Sabtu, Agustus 8, 2026
TAJDID.ID
  • Login
  • Register
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto
No Result
View All Result
tajdid.id
No Result
View All Result

Mengapa Denny Siregar Dianggap Aneh oleh Asosiasi Siregar?

Mujaddid by Mujaddid
2020/12/17
in Opini, Ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di TwitterBagikan di Whatsapp

Oleh: Shohibul Anshor Siregar

Baru-baru ini, PSBB (Parsadaan Siregar, Boru dohot Babere), mewakili marga Siregar khususnya yang berasal dari wilayah Tapanuli Bagian Selatan mengeluarkan empat maklumat terkait Denny Siregar.

Inti dari maklumat tersebut adalah PSBB menganggap ulah dan provokasi Denny Siregar selama yang selama ini  selalu memojokkan Islam, santri dan para Ulama, sangat bertolak belakang dengan Prinsip Marga Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan.

Karena itu, PSBB memutuskan mulai dari sekarang tidak mengakui lagi Denny Siregar sebagai saudara semarga atau bagian dari Keluarga Marga Siregar, khususnya Siregar dari Tapanuli Bagian Selatan.

Terkait dengan hal tersebut,  mengapa Deny Siregar dianggap aneh oleh Asosiasi Siregar?

Pertama, karena merasa deviasi profile yang dianggap tak begitu sesuai dengan karakter Siregar. Semua etnis dan marga umumnya memiliki karakter khas.

Kecenderungan-kecenderungan kuat yang dapat disebut menjadi sifat umum Siregar. Nah, dalam konteks ini muncul paparan dengan simpul wacana Siregar Partangga Na Sabolas (Siregar dengan anak tangga 11). Apa penjelasan filosofi ini?

Siregar itu memiliki karakteristik partangga na sabolas yang dapat diringkas dalam pepatah: Pantun hangoluan (1), teas (tois) hamatean (2), marbou (hou) laho tu tapian (3), ehem laho tu jabu (4), batuk laho tu sopo (5), pahae simanggurak (6), pahulu sitimpulon (7), tampak na do rantos na (8), rim ni tahi do na gogo (rim ni tahi do gogo na) (9), saongi dalan (10), ulosi tungko-tungko (11).

Kredo apa yang dikandung filosofi ini?

Pantun Hangoluan, Teas (tois) Hamatean. Nilai moralitas memiliki keniscayaan mutlak untuk kemaslahatan. Ini tidak bisa ditawar. Sosiobilitas seseorang bukan cuma ia harus dikenal di mana-mana, tetapi juga wajib menjadi bagian penting dan bahkan katalisator bagi dunia dan zamannya.

Ibarat sebuah perhelatan politik, Siregar dituntut tak cuma memiliki popularitas, tetapi juga elektibilitas. Kedua hal itu tentu amatlah berbeda. Seseorang bisa amat populer karena sesuatu atau berbagai hal, tetapi belum tentu disuka oleh sebanyak yang mengenal.

Ringkih dalam perilaku dan budi amat dipantangkan. Penerimaan atas norma dan mendukung segala kebajikan yang sudah ada tidak cukup, tetapi juga harus selalu inovatif ke depan, tidak berpangku tangan dan tanpa penghindaran dalam tanggungjawab sekecil dan sebesar apa pun. Jika seseorang akan berperilaku sebaliknya, itu artinya kiamat bagi dia (teas/tois hamatean).

Marbou (hou) di tapian, Ehem laho tu jabu, Batuk laho tu sopo. Tapian (tempat mandi) bisa difahamkan dalam simbol amat luas. Tetapi orang berbersih diri dan dengan tak mungkin tak membuka aurat. Berilah orang yang sedang dalam aktivitas itu sebuah kesempatan kecil untuk mengetahui kedatangan orang lain sehingga tak perlu melihat dan mengetahui bagian-bagian tubuh yang memang harus disembunyikan dari penglihatan orang lain. Aib orang mestilah dikubur dalam-dalam untuk kemudian menonjolkan kelebihan-kelebihannya yang pantas diwarta-luaskan.

Saat akan memasuki rumah (meskipun itu rumah sendiri) berilah salam. Ehem cumalah sejenis suara yang bahkan mungkin lebih sepele dari sign yang dipancarkan sebuah handphone saat kemasukan sms. Aktivitas yang amat privacy biarlah menjadi urusan non publik dan saat belum siap lebih baik orang yang ada di rumah menunda masuknya orang lain. Sikap yang sama dituntut bahkan saat memasuki sopo. Konsep sopo adalah gubuk yang berfungsi mengamankan perbekalan, peralatan dan mungkin juga persenjataan. Bisa saja seseorang sedang berada di situ. Tetapi entah siapa pun itu (boleh jadi seorang pencuri), Siregar menghendakinya untuk diberi kesempatan apakah akan lari atau mempersiapkan alasan apologies tentang mengapa ia berada di sopo itu.

Pahae simanggurak, Pahulu sitimpulon. Bepergian kemana saja mestilah memberi berkah dan perubahan. Ke hilir membawa sesuatu, ke hulu juga demikian. Ia tak boleh menjadi beban bagi orang dan zamannya. Sisi ini memang terasa lebih berkonotasi material. Jadi bedakanlah saat para pejabat turun ke daerah yang kerap menjadi amat merugikan daerah karena orang-orang lokal diwajibkan memberi persembahan korupsional. Partangga na sabolas mengutuk perilaku itu.

