdana menteri Mohd Natsir melihat ini sebagai masalah besar Indonesia, maka ia pun mengajukan konsep Ekonomi Banteng yang berusaha mendorong pengusaha pribumi untuk membangun ekonomi nasional.

“Hampir bersamaan dengan itu Soekarno mengajukan gagasan trisakti (berdaulat politik, berdikari ekonomi dan berkepribadian dalam budaya). Usia Ekonomi Banteng hanya berusia 2 tahun dan berhasil melejitkan 17.000-an pengusaha antara lain TD Pardede. Semua gagasan besar Indonesia itu diadopsi oleh Malaysia sejak Tengku Abdurrahman sebagai perdana menteri hingga Mahathir Mohammad saat berkuasa kembali pada etape terakhir,” imbuhnya.

Ditanya apakah coretan dinding itu bisa disebut bagian dari membangun kesadaran kelas?

Jebolan sekolah pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini dengan lugas menegaskan bahwa kesadaran kelas itu sangat serius dan jawabannya adalah perubahan struktural hanya dengan jalan menundukkan pemerintah kepada pembangunan berbasis konstitusi.

“Isi pembangunan Indonesia berbasis konstitusi itu ada pada pembukaan UUD 1945 (1) melawan dan melenyapkan segala bentuk penjajahan (2) melindungi seluruh bangsa dan segenap tumpah darah (3) memajukan kesejahteraan umum (4) mencerdaskan kehidupan bangsa (5) ikut berusaha menertibkan dunia,” tegas Ketua LHKP PW Muhammadiyah Sumut ini.

BACA JUGA

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Apresiasi Santri Berprestasi Panti Asuhan Nyai Walidah

Pentas Karawitan Jayawindra Kalijaga Meriahkan Parenting dan Pertemuan Wali Murid SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo

Unstoppable

Sehat itu Enak, Kisah Sukses Kantin Sehat SD Muhammadiyah 1 Solo

Mahasiswa IKO FISIP UMSU Sukses Gelar Pameran Foto di Plaza Focal Point

Pemuda Muhammadiyah Sumut Launching “Al Ma’un Kopi”

Selain itu, kata Shohib, Pasal-pasal di dalam UUD 1945 sangat keras dalam hal perubahan struktural Indonesia.

“Misalnya pasal 27 ayat (2) mewajibkan pemerintah mempekerjakan semua rakyat penganggur. Ini tidak bisa ditolak dengan dalih apa pun. Menurut UUD 1945 itu pendidikan dan kesehatan wajib gratis selain pekerjaan yang wajib diberikan kepada penganggur,” pungkas Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Parsadaan Luat Pahae Indonesia (DPP-PLPI) ini. (*)


Liputan: RKS

Tags: coretan dindingrebut alat produksishohibul anshor siregarvandalisme
Mujaddid

Mujaddid

Editor in chief

Konten Terkait

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas
Daerah

NTP Naik Tapi Petani Tetap Miskin: Sosiolog Sebut Data BPS Hanya Manipulasi Realitas

by Mujaddid
28 Juli 2026
85
Shohibul: Presiden Sebaiknya Rombak Struktur Anggaran
Nasional

Sosiolog Soroti Universitas Republik Indonesia: “Institusi Pendidikan atau Reproduksi Elit Kekuasaan?”

by Mujaddid
24 Juli 2026
88
Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”
Nasional

Oposisi Jalanan Berbaju “Kabinet Bayangan”

by Mujaddid
19 Juli 2026
87
Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”
Esai

Gincu vs Garam: Opera Buffa Politik Islam di Republik yang Selalu “Demokratis”

by Mujaddid
3 Agustus 2026
77
Penyiksaan oleh Aparat TNI-Polri di Sumut Ancam Demokrasi dan Hak Asasi Warga
Internasional

Kesaksian Akademisi: AI Menipu Saya, Jangan Percaya Buta!

by Mujaddid
14 Juni 2026
124
Akademisi ini Paparkan Peta Pilpres 2024 di Sumatera Utara
Nasional

Rupiah Sekarat Bertengkar dengan Siapa? Ini Jawaban Menohok Akademisi

by Mujaddid
12 Juni 2026
141
Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman
Nasional

Menolak Jadi Penonton Pasif: 5 Langkah Taktis Aceh Amankan Kekayaan Gas Blok Andaman

by Mujaddid
9 Juni 2026
111
Cegah Kriminalitas, Shohibul: Muhammadiyah Perlu Tentukan Prioritas Orientasi Dakwahnya
Daerah

LHKP Muhammadiyah Sumut Desak Pemerintah Hentikan Personifikasi Kurban APBN

by Mujaddid
28 Mei 2026
208
Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!
Nasional

Pakar Sentil KPK Soal Usulan E-Voting Pemilu: Jangan Bicara di Luar Domain Tugas!

by Mujaddid
9 Mei 2026
102
Magnet Investor, Tanah yang Menghilang
Daerah

Magnet Investor, Tanah yang Menghilang

by Mujaddid
1 April 2026
95

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

  • Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai
  • Siswa SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta Juara 1 Nasional ISPO 2026 Lewat Sistem IoT Penyiraman Cabai
  • Ekstrakurikuler Karawitan SMK Muhammadiyah 1 Wonosobo Latih Ibu-Ibu Sekolah Lansia, Perkuat Pelestarian Budaya dan Kepedulian Antargenerasi
  • Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat, SPs UMSU Gelar Bazar UMKM, Donor Darah, dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis
  • Kuliah Umum SPs UMSU Hadirkan Pemprov Sumut, Bahas Digitalisasi UMKM dan Ekonomi Kreatif
  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

OPINI

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore  dari Pak Zai
Jufri Daily

Orang Lucu Bicara Serius: Sore-Sore dari Pak Zai

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan
Jufri Daily

Kepemimpinan Muhammadiyah dan Masa Depan Persyarikatan

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital
Islam

Tantangan Dakwah Islam Abad Kontemporer Era Digital

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?
Nasional

Rocky Gerung Masuk Istana, Masihkah Suaranya Segarang Dulu?

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir
Jufri Daily

Pertanyaan Hakim dan Pertanyaan Munkar-Nakir

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari
AUM

Sang Surya di Horison Pesisir: Dakwah Muhammadiyah Berbasis Pemberdayaan Ekonomi Bahari

TAJDID.ID

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
  • Login
  • Sign Up
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
    • Pemilu
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • ‘Aisyiyah
      • Muktamar 49
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Catatan Hukum
    • Jufri Daily
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
    • Nukilan
    • Celotehan
    • Kiat
    • Ringan
  • Jepretan
    • Foto

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.