Tampak na do rantos na, Rim ni tahi do na gogo (rim ni tahi do gogo na). Masyarakat adalah sebuah pengelompokan sosial manusia degan kontrak tertentu atas dasar kesamaan nilai, norma, budaya dan lokalitas. Hidup yang penuh dinamika dan arus perubahan kerap membuat perbedaan-perbedaan di antara sesama warga. Hadapilah setiap orang sesuai kemauannya dan apa adanya serta tentu saja kesepakatan-kesepakatan diplomatik maupun kerjasama praktis lebih disukai. Hidup memang tidak untuk perang, tetapi tatkala perang itu menjadi satu-satunya jembatan untuk damai, maka partangga na sabolas meneguhkannya untuk ditempuh.

Saongi dalan, Ulosi tungko-tungko. Nilai yang sarat humanisme ini berintikan obligasi moral untuk mewujudkan maslahat umum. Jalan pun harus dipayungi agar tidak menjadi licin. Gundukan pun harus diberi tanda agar setiap orang terhindar dari mara bahaya.

Kedua, cetusan dari Siregar itu sebetulnya sesuatu yang tidak begitu mudah untuk dinyatakan. Namun respon Siregar atas masalah-masalah politik dan ekonomi nasional termasuk hukum, juga tercermin dari sikap itu. (*)


Penulis adalah Dosen FISIP UMSU.

Tags: Denny SiregarProvokatorshohibul anshor siregar
Previous Post

Wakaf Berperan Positif Menegakkan Keadilan Sosial

Next Post

Dugaan Mark-up, AMK-SU Desak Polda Sumut Periksa 35 Anggota DPRD Batubara 2014-2019

Related Posts

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
108
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
111
Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

7 Agustus 2026
120
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
160
Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan

Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan

5 Agustus 2026
258
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
111
Next Post

Dugaan Mark-up, AMK-SU Desak Polda Sumut Periksa 35 Anggota DPRD Batubara 2014-2019

Tuntut Keadilan, Sejumlah Ormas Islam Gelar Aksi Flash-mob di Medan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERDEPAN

  • Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    Tiga Puisi Tentang Nabi Muhammad SAW Karya Taufiq Ismail

    20091 shares
    Share 8036 Tweet 5023
  • Said Didu Ingin Belajar kepada Risma Bagaimana Cara Melapor ke Polisi Biar Cepat Ditindaklanjuti

    11918 shares
    Share 4767 Tweet 2980
  • Din Syamsuddin: Kita Sedang Berhadapan dengan Kemungkaran yang Terorganisir

    9190 shares
    Share 3676 Tweet 2298
  • Pasca Putusan MK Soal IKN, Fordek FH PTM se-Indonesia Desak Audit Investigatif dan Pertanggungjawaban Pemerintah

    6314 shares
    Share 2526 Tweet 1579
  • Putuskan Sendiri Pembatalan Haji 2020, DPR Sebut Menag Tidak Tahu Undang-undang

    6102 shares
    Share 2441 Tweet 1526

OPINI

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan
Nasional

UNIMUS Jadi Saksi! Muktamar Tapak Suci XVI, Meneguhkan Iman & Pukulan

7 Agustus 2026
108
Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas
Daerah

Menjaga Silaturahmi, Menguatkan Soliditas

7 Agustus 2026
111
Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban
Daerah

Marbot Bukan Sekadar Penjaga Masjid, tetapi Penjaga Peradaban

7 Agustus 2026
120
Gelanggang yang Menempa Kader Muhammadiyah
Nasional

Dari Gelanggang Menuju Peradaban: Rekonstruksi Tapak Suci sebagai Organisasi Berbasis Pengetahuan

6 Agustus 2026
160
Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan
Daerah

Dari Pulau Terluar, Simeulue Menjemput Cahaya Pendidikan

5 Agustus 2026
258
Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?
Esai

Benarkah Agustus Membawa Dua Gerhana?

5 Agustus 2026
111

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan

Anjungan

  • Profil
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kirim Tulisan
  • Pasang Iklan

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Liputan
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Pemko Binjai
    • Pemilu
      • Pilkada
    • Teknologi
    • Olah Raga
    • Sains
  • Gagasan
    • Opini
    • Esai
    • Resensi
  • Gerakan
    • Muhammadiyah
      • PTM/A
      • AUM
      • LazisMu
      • MDMC
      • MCCC
      • LabMu
    • ‘Aisyiyah
    • Ortom
      • IPM
      • IMM
      • Pemuda Muhammadiyah
      • KOKAM
      • Nasyiatul ‘Aisyiyah
      • Hizbul Wathan
      • Tapak Suci
    • Muktamar 49
  • Kajian
    • Keislaman
    • Kebangsaan
    • Kemuhammadiyahan
  • Jambangan
    • Puisi
    • Cerpen
  • Tulisan
    • Pedoman
    • Tilikan
    • Ulasan
    • Percikan
    • Catatan Hukum
    • MahasiswaMu Menulis
  • Syahdan
  • Ringan
    • Nukilan
    • Kiat
    • Celotehan
  • Jepretan
    • Foto

© 2019 TAJDID.ID ~ Media Pembaruan & Pencerahan